Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fakta Kawah Jonggring Saloka, Benarkah Persemayaman Dewa di Puncak Gunung Semeru?

Dharaka R. Perdana • Minggu, 18 Mei 2025 | 03:36 WIB

Kepulan asap terlihat di puncak Gunung Semeru. (FACEBOOK SINTA JULISA PUTRI)
Kepulan asap terlihat di puncak Gunung Semeru. (FACEBOOK SINTA JULISA PUTRI)

TRENGGALEK NJENGGELEK – Di puncak Gunung Semeru tepatnya di ketinggian 3.676 mdpl, terdapat sebuah kawah aktif yang dikenal dengan nama Kawah Jonggring Saloko.

Kawah Jonggringsaloka menjadi ikon utama Gunung Semeru, sekaligus pusat dari seluruh aktivitas vulkanik gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa.

Baca Juga: Begini Posisi Gunung Semeru dalam Kitab Tantu Pagelaran, Manfaatnya Sangat Dirasakan Pulau Jawa

Nama Jonggringsaloka sendiri berasal dari ajaran Hindu Jawa Kuno, yang merujuk pada kahyangan atau tempat suci para dewa, khususnya singgasana Dewa Siwa.

Dalam kepercayaan Jawa, Kawah Jonggring Saloko dipercaya sebagai gerbang alam dewa-dewi di kahyangan.

Baca Juga: Pendakian Gunung Semeru Hanya Melalui Ranupani, Ini Alasan Resmi TNBTS

Istilah ini banyak disebut dalam naskah-naskah kuno seperti Tantu Pagelaran dan Kakawin Arjuna Wiwaha.

Secara mitologis, Kawah Jonggring Saloko adalah simbol penghubung antara dunia manusia dan kahyangan, menjadikan Semeru bukan sekadar gunung, melainkan pusat spiritual alam semesta.

Baca Juga: Pendakian ke Gunung Semeru Sudah Dibuka Lagi, TNBTS Ungkap Persyaratannya

Dari sisi geologi, Kawah Jonggring Saloko adalah pusat erupsi Gunung Semeru. Hampir setiap 10-20 menit, kawah ini memuntahkan material vulkanik berupa abu, batu pijar, dan asap solfatara.

Fenomena ini dikenal dengan istilah Letusan Strombolian yang menjadi ciri khas Semeru, di mana letusan terjadi secara periodik namun dengan intensitas kecil hingga sedang.

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Wilis Semakin Beragam Setelah Dibuka Via Botoputih, Trenggalek, Bajulan hingga Kare Tawarkan Pesona yang Patut Dicoba

Karena aktivitasnya yang tinggi, kawasan puncak Semeru dan bibir Kawah Jonggring Saloko tertutup untuk umum demi alasan keselamatan.

Meskipun akses menuju Kawah Jonggring Saloko sangat terbatas, keberadaannya tetap menjadi ikon suci dan simbol keagungan Gunung Semeru.

Banyak peziarah dan pecinta alam yang memaknai pendakian Semeru sebagai perjalanan spiritual, menghormati Jonggringsaloka sebagai mahakarya alam yang penuh makna filosofis.

Begitulah gambaran sekilas mengenai kawah Jonggringsaloka di Gunung Semeru. Semoga bermanfaat. ****

 

 

On Running Cloud 5 Waterproof
On Running Cloud 5 Waterproof
On Running Cloud 5 Push
On Running Cloud 5 Push
On Running Cloud 5 Coast
On Running Cloud 5 Coast
On Running Cloud 5 Terry
On Running Cloud 5 Terry
On Running Cloud 5 Undyed
On Running Cloud 5 Undyed
SHARING: Video creator @inivindy saat berbagi tips konten di anni5sary komunitas Vivamuda, Jumat (16/5).
SHARING: Video creator @inivindy saat berbagi tips konten di anni5sary komunitas Vivamuda, Jumat (16/5).
Editor : Dharaka R. Perdana
#kawah Jonggring Saloko #gunung semeru #Kahyangan #dewa dewi