TRENGGALEK NJENGGELEK - Lomba balap perahu kunting ternyata bukan satu-satunya kompetisi balap dalam rangkaian Labuh Laut Sembonyo di Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek.
Ternyata pada Selasa (27/5/2025) siang ada lanjutan balap perahu kunting di area Pelabuhan Niaga Prigi Trenggalek, yakni balap perahu untul.
Baca Juga: Kemeriahan Balap Perahu Kunting di Teluk Prigi Trenggalek, Ini Tantangan para Peserta
Bedanya kalau balap perahu kunting mengandalkan tenaga dayung manusia, sedangkan balap perahu untul mengandalka mesin tunggal.
Kendati demikian perahu kunting dan perahu untul secara bentuk sekilas tidak jauh berbeda. Dan juga diikuti 24 peserta yang adu kecepatan.
Baca Juga: Kisah Cinta di Balik Tradisi Labuh Laut Larung Sembonyo di Teluk Prigi
Kacuk Wibisono, anggota Pokmaswas Rembeng Raya, mengatakan bahwa lomba ini bukan hanya ajang adu kecepatan, tapi juga bentuk penghargaan terhadap kearifan lokal.
"Kami ingin mengenalkan lagi perahu untul kepada generasi muda. Dulu hampir semua nelayan memakai perahu jenis ini. Kini, melalui lomba ini, kami hidupkan lagi semangat kebersamaan dan tradisi nelayan Prigi," ujarnya.
Baca Juga: Upacara Labuh Laut Larung Sembonyo sebagai Syukuran Atas Hasil Tangkapan Ikan Nelayan di Watulimo
Kacuk, -sapaan akrabnya melanjutkan, perlombaan dibagi dalam enam putaran, masing-masing diikuti empat peserta.
Pemenang dari tiap putaran berhak melaju ke babak final untuk memperebutkan hadiah uang tunai.
Baca Juga: Produksi Perikanan Tangkap di Trenggalek Capai Ribuan Ton pada 2024
Perahu untul yang digunakan adalah perahu kecil tradisional yang biasa dipakai nelayan untuk menangkap ikan di perairan sekitar Teluk Prigi.
"Perahu untul juga menjadi pendukung aktivitas bahari masyarakat di sekitar Teluk Prigi," ujarnya.
Pantauan di lokasi, para peserta tampak bersemangat untuk memacu perahunya secepat mungkin.
Meskipun gelomban cenderung tinggi, namun semua perahu untul mampu melibas rute yang sudah ditentukan panitia. ****
Editor : Dharaka R. Perdana