Trenggaleknjenggelek - Beberapa waktu belakangan, media sosial ramai memperbincangkan isu praktik booking area kamp di gunung oleh sebuah penyelenggara open trip.
Hal ini berawal dari sebuah unggahan yang memperlihatkan kekecewaan seorang pendaki yang mengaku diusir oleh rombongan open trip meskipun ia sudah lebih dulu mendirikan tenda di lokasi tersebut.
Berdasarkan postingan yang viral, insiden ini diduga terjadi di pos tiga Gunung Sindoro via Kledung, yang merupakan salah satu titik populer bagi para pendaki.
Seorang pendaki mengungkapkan bahwa ia harus meninggalkan tempat yang sudah ia tempati karena adanya tindakan pengusiran oleh oknum open trip yang diduga telah melakukan booking area kamp di gunung tersebut.
Tindakan Tidak Etis yang Memicu Protes
Pengusiran yang terjadi langsung menuai reaksi keras dari netizen. Banyak yang menganggap bahwa praktik booking lahan di gunung merupakan tindakan tidak etis.
Selain itu, pengusiran pendaki yang lebih dulu mendirikan tenda dinilai tidak menghormati hak orang lain untuk menikmati alam bebas.
Pecinta alam dan pendaki pun angkat suara, mengecam perilaku open trip yang dianggap mencoreng etika pendakian.
Mereka berpendapat bahwa etika berbagi ruang di alam bebas adalah hal yang penting, dan tindakan mengusir pendaki lain tidak bisa dibenarkan meskipun di kawasan yang sering ramai seperti pos tiga.
Tiga Dewa Open Trip Digeruduk Netizen
Setelah insiden tersebut viral, akun media sosial yang diduga milik penyelenggara open trip Tiga Dewa turut mendapat sorotan.
Banyak netizen yang meluapkan kekesalan mereka melalui komentar-komentar keras di akun tersebut, mengecam praktik booking lahan yang diduga dilakukan oleh mereka.
Hal ini semakin memicu kemarahan warganet, yang menilai bahwa tindakan Tiga Dewa open trip mencoreng dunia pendakian dan menciptakan ketidaknyamanan di kalangan pendaki lainnya.
Para pengguna media sosial menyuarakan protes dan menuntut agar praktik booking area kamp ini dihentikan agar semua pendaki bisa menikmati alam secara adil.
Belum Ada Aturan Resmi Mengenai Booking Tempat di Gunung
Menurut informasi yang berkembang di kalangan pendaki, hingga saat ini belum ada aturan resmi dari pengelola jalur pendakian terkait booking tempat di area kamp, terutama di pos-pos populer seperti pos tiga Gunung Sindoro.
Sistem yang berlaku selama ini adalah siapa cepat dia dapat, selama tidak melampaui kapasitas maksimum yang ditentukan.
Namun, dengan adanya insiden ini, banyak yang merasa bahwa aturan yang lebih jelas dan tegas perlu segera diterapkan untuk mencegah praktik booking lahan yang merugikan pendaki lainnya, serta menjaga suasana harmonis dalam dunia pendakian.
Menjaga Etika di Alam Bebas
Isu tentang praktik booking area kamp oleh open trip di gunung ini mengingatkan kita semua bahwa etika berbagi ruang sangat penting, terutama di alam bebas.
Pendaki dan penyelenggara open trip seharusnya menjaga sikap saling menghormati dan memperhatikan kebutuhan sesama.
Keindahan alam harusnya bisa dinikmati oleh semua orang tanpa ada yang merasa dirugikan.
Kepedulian terhadap sesama pendaki dan keadilan dalam berbagi ruang di alam bebas harus menjadi prioritas kita semua. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom