Trenggaleknjenggelek – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek menyatakan bahwa hingga saat ini baru sekitar 11 desa wisata yang dinilai telah memiliki pengelolaan yang baik. Kendati begitu, dinas tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi desa wisata lainnya di seluruh wilayah Trenggalek.
Kepala Bidang Promosi Wisata Disparbud Trenggalek, Bambang Supriyadi, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus menonjolkan potensi desa wisata melalui berbagai saluran promosi dan peningkatan kapasitas pengelola.
“Yang menjadi unggulan saat ini antara lain Desa Wisata Tegaren di Kecamatan Tugu, Desa Wisata Pandean di Kecamatan Dongko, dan Desa Wisata Durensari di Desa Sawahan, Kecamatan Watulimo,” ujar Bambang.
Menurutnya, fokus utama Disparbud saat ini adalah memperkuat promosi produk khas dari masing-masing desa wisata. Produk-produk tersebut tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung.
“Promosi akan terus kami gencarkan, baik melalui media sosial, media berbayar, maupun media milik dinas. Desa seperti Durensari juga kami bantu lewat promosi penjualan langsung untuk produk-produknya,” jelasnya.
Bambang juga menekankan pentingnya partisipasi aktif dari pemerintah desa dalam pengembangan desa wisata. Keberhasilan pengelolaan desa wisata, kata dia, sangat ditentukan oleh sinergi antara pemdes, masyarakat, dan pendamping dari Disparbud.
“Kami harapkan pemdes terlibat lebih aktif. Karena tanpa dukungan dan inisiatif dari desa, sulit untuk menjaga keberlanjutan desa wisata,” tambahnya.
Ke depan, Disparbud Trenggalek akan terus melakukan sosialisasi pengelolaan desa wisata dengan pendekatan digital, memanfaatkan berbagai kanal media agar lebih luas menjangkau wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.
“Yang kami tekankan adalah kontinuitas. Desa wisata harus selalu menampilkan hal baru, menarik, dan tentunya memiliki ciri khas lokal yang kuat,” pungkas Bambang.(jaz)
Editor : Zaki Jazai