Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

‎Rest Area Anjungan Cerdas Bendungan Tugu Dibuka Tanpa Sosialisasi, Pengunjung Masih Sepi

Akhmad Nur Khoiri • Rabu, 9 Juli 2025 | 22:40 WIB

Kondisi Anjungan Cerdas Bendungan Tugu di Trenggalek masih sepi pengunjung meski telah dibuka.
Kondisi Anjungan Cerdas Bendungan Tugu di Trenggalek masih sepi pengunjung meski telah dibuka.

Trenggaleknjenggelek – Rest area megah bernama Anjungan Cerdas Bendungan Tugu yang terletak di jalur nasional Trenggalek–Ponorogo, resmi dibuka untuk umum sejak Juni 2025.

Namun, pembukaan kawasan yang dibangun dengan anggaran lebih dari Rp60 miliar itu berlangsung nyaris tanpa publikasi, sehingga hingga kini masih minim kunjungan.

‎Kawasan yang sebelumnya digadang menjadi ikon baru sekaligus simpul ekonomi lokal itu justru tidak banyak diketahui masyarakat.

Padahal, pembangunannya dimulai sejak 2016 dan selesai secara fisik pada 2018.

Presiden Joko Widodo pun sempat meresmikannya bersamaan dengan peresmian Bendungan Tugu pada 2021.

Namun, hampir satu dekade berlalu, fasilitas ini lebih sering kosong dan tidak terkelola secara berkelanjutan.

‎Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, membenarkan bahwa Anjungan Cerdas memang sudah dibuka, meski tanpa pemberitahuan resmi ke publik.

"Sebetulnya Anjungan Cerdas itu sudah dibuka. Tapi sayangnya, tanpa sosialisasi. Akhirnya ya wajar kalau masih sepi sampai sekarang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2025).

‎Ia juga menjelaskan bahwa pengelolaan Anjungan Cerdas berada di bawah kewenangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, bukan Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

Hal ini, menurut Sunyoto, kerap membingungkan warga yang ingin menggunakan area tersebut untuk kegiatan publik.

“Masyarakat sering datang ke kami, padahal asetnya milik provinsi. Akhirnya ya tetap kami bantu hubungkan ke sana,” imbuhnya.

‎Lantaran terlalu lama terbengkalai, sejumlah bagian bangunan mulai mengalami kerusakan.

Beberapa titik terlihat retak dan ambles. Sunyoto mengatakan, Pemprov Jatim memang telah mengajak Pemkab untuk turut menghidupkan kawasan itu.

Dalam rapat bersama, Disparbud Trenggalek bahkan menyarankan agar untuk sementara waktu, tarif retribusi ditiadakan agar masyarakat tertarik datang.

‎“Sekarang yang penting kita ramaikan dulu. Tarif itu bisa diatur belakangan. Yang utama masyarakat tahu dan mau datang ke sana dulu,” tegasnya.

‎Mengacu data di situs resmi bpiw.pu.go.id, Anjungan Cerdas dirancang tidak hanya sebagai rest area, tetapi juga sebagai titik edukasi, ruang publik, serta pusat promosi UMKM dan pariwisata daerah.

Namun potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Saat ini, lokasi itu hanya sesekali digunakan untuk acara pemerintah, tanpa program pengelolaan yang berkelanjutan.

‎Padahal, letaknya sangat strategis, berada tepat di depan Bendungan Tugu—destinasi wisata yang kini mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Jika dikelola dengan serius, kawasan ini diyakini bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan Jawa Timur.

‎Sunyoto menyebut ke depan pihaknya akan mendorong komunitas dan pelaku seni di Trenggalek untuk mulai menghidupkan kegiatan di lokasi tersebut.

Namun, agar berjalan maksimal, dibutuhkan kerja sama konkret antara Pemprov Jatim, Pemkab Trenggalek, dan masyarakat.

“Minimal, ke depan pengelola bendungan dan anjungan cerdas bisa berkolaborasi,” ucapnya.

‎Ia juga menyoroti rendahnya pemahaman publik mengenai perbedaan pengelola Anjungan Cerdas dan Bendungan Tugu.

“Kadang-kadang masyarakat belum mengerti bahwa antara Bendungan Tugu dan Anjungan Cerdas itu dua area berbeda. Sehingga kalau mau masuk Anjungan Cerdas untuk melihat Bendungan Tugu, ya harus koordinasi dengan pengelola Anjungan sekaligus pengelola bendungan,” jelasnya.

‎Sunyoto berharap agar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur segera mengambil langkah strategis dan membangun koneksi antarkawasan agar sinergi pengembangan bisa berjalan.

“Mudah-mudahan nanti semakin ramai dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (kho)

Editor : Akhmad Nur Khoiri
#anjungan cerdas #Bendungan Tugu #trenggalek