TRENGGALEKNJENGGELEK - Hutan mangrove menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata alam.
Luas hutan mangrove di Jawa Timur mencapai 30.839 hektare, menjadikannya provinsi dengan kawasan mangrove terluas di Pulau Jawa.
Terdapat berbagai kawasan mangrove di Jawa Timur yang kini dikembangkan menjadi tempat wisata berbasis edukasi, konservasi, hingga swafoto yang menarik.
Berikut delapan destinasi mangrove populer di Jawa Timur yang bisa menjadi alternatif wisata alam.
1. Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya
Terletak tidak jauh dari pusat kota, kawasan mangrove Wonorejo menjadi salah satu destinasi paling mudah dijangkau di Surabaya.
Pengunjung bisa menyusuri jembatan kayu di tengah rimbunnya vegetasi bakau atau menikmati perjalanan perahu menyusuri muara sungai.
Suasana tenang berpadu dengan suara burung menjadikan tempat ini cocok untuk melepas penat dari hiruk-pikuk kota.
2. Mangrove Gunung Anyar, Surabaya
Selain Wonorejo, kawasan Gunung Anyar juga menyimpan potensi wisata mangrove yang kini makin dikenal.
Dengan akses jalan yang sudah ditata dan sejumlah spot foto berlatar hutan bakau, kawasan ini mulai dilirik pengunjung, terutama keluarga dan pelajar.
Edukasi lingkungan menjadi salah satu fokus pengelola, menjadikan tempat ini ramah untuk kunjungan sekolah.
3. Mangrove Center, Kabupaten Tuban
Kabupaten Tuban memiliki Mangrove Center yang dikembangkan sejak lama oleh para pegiat lingkungan.
Selain menjadi tempat edukasi tentang manfaat hutan mangrove, kawasan ini juga mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata alam.
Suasana alami, lengkap dengan perahu nelayan tradisional, membuat pengunjung bisa merasakan nuansa pesisir utara yang khas.
4. Watu Mejo Mangrove Park, Pacitan
Watu Mejo di Kabupaten Pacitan menyuguhkan perpaduan panorama hutan mangrove dan kontur pesisir selatan yang eksotis.
Kawasan ini dikenal tenang dan alami, belum terlalu ramai dikunjungi.
Keunikan tempat ini adalah latar perbukitan karst yang tampak kontras dengan hamparan vegetasi mangrove.
5. Mangrove Cengkrong, Trenggalek
Mangrove Cengkrong menjadi salah satu ikon wisata alam Kabupaten Trenggalek.
Lokasinya berada dekat Pantai Cengkrong yang dikenal memiliki jembatan kayu panjang membelah kawasan bakau.
Di tempat ini, pengunjung bisa memancing, berfoto, hingga mengikuti kegiatan edukasi tentang fungsi mangrove.
6. Clungup Mangrove Conservation, Malang
Berada di jalur selatan Malang, Clungup Mangrove Conservation menjadi pionir pengelolaan hutan bakau berbasis masyarakat.
Dikelola dengan pendekatan konservasi, tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang lebih edukatif dan berkelanjutan.
Trekking menyusuri ekosistem mangrove, melihat biota laut kecil, hingga bersih-bersih pantai menjadi aktivitas utama di kawasan ini.
7. Penunggul Mangrove Park, Pasuruan
Destinasi ini menggabungkan antara fungsi konservasi dan rekreasi.
Di Penunggul Mangrove Park, pengunjung bisa berjalan di atas jembatan gantung, menikmati panorama laut lepas dari gardu pandang, hingga menyusuri hutan dengan perahu kecil.
Fasilitasnya cukup lengkap dan menjadi pilihan warga lokal untuk wisata keluarga.
8. Ekowisata Mangrove Bedul, Banyuwangi
Bedul dikenal sebagai kawasan mangrove terluas di Jawa Timur bagian timur. Lokasinya masuk dalam wilayah Taman Nasional Alas Purwo.
Pengunjung dapat menyusuri kawasan ini dengan perahu motor dan menikmati keheningan rimbunnya pohon bakau.
Bedul juga sering dijadikan lokasi riset karena kekayaan hayati dan sistem ekologinya yang masih alami.
Dengan kekayaan alam yang dimiliki, hutan mangrove di Jawa Timur tidak hanya berperan dalam menjaga garis pantai dari abrasi, tetapi juga memberikan nilai tambah lewat sektor pariwisata.
Pengembangan kawasan-kawasan ini diharapkan terus mengedepankan prinsip konservasi agar fungsi ekologisnya tetap terjaga di tengah aktivitas wisata.
Editor : Akhmad Nur Khoiri