Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

9 Makam Wali dan Tokoh Bersejarah di Trenggalek yang Wajib Diziarahi, Ada Adipati Pertama hingga Kanjeng Jimat

Anggi Septiani • Jumat, 9 Januari 2026 | 20:00 WIB

9 Makam Wali dan Tokoh Bersejarah di Trenggalek yang Wajib Diziarahi, Ada Adipati Pertama hingga Kanjeng Jimat
9 Makam Wali dan Tokoh Bersejarah di Trenggalek yang Wajib Diziarahi, Ada Adipati Pertama hingga Kanjeng Jimat

TRENGGALEK NJENGGELEK-
Makam wali dan tokoh bersejarah di Trenggalek menjadi destinasi ziarah yang tak pernah sepi dikunjungi masyarakat. Kabupaten Trenggalek tidak hanya dikenal dengan wisata alamnya, tetapi juga memiliki jejak sejarah dan spiritual yang kuat melalui makam para ulama, adipati, dan tokoh penting yang berjasa membangun daerah.

Keberadaan makam wali dan tokoh bersejarah di Trenggalek menjadi bukti perjalanan panjang peradaban Islam, pemerintahan, dan budaya lokal. Tak sedikit peziarah datang untuk mendoakan para leluhur sekaligus mengenang perjuangan mereka dalam membangun Trenggalek.

Berikut sembilan makam yang disebut wajib dikunjungi saat berada di Trenggalek, sebagaimana disampaikan dalam narasi sejarah dan tradisi ziarah masyarakat setempat.

Makam pertama adalah makam Mbah Kawak atau Maulana Ali Akbar. Makam ini berada di kawasan Ngantru, tidak jauh dari Alun-alun Kota Trenggalek. Sosok Maulana Ali Akbar dikenal sebagai tokoh awal penyebaran ajaran Islam di wilayah kota.

Makam kedua adalah makam Ki Ageng Menak Sopal, yang dikenal sebagai adipati pertama Trenggalek. Ki Ageng Menak Sopal masih memiliki garis keturunan Kerajaan Majapahit. Ia dikenal luas sebagai pahlawan pertanian karena membangun Bendungan Bagong yang hingga kini memberi dampak besar bagi pengairan sawah rakyat.

Di kompleks makam ini, Ki Ageng Menak Sopal dimakamkan bersama istrinya. Jasa besarnya membuat masyarakat Trenggalek menaruh penghormatan tinggi kepada beliau.

Makam ketiga adalah makam Ki Ageng Suro Menggolo atau yang dikenal sebagai Makam Suro Gedong. Kompleks pemakaman ini menjadi tempat peristirahatan terakhir para pejabat penting, termasuk bupati Trenggalek dan Ponorogo. Ki Ageng Suro Menggolo sendiri dikenal sebagai patih besar dari Ponorogo.

Selanjutnya adalah makam Mbah Singgoyudo atau Mangun Yudo. Makam ini berada di kawasan Gunung Jati dengan suasana yang masih alami dan menyerupai hutan. Di kompleks Astana Adipati Trenggalek ini juga dimakamkan keturunan Mbah Singgoyudo, menjadikannya sebagai makam keluarga besar adipati.

Makam kelima adalah makam Mbah Muzdalifah, yang dikenal sebagai naib pertama di Kota Trenggalek. Makam ini memiliki aturan khusus karena setiap hari dikunci. Peziarah hanya bisa masuk dengan izin juru kunci. Sosok Mbah Muzdalifah dikenal sangat dermawan dan dikagumi masyarakat karena sifat kepemimpinannya.

Makam keenam adalah makam Kanjeng Jimat, salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Trenggalek. Makam ini berada di Desa Nglutan Kulon, Kecamatan Pogalan. Kanjeng Jimat dimakamkan bersama dua istrinya dalam satu kompleks. Di lokasi ini juga terdapat makam keturunannya, termasuk Mbah Mangun Direjo yang pernah menjabat sebagai Bupati Trenggalek.

Makam ketujuh adalah makam Mbah Putih atau Mbah Nur Khalifah, imam besar pertama Masjid Agung Trenggalek. Makam ini berada di Desa Kayen, Kecamatan Karangan, dengan akses yang mudah dijangkau dari pusat kota.

Berikutnya adalah makam Mbah Mesir atau Mbah Abdul Mesir. Beliau dikenal sebagai leluhur para ulama pendiri pesantren-pesantren tua di wilayah Kediri dan sekitarnya. Makam ini menjadi tujuan ziarah penting bagi kalangan santri dan ulama.

Makam terakhir adalah makam Syekh Ahmad Yunus yang berada di kawasan Gunung Cilik atau Giriloyo, Kecamatan Durenan. Di kompleks ini tidak hanya dimakamkan Syekh Ahmad Yunus beserta keluarganya, tetapi juga para bupati dari Trenggalek, Ponorogo, hingga Surabaya yang masih satu garis keturunan.

Hingga kini, kawasan makam Gunung Cilik masih digunakan sebagai tempat pemakaman keturunan beliau yang menjadi ulama dan guru agama.

Keberadaan makam wali dan tokoh bersejarah di Trenggalek bukan sekadar destinasi religi, melainkan juga pengingat akan jasa para pendahulu dalam membangun peradaban, pemerintahan, dan nilai keislaman di Trenggalek.

 

Editor : Anggi Septiani
#Ki Ageng Menak Sopal #Ziarah Religi Trenggalek #Kanjeng Jimat #Tokoh Sejarah Trenggalek #Makam Wali Trenggalek