Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Resmi Dibuka untuk Umum, Bendungan Tugu Trenggalek Langsung Diserbu Wisatawan: Masuk Gratis, Parkir Cuma Rp2.000

Findika Pratama • Selasa, 13 Januari 2026 | 17:15 WIB

Resmi Dibuka untuk Umum, Bendungan Tugu Trenggalek Langsung Diserbu Wisatawan: Masuk Gratis, Parkir Cuma Rp2.000
Resmi Dibuka untuk Umum, Bendungan Tugu Trenggalek Langsung Diserbu Wisatawan: Masuk Gratis, Parkir Cuma Rp2.000

TRENGGALEK NJENGGELEK – Bendungan Tugu Trenggalek dibuka untuk umum dan langsung mencuri perhatian masyarakat. Setelah empat tahun beroperasi sejak diresmikan pada 2021, bendungan megah yang berada di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek ini kini resmi menjadi destinasi wisata baru yang ramai diserbu pengunjung dari berbagai daerah.

Kabar bahwa Bendungan Tugu Trenggalek dibuka untuk umum dengan cepat menyebar, terutama melalui media sosial dan konten YouTube. Tak heran, meski baru sekitar sepekan dibuka, kawasan ini sudah terlihat ramai bahkan di hari kerja. Pengunjung datang silih berganti, mulai dari warga lokal Trenggalek, Ponorogo, hingga rombongan wisata dari Kediri dan luar Jawa.

Menariknya, untuk menikmati keindahan bendungan ini, pengunjung tidak dipungut tiket masuk. Mereka hanya perlu membayar biaya parkir yang sangat terjangkau, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil. Kebijakan ini membuat wisata Bendungan Tugu langsung menjadi magnet baru bagi wisatawan yang melintas di jalur nasional Ponorogo–Trenggalek.

Baca Juga: Pemprov Turun Tangan Atasi Tambang Pemkab Tak Bisa Atasi Polemik

Bendungan Raksasa Bernilai Rp1,69 Triliun

Bendungan Tugu merupakan salah satu proyek strategis nasional yang mulai dibangun pada 2014 dan resmi beroperasi pada 2021. Bendungan ini menelan anggaran fantastis sebesar Rp1,69 triliun. Secara teknis, bendungan ini memiliki panjang sekitar 475 meter dengan luas genangan mencapai 41,7 hektare, membendung aliran Sungai Keser di kawasan perbukitan.

Fungsi utama Bendungan Tugu sebenarnya bukan hanya sebagai objek wisata. Bendungan ini berperan penting dalam mendukung sistem irigasi pertanian, pengendalian banjir, serta penyediaan air baku bagi masyarakat Trenggalek dan sekitarnya. Namun, potensi pariwisata yang besar membuat kawasan ini kini dikembangkan sebagai destinasi wisata alam unggulan.

Baca Juga: Pemprov Turun Tangan Atasi Tambang Pemkab Tak Bisa Atasi Polemik

Wisata Alam Sejuk di Pinggir Jalan Nasional

Salah satu keunggulan wisata Bendungan Tugu Trenggalek adalah lokasinya yang sangat strategis. Terletak persis di pinggir jalan nasional penghubung Ponorogo–Trenggalek, bendungan ini mudah diakses oleh wisatawan. Banyak rombongan travel dan kendaraan pribadi yang sengaja berhenti sejenak untuk menikmati panorama bendungan yang selama ini hanya bisa dilihat dari kejauhan.

Begitu memasuki kawasan wisata, pengunjung langsung disambut udara sejuk khas perbukitan. Meski datang pada siang hari, suasana tetap terasa segar berkat hembusan angin dan pemandangan air bendungan yang luas. Tak sedikit pengunjung yang memanfaatkan lokasi ini untuk bersantai, berfoto, hingga sekadar ngopi bersama keluarga.

Baca Juga: Sejarah Revolusi Indonesia 1945–1949: Dari Proklamasi hingga Pengakuan Kedaulatan, Perjuangan Lima Tahun yang Menentukan Nasib Bangsa

Dampak Positif bagi Warga Sekitar

Dibukanya Bendungan Tugu untuk umum membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi warga Desa Nglinggis. Warga yang dulunya merupakan korban relokasi pembangunan bendungan kini justru menikmati manfaatnya. Banyak dari mereka membuka usaha warung makan dan minuman di area wisata.

Beragam kuliner lokal tersedia dengan harga ramah di kantong. Salah satunya nasi pecel yang dijual seharga Rp7.000 per porsi, lengkap dengan pilihan bakso dan aneka minuman. Para pedagang mengaku omzet mereka mulai meningkat sejak bendungan dibuka untuk wisata umum.

“Alhamdulillah, sejak dibuka ramai terus. Pengunjung datang dari berbagai daerah,” ujar salah satu pedagang setempat. Bahkan pada hari-hari awal pembukaan, jumlah pengunjung terus meningkat, terutama saat akhir pekan dan masa liburan.

Baca Juga: Sejarah Bandung Lautan Api: Ultimatum Sekutu, Kota Dibakar, hingga Lahirnya Lagu Halo-Halo Bandung

Potensi Wisata Baru Trenggalek

Para pengunjung mengaku puas dengan pengalaman berwisata di Bendungan Tugu. Selain pemandangan yang indah, fasilitas penunjang wisata juga cukup memadai. Kawasan yang luas memungkinkan wisata keluarga, komunitas, hingga rombongan pensiunan menikmati suasana dengan nyaman.

Dengan antusiasme masyarakat yang tinggi, Bendungan Tugu Trenggalek diprediksi akan menjadi ikon wisata baru Kabupaten Trenggalek. Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan penataan dan pengembangan agar potensi wisata ini dapat berkelanjutan dan semakin menarik wisatawan dari luar daerah.

Editor : Findika Pratama
#Bendungan Tugu gratis #Bendungan Tugu Trenggalek #Wisata alam Trenggalek #Bendungan Tugu dibuka untuk umum #Wisata Trenggalek terbaru