TRENGGALEK NJENGGELEK -Destinasi wisata Bendungan Tugu Trenggalek kembali menjadi sorotan wisatawan lokal pada awal Januari 2026. Waduk yang berada di perbatasan Kabupaten Trenggalek dan Ponorogo ini ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan hari libur, karena menawarkan pemandangan alam, akses yang relatif mudah, serta biaya kunjungan yang sangat terjangkau.
Berdasarkan penelusuran dari konten video yang diunggah pada 4 Januari, kawasan Bendungan Tugu Trenggalek menjadi alternatif favorit bagi masyarakat yang ingin berlibur tanpa harus merogoh kocek dalam. Pengunjung bahkan hanya dikenai biaya parkir kendaraan, tanpa tiket masuk resmi ke kawasan bendungan.
Seorang pengunjung yang melakukan perjalanan dari wilayah Sukorejo menuju Bendungan Tugu Trenggalek menyebutkan waktu tempuh sekitar satu jam. Akses jalan menuju lokasi dinilai cukup baik, meski masih terdapat beberapa lubang kecil. Namun secara umum, jalur menuju bendungan tergolong mulus dan aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Biaya Masuk Bendungan Tugu Trenggalek yang Terjangkau
Salah satu daya tarik utama Bendungan Tugu Trenggalek adalah biaya kunjungan yang murah. Pengunjung sepeda motor hanya dikenai tarif parkir sekitar Rp3.000, sedangkan kendaraan mobil berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000. Tidak ada tiket masuk tambahan, sehingga wisata ini kerap disebut “nyaris gratis” oleh wisatawan.
Area parkir motor dan mobil juga cukup luas, mampu menampung banyak kendaraan, terutama saat hari Minggu. Kondisi ini membuat Bendungan Tugu Trenggalek cocok dijadikan destinasi wisata keluarga yang ingin berhemat.
UMKM dan Wahana Permainan Jadi Daya Tarik Tambahan
Memasuki kawasan Bendungan Tugu Trenggalek, pengunjung langsung disambut deretan pedagang UMKM. Berbagai jajanan tersedia, mulai dari minuman, mi instan, sosis goreng, hingga camilan anak-anak. Kehadiran UMKM ini menambah kenyamanan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi warga sekitar.
Tak hanya itu, tersedia pula berbagai wahana permainan anak tradisional hingga modern. Mulai dari permainan klasik, area bermain anak, hingga mobil-mobilan remote control yang bisa dikendalikan sendiri atau dibantu orang tua. Fasilitas ini menjadikan Bendungan Tugu Trenggalek ramah untuk wisata keluarga.
Fasilitas Umum Lengkap dan Ramah Pengunjung
Untuk menunjang kenyamanan, pengelola Bendungan Tugu Trenggalek menyediakan fasilitas musala dan toilet umum. Toilet dikenakan biaya sukarela dalam jumlah kecil, yang dinilai wajar oleh pengunjung. Area sekitar bendungan juga menawarkan panorama alam yang menenangkan, cocok untuk bersantai dan melepas penat.
Meski demikian, akses menuju bagian bawah bendungan memiliki keterbatasan karena beberapa jalur buntu. Pengunjung disarankan menikmati panorama dari area yang telah disediakan demi keselamatan.
Teras Tugu, Kafe Viral dengan View Bendungan
Tak jauh dari gerbang Bendungan Tugu Trenggalek, terdapat destinasi kuliner yang sedang viral, yakni Teras Tugu. Lokasinya hanya sekitar 200 meter dari pintu masuk bendungan dan dapat dicapai dengan menyeberang lalu mengikuti jalur menanjak.
Teras Tugu menawarkan konsep kafe sederhana dengan pemandangan langsung ke bendungan. Menu yang disajikan pun tergolong ramah di kantong. Beberapa di antaranya sempol goreng, sosis, nugget, mi goreng, tahu telur, hingga minuman seperti es jeruk, dengan harga rata-rata Rp10.000 per porsi.
Dengan total biaya makan yang relatif murah, pengunjung bisa menikmati suasana alam Bendungan Tugu Trenggalek sambil bersantai di kafe yang sedang ramai diperbincangkan di media sosial.
Destinasi Favorit Wisata Hemat di Trenggalek
Kombinasi panorama alam, biaya parkir murah, fasilitas lengkap, serta kehadiran Teras Tugu menjadikan Bendungan Tugu Trenggalek sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah selatan Jawa Timur. Meski sederhana, kawasan ini mampu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah, terutama saat akhir pekan.
Pengunjung diimbau tetap menjaga kebersihan, mematuhi aturan, serta berhati-hati saat berwisata agar keindahan Bendungan Tugu Trenggalek tetap terjaga dan nyaman dinikmati bersama.
Editor : Ichaa Melinda Putri