Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Wisata Pantai Trenggalek 2025 Masih Jadi Primadona, Kunjungan Tembus 955 Ribu Meski Alami Penurunan

Ichaa Melinda Putri • Jumat, 16 Januari 2026 | 19:20 WIB

Wisata Pantai Trenggalek 2025 Masih Jadi Primadona, Kunjungan Tembus 955 Ribu Meski Alami Penurunan
Wisata Pantai Trenggalek 2025 Masih Jadi Primadona, Kunjungan Tembus 955 Ribu Meski Alami Penurunan

TRENGGALEK NJENGGELEK-Sektor wisata Trenggalek 2025 masih didominasi oleh destinasi pantai. Meski secara total jumlah pergerakan wisatawan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, minat masyarakat untuk berkunjung ke pantai-pantai di Trenggalek tetap tergolong tinggi.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Trenggalek, sepanjang tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata mencapai 900.407 orang. Sementara itu, jumlah wisatawan yang tercatat menginap di hotel mencapai 55.292 orang. Dengan demikian, total pergerakan wisatawan di Kabupaten Trenggalek selama 2025 tercatat sebanyak 955.729 orang.

Angka tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan capaian tahun 2024. Pada tahun sebelumnya, total pergerakan wisatawan di Trenggalek mencapai 1.116.467 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 1.054.191 kunjungan ke destinasi wisata dan 62.276 okupansi hotel.

Meski demikian, Kepala Disparbud Trenggalek Bambang menegaskan bahwa antusiasme wisatawan terhadap wisata pantai di Trenggalek masih sangat kuat. Hal itu tercermin dari data kunjungan yang menunjukkan pantai tetap menjadi tujuan utama wisatawan sepanjang 2025.

Pantai Mutiara dan Karanggongso Dominasi Kunjungan

Dalam data kunjungan wisata Trenggalek 2025, Pantai Mutiara kembali menjadi destinasi paling ramai dikunjungi. Sepanjang tahun 2025, Pantai Mutiara tercatat dikunjungi sebanyak 360.084 wisatawan. Meski angka tersebut menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 445.743 pengunjung, Pantai Mutiara tetap menempati posisi teratas sebagai objek wisata favorit.

Sementara itu, Pantai Pasir Putih Karanggongso menempati peringkat kedua dengan jumlah kunjungan 310.273 orang pada 2025. Angka ini juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 387.139 pengunjung.

“Kalau objek wisata, yang paling banyak dikunjungi masih Pantai Mutiara, baik di tahun 2024 maupun 2025,” ujar Bambang dalam keterangannya.

Dominasi pantai sebagai tujuan utama wisatawan menunjukkan bahwa daya tarik alam pesisir Trenggalek masih menjadi magnet utama, terutama bagi wisatawan lokal maupun regional.

Puncak Kunjungan Saat Libur Panjang

Disparbud Trenggalek mencatat puncak kunjungan wisatawan terjadi pada momen libur panjang. Periode Hari Raya Idul Fitri serta libur Natal dan Tahun Baru menjadi waktu dengan lonjakan wisatawan paling signifikan.

Pada momen tersebut, hampir seluruh destinasi pantai di Trenggalek dipadati pengunjung. Kondisi ini sekaligus menjadi penopang sektor pariwisata daerah di tengah tren penurunan total kunjungan tahunan.

Faktor Penurunan Wisatawan di 2025

Menurut Bambang, penurunan total kunjungan wisata Trenggalek 2025 dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satu penyebab utama adalah anomali cuaca. Intensitas hujan yang relatif tinggi dan terjadi hampir sepanjang tahun membuat sebagian wisatawan menunda atau membatalkan rencana perjalanan, khususnya ke destinasi alam terbuka seperti pantai.

Selain faktor cuaca, dibukanya Jalur Lintas Selatan (JLS) di wilayah Tulungagung dan Blitar juga turut memengaruhi pola pergerakan wisatawan. Kehadiran jalur tersebut memunculkan banyak destinasi wisata baru di sepanjang pesisir selatan, sehingga wisatawan memiliki lebih banyak alternatif tujuan.

“Wisatawan sekarang punya banyak pilihan. Dengan adanya JLS, muncul destinasi-destinasi baru yang membuat pergerakan wisatawan lebih tersebar,” jelas Bambang.

Persaingan Antar Daerah Kian Ketat

Faktor lain yang turut memengaruhi penurunan kunjungan adalah meningkatnya persaingan antar daerah. Banyak kabupaten dan kota lain di Jawa Timur yang menghadirkan destinasi wisata baru, terutama yang dikelola oleh investor swasta dengan konsep modern dan fasilitas lengkap.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Pemkab Trenggalek menilai sektor pariwisata masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Pantai-pantai di Trenggalek dinilai tetap memiliki daya saing kuat berkat keindahan alam dan karakter alami yang menjadi ciri khas.

Dengan evaluasi berbasis data kunjungan wisata Trenggalek 2025, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan strategi promosi dan pengembangan destinasi yang lebih adaptif, agar minat wisatawan kembali meningkat di tahun-tahun mendatang.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#pantai karanggongso #pantai trenggalek #Pariwisata Trenggalek #pantai mutiara #wisata trenggalek