Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Bendungan Tugu Trenggalek Resmi Dibuka untuk Umum, Masuk Gratis Cuma Bayar Parkir Rp2.000

Ichaa Melinda Putri • Minggu, 18 Januari 2026 | 13:00 WIB
Bendungan Tugu Trenggalek Resmi Dibuka untuk Umum, Masuk Gratis Cuma Bayar Parkir Rp2.000
Bendungan Tugu Trenggalek Resmi Dibuka untuk Umum, Masuk Gratis Cuma Bayar Parkir Rp2.000

TRENGGALEK NJENGGELEK-Setelah lama hanya bisa dinikmati dari kejauhan, Bendungan Tugu Trenggalek kini resmi dibuka untuk umum. Bendungan yang berada tepat di jalur nasional Ponorogo–Trenggalek ini mulai dibuka sebagai destinasi wisata sejak sepekan terakhir dan langsung menyedot perhatian masyarakat dari berbagai daerah.

Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme pengunjung cukup tinggi, meski bukan akhir pekan. Sejak pagi hingga siang hari, kendaraan pribadi, travel, hingga rombongan wisata tampak silih berganti memasuki kawasan bendungan. Menariknya, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, cukup membayar biaya parkir yang sangat terjangkau.

“Masuknya gratis, Mas. Cuma parkir saja. Motor Rp2.000, mobil Rp5.000,” ujar salah satu petugas parkir di pintu masuk kawasan Bendungan Tugu, Jumat (…).

Secara administratif, Bendungan Tugu berada di Desa Nglenggis, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 2014 dan resmi dioperasikan pada 2021 dengan total anggaran konstruksi mencapai Rp1,69 triliun. Selama hampir empat tahun beroperasi, bendungan ini sebelumnya belum dibuka secara bebas untuk masyarakat umum.

Bendungan Tugu memiliki panjang sekitar 475 meter dengan luas genangan mencapai 41,70 hektare, membendung aliran Sungai Keser. Fungsi utamanya meliputi irigasi pertanian, pengendalian banjir, penyediaan air baku, serta potensi pariwisata yang kini mulai dioptimalkan.

Sejak dibuka untuk umum, kawasan bendungan berubah menjadi ruang wisata terbuka yang menarik. Udara sejuk khas perbukitan, pemandangan air bendungan yang luas, serta lanskap hijau di sekelilingnya menjadi daya tarik utama. Meski pengunjung datang pada siang hari, suasana tetap terasa nyaman dan tidak panas.

“Datang jam 11 siang, tapi tetap sejuk. Anginnya enak, nggak sumuk sama sekali,” ujar salah satu pengunjung asal Kediri yang datang bersama rombongan komunitas pensiunan.

Lokasi Bendungan Tugu yang berada tepat di pinggir jalan nasional membuatnya mudah diakses. Banyak rombongan wisata yang melintas dari arah Ponorogo maupun Trenggalek sengaja mampir untuk beristirahat, berfoto, atau sekadar menikmati pemandangan.

Tak hanya menjadi tempat rekreasi, dibukanya Bendungan Tugu untuk umum juga berdampak langsung pada perekonomian warga sekitar. Warga Desa Nglenggis—yang dulunya merupakan korban relokasi pembangunan bendungan—kini justru merasakan manfaat ekonomi dari geliat wisata.

Sejumlah warung makanan dan minuman mulai bermunculan di dalam kawasan wisata. Menu yang ditawarkan pun ramah di kantong, mulai dari nasi pecel, bakso, gorengan, hingga aneka minuman. Harga seporsi nasi pecel, misalnya, hanya dibanderol sekitar Rp7.000.

“Alhamdulillah sekarang mulai ramai. Pengunjungnya banyak, apalagi karena masuknya gratis,” ujar salah satu pedagang yang berjualan di area bendungan.

Mayoritas pedagang merupakan warga lokal Desa Nglenggis. Mereka berharap kawasan wisata Bendungan Tugu dapat terus dikembangkan agar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

Pengunjung pun menyambut positif dibukanya akses ke dalam kawasan bendungan. Selama ini, mereka hanya bisa melihat bendungan dari tepi jalan nasional tanpa bisa menikmati suasana dari dekat.

“Dulu cuma bisa lihat dari luar. Sekarang bisa masuk, lihat langsung keindahannya. Bangga sekali,” kata seorang pengunjung asal Trenggalek.

Ke depan, masyarakat berharap pengelolaan wisata Bendungan Tugu terus ditingkatkan, baik dari sisi fasilitas, kenyamanan, maupun promosi. Dengan potensi alam yang dimiliki, Bendungan Tugu diyakini bisa menjadi ikon wisata baru Kabupaten Trenggalek sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Bendungan Tugu Trenggalek #Wisata alam Trenggalek #Wisata Gratis #wisata bendungan #wisata trenggalek