TRENGGALEK NJENGGELEK - Jalur Lintas Selatan Tulungagung–Trenggalek atau yang dikenal sebagai JLS kini semakin menjadi primadona, bukan hanya sebagai jalur penghubung antardaerah, tetapi juga destinasi wisata perjalanan yang menawarkan panorama laut selatan Jawa yang memukau. Jalan nasional ini membentang dari wilayah Besuki, Tulungagung, hingga tembus ke kawasan Karanggongso, Trenggalek, dengan kontur jalan naik turun dan pemandangan khas pesisir selatan.
Berdasarkan dokumentasi perjalanan sebuah video YouTube, JLS Tulungagung–Trenggalek memiliki karakter jalan yang lebar, aspal relatif halus, dua arah dengan marka jelas, serta tikungan panjang yang menantang namun tetap nyaman untuk dilalui. Jalur ini kerap dimanfaatkan wisatawan, khususnya pengendara motor dan bus pariwisata, untuk menuju pantai-pantai populer di pesisir selatan.
JLS Tulungagung–Trenggalek, Jalur Strategis Pesisir Selatan
Keberadaan Jalur Lintas Selatan Tulungagung–Trenggalek membawa perubahan signifikan bagi wilayah selatan Jawa Timur. Jika dahulu akses menuju pantai-pantai selatan dikenal sempit dan berliku, kini JLS membuka konektivitas yang lebih cepat dan aman. Dampaknya langsung terasa pada sektor pariwisata, UMKM, hingga distribusi hasil laut dan pertanian warga pesisir.
Sepanjang jalur JLS wilayah Tulungagung, pengendara disuguhi vegetasi semak dan pepohonan khas pantai dengan kontur tanah berbukit. Meski beberapa titik jalan mulai menunjukkan tambalan akibat usia aspal, secara umum kondisi jalur masih layak dan nyaman dilalui.
Panorama Laut Selatan dan Rest Area di Sepanjang JLS
Memasuki area pesisir, pemandangan laut selatan mulai terlihat meski sebagian tertutup vegetasi. Di sejumlah titik, tersedia rest area dan warung warga yang memungkinkan pengendara berhenti sejenak menikmati panorama laut dari atas tebing. Kehadiran warung oleh-oleh, penjual buah, hingga kafe sederhana menjadi bukti tumbuhnya ekonomi lokal di sepanjang jalur ini.
Salah satu titik yang ramai dikunjungi wisatawan adalah kawasan sekitar Pantai Gemah. Pantai ini dikenal sebagai pantai paling ramai di jalur JLS Tulungagung karena aksesnya yang sangat dekat dengan jalan utama. Pantai Gemah memiliki pasir gelap khas pantai selatan dan ombak yang cukup besar, dengan fasilitas wisata yang relatif lengkap, mulai dari warung makan, ATV, hingga spot foto.
Pantai Gemah, Gerbang Wisata Pantai Selatan Tulungagung
Pantai Gemah kerap disebut sebagai gerbang wisata pantai selatan Tulungagung. Pada akhir pekan dan hari libur, kawasan ini dipadati kendaraan pribadi hingga bus pariwisata. Kepadatan tersebut menunjukkan tingginya minat wisatawan yang memanfaatkan kemudahan akses dari Jalur Lintas Selatan.
Selain Pantai Gemah, jalur ini juga menghubungkan wisatawan ke Pantai Klatak yang terkenal dengan batu-batu bulat besar di bibir pantai. Nama Klatak diyakini berasal dari suara benturan batu dengan ombak. Pantai ini juga kerap dijadikan lokasi camping ringan karena area pantainya yang luas dan terbuka.
Memasuki Wilayah Trenggalek, Lanskap Lebih Hijau dan Dramatis
Saat memasuki wilayah JLS Trenggalek, perubahan lanskap terasa cukup kontras. Vegetasi menjadi lebih lebat dan hijau, dengan tebing-tebing batu kapur yang menjulang di sisi jalan. Secara geologi, kawasan selatan Tulungagung hingga Trenggalek memang didominasi batuan kapur hasil endapan laut purba.
Kondisi ini menciptakan tebing berlapis yang tampak dramatis, namun juga menuntut kewaspadaan, terutama saat musim hujan karena potensi licin dan longsor. Pengendara diimbau tetap menjaga kecepatan dan jarak aman, mengingat JLS kini semakin ramai dilalui kendaraan dari berbagai daerah.
Akhir Perjalanan di Pertigaan Karanggongso
Perjalanan menyusuri Jalur Lintas Selatan Tulungagung–Trenggalek berakhir di pertigaan Karanggongso. Dari titik ini, wisatawan dapat memilih arah menuju Pantai Karanggongso, Pantai Pasir Putih, Pantai Mutiara, atau melanjutkan perjalanan ke kawasan Prigi.
Keberadaan JLS tidak hanya mempercantik wajah pesisir selatan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Jalur ini kini menjadi saksi perubahan kawasan selatan yang dulu terisolasi, menjadi koridor wisata yang hidup dan terus berkembang.
Editor : Axsha Zazhika