Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Liburan Bandung 2 Hari 1 Malam Awal 2025, Kuliner Legendaris Braga hingga Hidden Gem Kineruku yang Bikin Betah

Findika Pratama • Rabu, 21 Januari 2026 | 13:00 WIB

Liburan Bandung 2 Hari 1 Malam Awal 2025, Kuliner Legendaris Braga hingga Hidden Gem Kineruku yang Bikin Betah
Liburan Bandung 2 Hari 1 Malam Awal 2025, Kuliner Legendaris Braga hingga Hidden Gem Kineruku yang Bikin Betah

TRENGGALEK NJENGGELEK  – Kota Bandung kembali menjadi destinasi favorit wisatawan pada awal 2025. Konsep liburan Bandung 2 hari 1 malam masih menjadi pilihan ideal bagi pelancong dari Jakarta dan sekitarnya yang ingin melepas penat tanpa harus mengambil cuti panjang. Hal ini tergambar dalam perjalanan wisata yang dibagikan melalui kanal YouTube Junior Paramita.

Perjalanan dimulai dari Stasiun Gambir menggunakan kereta api menuju Stasiun Bandung. Dengan sistem face recognition, proses keberangkatan berlangsung praktis tanpa perlu mencetak tiket. Setibanya di Bandung pada pagi hari, agenda utama langsung difokuskan pada wisata kuliner legendaris.

Tujuan pertama adalah Cuanki Stasiun yang lokasinya tak jauh dari Stasiun Bandung. Sayangnya, kedai tersebut belum buka karena masih terlalu pagi. Rencana sarapan pun dialihkan ke Warung Nasi Ibu Imas, salah satu ikon kuliner Sunda yang selalu ramai pengunjung. Menariknya, pada pukul 10 pagi suasana warung masih relatif sepi, sebuah kondisi yang jarang terjadi.

Baca Juga: Hutan Wingit Wonorejo Ternyata Simpan Teror Maut, Survei Proyek Berujung Hilangnya Mahasiswa dan Misteri Sajen yang Dilanggar

Menu yang dipesan cukup sederhana namun mengenyangkan, mulai dari nasi dengan telur, jukut, hingga ayam bakar. Rasa sambal khas Ibu Imas disebut sangat nendang dan cocok untuk menu sarapan yang mampu bertahan hingga sore hari. Usai makan, perjalanan dilanjutkan dengan jajan cireng isi ayam yang dijual di sekitar lokasi.

Agenda berikutnya berlanjut ke kawasan Braga. Di area ini, wisatawan mencoba mencari hidden gem berupa coffee shop yang tersembunyi di balik gang sempit. Sayangnya, beberapa tempat masih tutup sehingga rencana berubah menjadi foto box di Snapline Braga, yang berada di pinggir jalan dan mudah dijangkau.

Masih di Braga, rombongan singgah di Kopi Canant, salah satu tempat nongkrong yang mulai populer sejak 2024. Kafe ini menawarkan area indoor, outdoor, dan semi outdoor dengan harga menu yang relatif terjangkau. Tempatnya luas dan nyaman, cocok untuk melepas lelah sebelum kembali melanjutkan wisata kuliner.

Baca Juga: Terungkap di PN Surabaya, Dua Saksi Pastikan Dokumen RUPS PT Jawa Pos Pernah Diserahkan ke Dahlan Iskan

Menjelang sore, perjalanan berlanjut ke Dumuk Bareto, sebuah rumah makan khas Sunda dengan konsep pedesaan. Pengunjung dapat mengambil makanan secara prasmanan dengan pilihan menu yang sangat beragam. Suasana sejuk, ornamen jadul, serta rasa masakan yang autentik membuat tempat ini cocok untuk makan bersama keluarga.

Malam hari dihabiskan dengan beristirahat di penginapan bertema unik di kawasan Bandung. Karena kondisi Braga yang padat dan hujan, eksplorasi malam dibatalkan dan diganti dengan menikmati suasana penginapan yang estetik. Makan malam pun dipesan melalui layanan daring.

Memasuki hari kedua, sarapan lontong kari khas Bandung menjadi pembuka aktivitas. Setelah check-out, perjalanan kembali mengarah ke Braga untuk urusan tertentu sebelum singgah ke kawasan Dago, tepatnya ke Kineruku. Tempat ini dikenal sebagai ruang baca sekaligus kafe yang mengusung suasana tenang dan homey.

Baca Juga: Teror Angkot Setan Jatinangor: Pengalaman Mahasiswa Naik Angkot Kosong Tengah Malam, Penumpangnya Muncul Tiba-Tiba

Di Kineruku, pengunjung diwajibkan menitipkan barang dan benar-benar diajak menikmati waktu tanpa gangguan. Selain koleksi buku yang lengkap, tersedia juga kafe kecil dengan menu sederhana namun lezat. Suasana sejuk dan suara burung membuat tempat ini cocok untuk bersantai dan melepas penat.

Sebelum kembali ke Jakarta, agenda yang sempat tertunda akhirnya terwujud, yakni mencicipi Cuanki Stasiun. Dengan harga mulai belasan ribu rupiah, cuanki ini disebut memiliki kuah gurih, bakso kenyal, dan isian yang memuaskan. Lokasinya yang dekat stasiun membuatnya ideal sebagai kuliner penutup.

Menunggu jadwal kereta malam, wisatawan singgah di kafe Hotel Gari yang berada tepat di seberang Stasiun Bandung. Harga minuman yang ramah kantong serta fasilitas colokan listrik menjadikannya tempat strategis untuk menunggu keberangkatan.

Dengan rangkaian agenda tersebut, konsep liburan Bandung 2 hari 1 malam dinilai cukup untuk menikmati kuliner, suasana kota, hingga hidden gem yang menenangkan tanpa terburu-buru.

Editor : Findika Pratama
#hidden gem bandung #liburan Bandung 2 hari 1 malam #braga bandung #kuliner bandung #wisata bandung 2025