TRENGGALEK NJENGGELEK-Desa Wisata Jajar perlahan menjelma menjadi destinasi berbasis budaya dan ekonomi kreatif yang menjanjikan. Terletak di kawasan perbukitan dengan hamparan persawahan luas serta sumber air yang melimpah, desa ini menawarkan kombinasi keindahan alam, kuliner khas, dan tradisi lokal yang terus dijaga oleh warganya.
Keindahan alam Desa Wisata Jajar langsung terasa sejak memasuki wilayah desa. Jajaran perbukitan yang menjulang, sawah hijau yang terbentang luas, serta aliran air yang mengalir deras menjadi lanskap utama kehidupan masyarakat. Tak hanya menjadi ruang hidup, alam juga menjadi sumber inspirasi bagi berkembangnya potensi wisata dan ekonomi warga.
Kuliner Sumpil, Cita Rasa Khas Desa Jajar
Salah satu daya tarik utama Desa Wisata Jajar terletak pada kuliner tradisionalnya, yakni sumpil. Makanan ini berbahan dasar lontong yang disajikan bersama sayur, namun memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan makanan serupa di daerah lain. Sumpil dibungkus menggunakan daun pisang sehingga aroma dan rasanya lebih autentik.
Keunikan lainnya terletak pada lauk pendampingnya. Sumpil disajikan bersama tempe goreng berbentuk persegi panjang yang dibalut tepung, menciptakan sensasi renyah yang berpadu dengan gurihnya sayur. Kuliner ini menjadi representasi identitas desa sekaligus produk lokal yang diharapkan mampu menarik minat wisatawan.
Anyaman Simpai hingga Kerajinan Bernilai Ekspor
Tak hanya kuat di sektor kuliner, Desa Wisata Jajar juga dikenal memiliki potensi ekonomi kreatif yang berkembang pesat. Produk kerajinan tangan berupa anyaman simpai menjadi salah satu komoditas unggulan yang bahkan telah menembus pasar ekspor ke berbagai negara.
Di desa ini, kerajinan bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak warga yang menekuni seni dan keterampilan tradisional, mulai dari seniman lukis seperti Mbah Wito, pandai besi, hingga pengrajin batu akik. Keberagaman keahlian tersebut menjadi modal sosial yang memperkuat ekosistem ekonomi desa.
Umbulan Karang, Studio Alam Bernuansa Eksotis
Sebagai desa yang mengusung konsep wisata berbasis alam, Desa Wisata Jajar memiliki lokasi unggulan bernama Umbulan Karang. Tempat ini merupakan tanah lapang yang ditumbuhi pepohonan besar dengan suasana alami yang masih asri.
Nuansa eksotisme Umbulan Karang menjadikannya cocok untuk berbagai aktivitas luar ruang. Mulai dari camping, kegiatan komunitas, hingga sesi foto alam terbuka. Dedaunan rendah dan rumput hijau yang tumbuh rimbun memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung yang ingin menikmati ketenangan desa.
Gerakan Usaha Mandiri Warga Bangkitkan Ekonomi
Pengembangan Desa Wisata Jajar tidak lepas dari semangat kolektif masyarakatnya. Melalui gerakan usaha mandiri warga, desa ini mendorong agar produk lokal seperti makanan tradisional, jajanan pasar, dan hasil kerajinan dapat dipasarkan lebih luas ke masyarakat.
Konsep desa wisata menjadi wadah untuk menggerakkan ekonomi generasi berkah, di mana warga terlibat langsung dalam pengelolaan dan pengembangan potensi desa. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya terpusat pada segelintir pihak, tetapi dirasakan secara merata.
Tradisi Tiban dan Warisan Leluhur Tetap Terjaga
Selain ekonomi dan pariwisata, Desa Wisata Jajar juga berupaya menghidupkan kembali tradisi-tradisi yang diwariskan oleh leluhur. Salah satunya adalah tradisi Tiban yang menjadi ciri khas desa. Tradisi ini memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat serta menjadi identitas masyarakat setempat.
Melalui pengembangan desa wisata, berbagai tradisi lokal diharapkan tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda. Upaya ini sekaligus menjadikan budaya sebagai daya tarik wisata yang bernilai edukatif.
Dengan kekayaan alam, kuliner khas, kerajinan bernilai ekspor, serta tradisi yang terjaga, Desa Wisata Jajar menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Desa ini menjadi contoh bagaimana potensi lokal mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Editor : Ichaa Melinda Putri