Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Snorkeling Menjangan Banyuwangi Bikin Takjub: Potensi Wisata Besar, Tapi Perlu “Game Plan” Agar Turis Tak Lari ke Bali

Anggi Septian A.P. • Minggu, 25 Januari 2026 | 14:34 WIB
Snorkeling Menjangan Banyuwangi dinilai luar biasa, tapi perlu kemasan rute wisata agar turis tak hanya memilih Bali.
Snorkeling Menjangan Banyuwangi dinilai luar biasa, tapi perlu kemasan rute wisata agar turis tak hanya memilih Bali.

JAKARTA - Snorkeling Menjangan Banyuwangi kembali menjadi sorotan setelah pengalaman seorang pelancong yang untuk kedua kalinya menikmati kejernihan bawah laut di kawasan tersebut. Ia menyebut, spot ini luar biasa indah, bahkan aksesnya dinilai lebih mudah dari Banyuwangi dibanding dari Bali.

Photo
Photo

Kunjungan terbarunya ke Pulau Menjangan dilakukan saat air laut sedang sangat jernih. Berbeda dengan pengalaman empat tahun lalu saat kondisi laut keruh.

Ia menilai, snorkeling Menjangan Banyuwangi adalah salah satu spot bawah laut terbaik yang dimiliki Indonesia, namun belum dikemas maksimal sebagai paket wisata terintegrasi.

Menurutnya, Banyuwangi memiliki banyak destinasi hebat seperti Kawah Ijen, Baluran, De Djawatan, hingga Menjangan.

Masalahnya, lokasi-lokasi tersebut berjauhan sehingga wisatawan tidak bisa menikmati banyak spot dalam waktu singkat seperti saat berwisata di Bali.

Akses Menjangan Lebih Mudah dari Bali

Secara geografis, Pulau Menjangan memang lebih dekat dijangkau dari Banyuwangi melalui Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk. Dari titik tersebut, lokasi snorkeling relatif dekat.

Ia menyoroti bahwa saat ini hanya ada dua spot snorkeling utama di Menjangan. Padahal, potensi kawasan tersebut bisa dikembangkan menjadi lebih banyak titik aktivitas, seperti tambahan spot snorkeling, spot memancing ramah keluarga, hingga konsep wisata kuliner laut.

“Kalau cuma dua spot, rasanya kurang. Harusnya bisa ditambah pengalaman lain supaya wisatawan merasa satu perjalanan itu sangat puas,” ujarnya.

Wisata Banyuwangi Perlu Dikemas Seperti “Paket Jadi”

Ia membandingkan dengan pengalaman snorkeling di Gili Trawangan, Lombok.

Dalam satu perjalanan, wisatawan bisa mendapat tiga spot snorkeling sekaligus, termasuk makan di pulau lain sebagai bagian dari pengalaman wisata.

Konsep seperti ini dinilai bisa diterapkan di Banyuwangi.

Misalnya, setelah snorkeling, wisatawan diarahkan makan di pulau atau lokasi unik, bukan kembali ke titik awal. Pengalaman perjalanan menjadi lebih berkesan, bukan sekadar datang lalu pulang.

Photo
Photo

Menurutnya, yang kurang dari pariwisata Banyuwangi bukan pada keindahan alam, melainkan pada perencanaan alur wisata atau “game plan” perjalanan wisatawan.

Perlu Sistem Rekomendasi Rute Wisata Sesuai Waktu dan Budget

Ia mengusulkan agar Dinas Pariwisata Banyuwangi membuat semacam sistem rekomendasi sederhana bagi wisatawan.

Misalnya, wisatawan mengisi durasi liburan (2 hari, 3 hari), minat wisata (laut, gunung, hutan), serta budget penginapan.

Dari situ, sistem bisa menyarankan rute paling ideal sehingga wisatawan bisa menikmati beberapa destinasi tanpa merasa kelelahan di perjalanan.

“Bukan bikin spot baru, tapi bikin alur yang membuat perjalanan itu terasa padat pengalaman,” jelasnya.

Spot Pelengkap Bisa Jadi Kunci

Selain destinasi utama, ia menilai perlu ada spot pelengkap di antara perjalanan jauh.

Misalnya pasar seni, sentra kuliner tradisional, atau wisata buatan sederhana yang bisa menjadi titik singgah sebelum menuju lokasi utama berikutnya.

Hal ini penting agar wisatawan tidak merasa sudah menempuh perjalanan 1,5 jam hanya untuk satu spot saja.

Ia juga mencontohkan konsep wisata memancing keluarga seperti di Johor, Malaysia, yang dikemas dengan pengalaman menginap, memancing malam, hingga aktivitas pagi hari.

Pengalaman seperti ini menurutnya bisa diterapkan di perairan Banyuwangi yang sangat kaya.

Snorkeling dan Mancing sebagai Wisata Edukatif

Kecintaannya pada snorkeling dan memancing bukan sekadar hobi. Ia mengaku, aktivitas tersebut membuatnya semakin menyadari betapa kayanya alam Indonesia.

Photo
Photo

Terumbu karang, ikan-ikan kecil, hingga ekosistem laut memberi rasa syukur tersendiri.

Bahkan, ia sengaja mengajak anak-anaknya memancing sebagai bentuk aktivitas positif agar tidak kecanduan gadget.

“Ini life skill. Anak-anak jadi tahu ada aktivitas menyenangkan di luar gadget,” katanya.

Harapan untuk Pengelola Wisata Banyuwangi

Ia berharap pemerintah daerah dan dinas pariwisata bisa lebih fokus membenahi kemasan wisata, bukan hanya mengandalkan keindahan alam semata.

Banyuwangi dinilai sudah punya semua modal besar, tinggal bagaimana menyusunnya menjadi pengalaman wisata yang utuh.

Dengan pengemasan yang tepat, snorkeling Menjangan Banyuwangi dan destinasi lainnya diyakini bisa menjadi magnet wisata yang tak kalah dari Bali.(*)

Editor : Anggi Septian A.P.
#wisata banyuwangi #snorkeling Menjangan Banyuwangi #kawah ijen #baluran #pulau menjangan