JAKARTA - Snorkeling Menjangan Banyuwangi menjadi puncak perjalanan wisata pasangan traveler yang menjelajah ujung timur Pulau Jawa selama 3 hari 2 malam. Berangkat dari Semarang menggunakan kereta api, mereka membuktikan bahwa liburan ke Banyuwangi bisa hemat, fleksibel, dan penuh destinasi ikonik dalam satu rangkaian perjalanan.
Perjalanan dimulai dari Stasiun Tawang Semarang menuju Stasiun Banyuwangi Kota menggunakan Kereta Blambangan Express rute Pasar Senen–Ketapang.
Kereta ini dipilih karena fasilitasnya nyaman, kursi lega, dan cocok untuk perjalanan malam sambil beristirahat menikmati pemandangan.
Tiba sekitar pukul 05.00 pagi di Banyuwangi, keduanya memilih transit di penginapan dekat stasiun sebelum memulai eksplorasi.
Snorkeling Menjangan Banyuwangi sudah masuk daftar utama, namun hari pertama diisi dengan pemanasan menjelajah destinasi darat.
Setelah sarapan, mereka menyewa motor seharga Rp80.000 per hari.
Pilihan ini dinilai paling efisien karena murah, fleksibel, dan memudahkan akses ke banyak lokasi wisata yang berjauhan.
De Djawatan, Hutan Trembesi Berusia Ratusan Tahun
Destinasi awal adalah Hutan De Djawatan. Kawasan ini dikenal dengan pohon trembesi raksasa peninggalan era Belanda yang diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun.
Suasana rindang dan magis membuat lokasi ini sangat fotogenik.
Namun, pengunjung yang ingin menerbangkan drone perlu izin khusus dengan biaya tambahan.
Meski begitu, keindahan visual di darat sudah lebih dari cukup untuk dinikmati.
Menginap Dekat Ketapang, Siap ke Menjangan
Selama dua malam, mereka menginap di penginapan dekat Stasiun Ketapang dengan tarif mulai Rp250.000 per malam.
Lokasi ini strategis karena dekat dengan titik penyeberangan menuju Pulau Menjangan dan Tabuhan.
Hari ketiga menjadi momen yang paling dinanti: snorkeling Menjangan Banyuwangi melalui open trip dari Grand Watu Dodol.
Sebelum berangkat, peserta mendapat briefing keselamatan dan perlengkapan pelampung.
Satu kapal diisi sekitar 14 orang dari berbagai daerah. Perjalanan laut ini mengarah ke Pulau Menjangan yang secara administratif masuk Taman Nasional Bali Barat.
Pulau Menjangan dan Spot Snorkeling Favorit
Setiba di Pulau Menjangan, suasana alami langsung terasa. Rusa liar yang menjadi ikon pulau terlihat berkeliaran.
Pengunjung diingatkan untuk menghormati aturan setempat, termasuk larangan menerbangkan drone.
Tak jauh dari pulau, rombongan langsung menuju spot snorkeling. Air laut yang jernih memperlihatkan keindahan terumbu karang dan ikan-ikan warna-warni.
Bagi pemula, cukup menggunakan kacamata renang tanpa snorkel untuk menghindari risiko kemasukan air laut.
Pengalaman snorkeling Menjangan Banyuwangi ini dilanjutkan dengan makan siang bersama di atas kapal yang sudah termasuk dalam paket open trip.
Pulau Tabuhan dan Baluran
Perjalanan dilanjutkan ke Pulau Tabuhan yang terkenal dengan pasir putih dan angin kencang khas selat Bali.
Spot ini cocok untuk bersantai setelah aktivitas air.
Selain wisata laut, mereka juga menyempatkan diri mengunjungi Taman Nasional Baluran. Pengunjung diingatkan berhati-hati dengan monyet liar yang sering mendekati kendaraan untuk mencari makanan.
Baluran menawarkan suasana savana luas yang dijuluki “Africa van Java”. Lanskap ini menjadi penutup sempurna sebelum perjalanan kembali ke kota.
Transportasi Mudah, Rute Fleksibel
Banyuwangi dinilai sangat ramah bagi wisatawan mandiri.
Akses kereta langsung ke kota, banyak pilihan penginapan dekat stasiun, serta penyewaan motor yang mudah ditemukan menjadi nilai plus.
Dalam 3 hari 2 malam, mereka berhasil mengunjungi De Djawatan, Pulau Menjangan, Pulau Tabuhan, dan Baluran tanpa terburu-buru.
Perjalanan berakhir di Stasiun Ketapang untuk kembali ke Semarang dengan tubuh lelah namun pengalaman penuh.
Banyuwangi membuktikan diri sebagai destinasi lengkap: hutan, savana, dan laut dalam satu paket perjalanan. Dan snorkeling Menjangan Banyuwangi menjadi highlight yang paling membekas.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.