TRENGGALEK NJENGGELEK-Desa Surowiti Gresik menjadi salah satu kampung paling unik di Jawa Timur. Terletak di puncak Bukit Surowiti dengan ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut (MDPL), desa ini benar-benar berdiri di atas gunung dengan akses jalan yang menanjak, berkelok, dan curam seperti jalur ular.
Perjalanan menuju Desa Surowiti Gresik tidak mudah. Sejak dari kaki bukit, pengunjung harus melewati jalur sempit yang terus menanjak hingga mencapai puncak. Namun, rasa lelah langsung terbayar ketika sampai di atas. Dari puncak Bukit Surowiti, hamparan pemandangan alam Kabupaten Gresik terlihat jelas dari ketinggian, menghadirkan panorama yang jarang ditemui di desa lain.
Sesampainya di puncak, suasana kampung langsung terasa hidup. Rumah-rumah warga Desa Surowiti terlihat besar dan tertata rapi. Aktivitas masyarakat berlangsung seperti desa pada umumnya, mulai dari anak-anak bermain, warga bercengkerama, hingga ibu-ibu menyiapkan aktivitas sore hari.
Menariknya, meski berada di atas gunung, sinyal telekomunikasi di Desa Surowiti Gresik tergolong lancar. Keberadaan tower pemancar membuat warga tetap terhubung dengan dunia luar. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Kondisi rumah warga yang relatif besar menjadi bukti bahwa kehidupan ekonomi masyarakat Desa Surowiti cukup baik. Meski harus naik turun jalur ekstrem setiap hari, warga sudah terbiasa dengan medan tersebut. Bahkan, banyak warga yang menggunakan sepeda motor untuk mobilitas harian, meskipun jalurnya sempit dan berkelok.
Anak-anak di desa ini juga tumbuh dengan lingkungan alam yang keras namun menyenangkan. Mereka terlihat tetap ceria, bermain, dan beraktivitas tanpa mengeluh, meski harus berjalan di jalanan curam sejak kecil.
Salah satu daya tarik utama Desa Surowiti Gresik adalah nuansa religius yang kental. Desa ini diyakini memiliki keterkaitan dengan Sunan Kalijaga, salah satu Wali Songo. Warga setempat secara turun-temurun mempercayai bahwa di kawasan Gunung Surowiti terdapat makam Sunan Kalijaga.
Nama jalan utama di desa ini bahkan disebut sebagai Jalan Sunan Kalijaga. Selain itu, terdapat Masjid Raden Sahid, nama kecil Sunan Kalijaga, yang menjadi pusat kegiatan keagamaan warga. Kepercayaan ini menjadi bagian dari identitas spiritual masyarakat Desa Surowiti hingga kini.
Selain nilai religius, Desa Surowiti juga mempertahankan unsur budaya Jawa. Salah satunya terlihat dari bangunan balai desa yang masih menggunakan pintu gebyok kayu tua dengan ukiran khas Jawa. Keberadaan elemen tradisional ini memperkuat kesan desa adat yang masih memegang teguh warisan leluhur.
Tak hanya itu, interaksi antarwarga masih terasa hangat dan akrab. Percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Jawa halus, mencerminkan kuatnya nilai sopan santun dan kearifan lokal.
Bukit Surowiti juga dikenal sebagai destinasi wisata alam di Gresik. Pengunjung yang ingin mencapai puncak dapat menggunakan jasa ojek dengan tarif sekitar Rp15.000 hingga puncak. Jika hanya sampai titik tertentu, tarifnya lebih murah. Jalur tangga yang jumlahnya puluhan hingga ratusan anak tangga menjadi tantangan tersendiri bagi wisatawan.
Meski loket wisata memiliki jam operasional tertentu, akses ke desa tetap terbuka karena kawasan tersebut juga merupakan pemukiman warga. Pengunjung diimbau tetap berhati-hati, terutama saat sore hari atau ketika kondisi cuaca kurang bersahabat.
Meski luas wilayah Desa Surowiti Gresik tidak terlalu besar dan terbilang padat, daya tariknya justru terletak pada keunikan geografis, kehidupan sosial yang harmonis, serta nilai sejarah dan religius yang menyertainya. Desa di puncak gunung ini menjadi bukti bahwa keterbatasan akses tidak menghalangi masyarakat untuk hidup makmur dan menjaga tradisi.
Editor : Anggi Septiani