Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

UNESCO Global Geopark Indonesia: Dari Danau Toba hingga Meratus, 10 Taman Bumi Kelas Dunia yang Menyimpan Kisah Purba Nusantara

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Senin, 26 Januari 2026 | 18:20 WIB
UNESCO Global Geopark Indonesia: Dari Danau Toba hingga Meratus, 10 Taman Bumi Kelas Dunia yang Menyimpan Kisah Purba Nusantara
UNESCO Global Geopark Indonesia: Dari Danau Toba hingga Meratus, 10 Taman Bumi Kelas Dunia yang Menyimpan Kisah Purba Nusantara

TRENGGALEK NJENGGELEK – Indonesia bukan sekadar negeri kepulauan yang kaya panorama. Lebih dari itu, Indonesia adalah mozaik raksasa warisan bumi yang dibentuk oleh api, air, dan pergerakan lempeng tektonik selama jutaan tahun. Kekayaan itu kini diakui dunia melalui status UNESCO Global Geopark Indonesia, sebuah predikat bergengsi bagi kawasan dengan nilai geologi, hayati, dan budaya luar biasa.

Dalam dokumenter terbaru yang menelusuri Nusantara dari barat hingga timur, terungkap bagaimana UNESCO Global Geopark Indonesia bukan hanya menyuguhkan keindahan visual, tetapi juga menyimpan kisah purba tentang sejarah planet ini. Dari danau kaldera raksasa, bentang karst purba, hingga gunung api aktif, semuanya menjadi halaman hidup dari buku sejarah bumi.

Danau Toba, Jejak Supervolkano Dunia

Di jantung Pulau Sumatera, Danau Toba berdiri sebagai kaldera terbesar di dunia. Terbentuk sekitar 74 ribu tahun lalu akibat letusan supervolkano dahsyat, kawasan ini kini menjadi bagian penting dari UNESCO Global Geopark Indonesia. Jejak letusan tersebut masih terekam jelas pada lapisan batuan, bentang alam, hingga kehidupan masyarakat Batak yang tumbuh selaras dengan alam.

Danau Toba bukan sekadar situs geologi, tetapi ruang hidup yang memadukan warisan alam dan budaya. Setiap bukit dan lembahnya adalah saksi perubahan iklim global yang pernah mengguncang dunia.

Gunung Sewu dan Raja Ampat, Harmoni Karst Purba

Gunung Sewu Geopark membentang di tiga provinsi: DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Ribuan bukit karst yang terbentuk selama lebih dari 20 juta tahun menjadikannya salah satu kawasan karst terluas di Asia Tenggara. Gua Jomblang, sungai bawah tanah, hingga Pantai Klayar menjadi bukti dinamika geologi yang masih hidup.

Sementara itu, Raja Ampat Geopark di Papua Barat menghadirkan lanskap karst purba yang berpadu dengan laut paling kaya biodiversitas di dunia. Di bawah permukaan airnya hidup ribuan spesies ikan dan karang, menjadikan Raja Ampat simbol sempurna perpaduan geologi dan kehidupan.

Rinjani dan Batur, Api yang Menghidupi Budaya

Gunung Rinjani di Lombok dan Batur di Bali menunjukkan bagaimana aktivitas vulkanik membentuk peradaban. Kaldera Rinjani dengan Danau Segara Anak menjadi ruang spiritual masyarakat Sasak, sementara Gunung Baru Jari di tengah danau memperlihatkan bumi yang masih “bernapas”.

Batur Geopark menghadirkan kaldera ganda, Danau Batur, serta desa Bali Aga seperti Trunyan yang menjaga tradisi pemakaman kuno. Di kawasan ini, UNESCO Global Geopark Indonesia memperlihatkan hubungan sakral manusia dan alam yang masih lestari.

Ijen, Ciletuh, hingga Meratus: Warisan yang Dijaga Manusia

Ijen Geopark di Jawa Timur terkenal dengan danau kawah asam terbesar di dunia dan fenomena blue fire yang langka. Di balik keindahan ekstrem itu, terdapat kisah para penambang belerang yang mempertaruhkan nyawa demi penghidupan.

Ciletuh Geopark di Sukabumi menyuguhkan amfiteater alami raksasa dan batuan berusia lebih dari 65 juta tahun, lebih tua dari Pulau Jawa sendiri. Air terjun dan budaya Sunda yang hidup menjadikan kawasan ini ruang belajar alam terbuka.

Sementara Meratus Geopark di Kalimantan Selatan, yang diakui UNESCO pada 2024, menyimpan formasi ophiolite langka—batuan dasar samudra yang terangkat ke permukaan. Meratus menjadi bukti bahwa UNESCO Global Geopark Indonesia bukan hanya ada di wilayah wisata populer, tetapi juga di jantung pulau yang menyimpan sejarah tektonik dunia.

Lebih dari Wisata, Ini Tanggung Jawab Peradaban

Geopark bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah laboratorium alam, ruang edukasi, sekaligus pengingat bahwa bumi yang kita pijak adalah warisan yang harus dijaga. Melalui UNESCO Global Geopark Indonesia, dunia diajak bukan hanya melihat keindahan Nusantara, tetapi memahami dan melestarikan kisah purba yang terus berlanjut.

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#Wisata #2026 #alam #Wisatawan #indonesia