JAKARTA - Berburu tiket pesawat murah ke luar negeri bukan soal keberuntungan semata. Dengan strategi yang tepat, harga tiket internasional bisa ditekan jauh lebih hemat. Hal ini dibagikan langsung oleh Dandi Rivaldi dari channel Master Bagasi, seorang traveller yang telah menjelajah berbagai negara seperti Jepang, Vietnam, Thailand, Swiss, hingga Italia.
Berbekal pengalaman pribadi, Dandi membagikan langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan siapa saja agar bisa mendapatkan tiket pesawat ke luar negeri dengan harga terbaik.
Tentukan Tanggal dan Negara Tujuan Sejak Awal
Langkah paling penting sebelum berburu tiket murah adalah menentukan tanggal keberangkatan dan negara tujuan. Tanpa dua hal ini, pencarian harga tiket akan menjadi tidak terarah.
Dandi menyarankan untuk membuat timeline perjalanan sejak awal tahun. Tentukan ingin bepergian ke mana saja dalam setahun dan usahakan menghindari musim liburan atau high season karena harga tiket biasanya melonjak tajam pada periode tersebut.
Mulai Riset Harga Sejak H-3 Bulan
Waktu terbaik untuk mulai memantau harga tiket adalah sekitar tiga bulan sebelum keberangkatan. Semakin mendekati hari H, harga tiket cenderung semakin mahal.
Dengan memulai lebih awal, calon penumpang bisa memahami pola harga dan mengetahui kapan harga tiket berada di titik paling masuk akal untuk dibeli.
Bandingkan Harga di Banyak Aplikasi Travel
Jangan hanya mengandalkan satu aplikasi pemesanan tiket. Dandi mengaku selalu membandingkan harga di berbagai online travel agent seperti Traveloka, Tiket.com, Trip.com, Booking.com, hingga MyTrip.
Jika tidak ingin membuka banyak aplikasi, pencarian bisa disederhanakan dengan menggunakan Skyscanner atau Google Flights yang menampilkan perbandingan harga dari berbagai platform sekaligus.
Cek Tiket Pulang-Pergi dan One Way
Strategi berikutnya adalah membandingkan tiket pulang-pergi dengan tiket satu arah. Dalam beberapa kasus, kombinasi maskapai berbeda untuk keberangkatan dan kepulangan justru lebih murah dibandingkan tiket pulang-pergi dari satu maskapai.
Contohnya, berangkat menggunakan maskapai full service dan pulang dengan maskapai low cost carrier bisa memangkas biaya secara signifikan.
Pilih Maskapai Low Cost dan Opsi Transit
Bagi traveller yang tidak membawa banyak barang, maskapai tanpa bagasi bisa menjadi pilihan terbaik karena harganya jauh lebih murah. Selain itu, penerbangan transit satu hingga dua kali juga patut dipertimbangkan.
Meski lebih melelahkan, penerbangan transit sering kali menawarkan harga yang jauh lebih rendah. Bahkan, transit bisa menjadi bonus wisata singkat jika memiliki waktu yang fleksibel.
Bandingkan dengan Website Maskapai Langsung
Setelah menemukan harga termurah di aplikasi travel agent, jangan langsung membeli. Selalu bandingkan kembali dengan harga di website resmi maskapai.
Dalam beberapa kasus, harga di website maskapai bisa lebih murah atau menawarkan benefit tambahan seperti bagasi atau fleksibilitas jadwal.
Manfaatkan Promo, Diskon, dan Cashback
Promo dan voucher sering menjadi kunci tambahan untuk menekan harga tiket. Diskon, cashback, hingga promo kartu kredit bisa memberikan potongan harga yang cukup signifikan.
Meski tidak semua orang memiliki kartu kredit, manfaat promo ini tetap layak dipantau karena bisa menghemat ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
Pantau Harga Hingga Menjelang Keberangkatan
Harga tiket pesawat bersifat fluktuatif dan bisa berubah dalam hitungan menit. Dandi menyarankan untuk terus memantau harga hingga mendekati hari keberangkatan jika perjalanan tidak bersifat mendesak.
Namun, jika harga sudah dirasa sangat murah dan masuk akal, sebaiknya langsung melakukan pembelian tanpa ragu karena harga bisa naik sewaktu-waktu.
Harga Tiket Pesawat Tidak Pernah Pasti
Satu hal yang perlu dipahami, harga tiket pesawat tidak memiliki patokan tetap. Harga bisa naik atau turun drastis dalam waktu singkat tergantung permintaan, waktu pencarian, dan algoritma maskapai.
Dengan strategi yang tepat, Dandi bahkan pernah mendapatkan tiket pulang-pergi Indonesia–Milan hanya dengan harga sekitar Rp6 juta termasuk bagasi.
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya