Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Naik Ojek Makam Sunan Muria Bikin Jantung Mau Copot! Penghasilan Bisa Rp700 Ribu Sehari, Rompi Ojeknya Pernah Laku Rp277 Juta

Natasha Eka Safrina • Kamis, 29 Januari 2026 | 16:20 WIB

Ojek Makam Sunan Muria di Kudus bikin deg-degan! Penghasilan bisa Rp700 ribu sehari, rompi ojek pernah laku Rp277 juta.
Ojek Makam Sunan Muria di Kudus bikin deg-degan! Penghasilan bisa Rp700 ribu sehari, rompi ojek pernah laku Rp277 juta.

KUDUS - Ojek Makam Sunan Muria bukan sekadar transportasi biasa. Bagi banyak peziarah yang ingin naik ke puncak Gunung Muria, jasa ojek ini justru menjadi pengalaman tersendiri yang memacu adrenalin. Jalurnya menanjak, sempit, dan di beberapa titik berdampingan dengan jurang. Sensasinya disebut-sebut bikin jantung seperti “diremas-remas”, terutama bagi yang baru pertama kali mencoba.

Perjalanan menuju kompleks Makam dan Masjid Sunan Muria berada di Desa Colo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga udara terasa sejuk dan pemandangan pegunungan tampak memanjakan mata. Namun, medan menuju area ziarah inilah yang membuat ojek Makam Sunan Muria begitu ikonik dan selalu ramai.

Bagi peziarah, ada dua pilihan utama untuk mencapai lokasi. Pertama, berjalan kaki dengan menapaki jalur yang cukup menguras tenaga dan butuh fisik kuat. Kedua, naik ojek gunung dengan tarif sekitar Rp20.000. Opsi kedua dianggap lebih realistis, terutama bagi wisatawan yang ingin menghemat tenaga sekaligus merasakan sensasi perjalanan yang disebut “seru tapi deg-degan”.

Baca Juga: Destinasi Wisata Luar Negeri Murah dan Ramah di Kantong Wisatawan Indonesia

Dalam salah satu perjalanan yang dibagikan di media sosial, penumpang bahkan mengaku refleks memeluk pinggang pengemudi karena jalurnya ekstrem. Di sisi kiri, tampak jurang yang dalam dan membuat siapa pun berpikir dua kali untuk menoleh terlalu lama. Karena itu, wisatawan yang memiliki riwayat sakit jantung disarankan tidak memaksakan diri mencoba.

Penghasilan Ojek Makam Sunan Muria Bisa Tembus Rp700 Ribu Sehari

Di balik sensasi ekstremnya, ada fakta menarik yang sering membuat orang tercengang. Penghasilan para pengemudi ojek Makam Sunan Muria disebut bisa mencapai Rp300.000 hingga Rp700.000 per hari. Pada hari biasa, rata-rata penghasilan berada di angka sekitar Rp300.000. Sementara saat tanggal merah atau libur panjang, pendapatan bisa melonjak hingga Rp700.000 atau bahkan lebih.

Hal ini masuk akal karena kawasan Makam Sunan Muria hampir setiap hari didatangi ribuan hingga belasan ribu peziarah. Jika ditotal dalam sebulan, pendapatan ojek gunung bisa mencapai jutaan rupiah, bahkan disebut berkisar Rp9 juta sampai Rp21 juta per bulan, tergantung ramai tidaknya pengunjung.

Angka tersebut kemudian dibandingkan dengan UMR Kabupaten Kudus tahun 2024 yang berada di kisaran Rp2,5 juta. Perbandingan ini membuat banyak orang terkejut karena profesi ojek di jalur wisata religi ternyata punya potensi ekonomi yang sangat besar.

Baca Juga: Liburan ke Luar Negeri Tetap Murah, Ini Daftar Negara dengan Nilai Tukar Rupiah Tinggi

Tidak Semua Orang Bisa Jadi Ojek Gunung Muria

Meski terlihat menjanjikan, tidak semua orang bisa menjadi pengemudi ojek di jalur ini. Hanya anggota Asosiasi Angkutan Sepeda Motor Muria yang diperbolehkan beroperasi. Jumlah anggota disebut sekitar 410 orang dan sudah dikunci, artinya tidak bisa bertambah lagi.

Menariknya, status keanggotaan ojek resmi bisa diwariskan kepada anak atau bahkan dijual. Biasanya, proses penjualan dilakukan dengan sistem lelang. Pada lelang terakhir yang disebut terjadi pada Februari 2023, rompi ojek resmi dikabarkan laku hingga Rp277 juta.

Angka tersebut membuat banyak orang melongo karena setara harga mobil keluarga baru. Fakta ini sekaligus menegaskan bahwa menjadi ojek di jalur Sunan Muria bukan hanya soal membawa penumpang, tetapi juga soal “hak akses” yang bernilai tinggi.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Tiket Pesawat Murah ke Luar Negeri ala Traveller Berpengalaman

Kisah Masjid Sunan Muria: Pernah Dibakar Karena Takut Riya

Sebelum menuju makam, peziarah biasanya singgah ke Masjid Sunan Muria yang berada di kawasan yang sama. Masjid ini memiliki cerita unik yang terus diwariskan. Konon, Sunan Muria atau Raden Umar Said pernah membakar masjidnya sendiri.

Alasannya bukan karena marah, melainkan karena merasa risih ketika masjid tersebut dipuji sangat indah oleh Sunan Kudus. Sunan Muria tidak ingin niat dakwahnya tercoreng oleh rasa riya, sehingga masjid itu kemudian dibangun kembali dengan bentuk yang lebih sederhana.

Meski sudah mengalami perubahan berkali-kali, beberapa bagian masjid tetap dipertahankan. Salah satunya bagian tempat pengimaman yang menjorok ke dalam. Maknanya, umat Islam diingatkan untuk lebih mementingkan kepentingan akhirat dibanding urusan dunia.

Buah Parijoto, Oleh-oleh yang Dipercaya Bawa Berkah

Selain ziarah, banyak pengunjung mencari oleh-oleh khas dari kawasan ini, yaitu buah parijoto. Buah ini dijual setangkai dengan harga sekitar Rp10.000. Rasanya sedikit manis, asam, dan sepat.

Buah parijoto kerap dikaitkan dengan ritual bagi wanita yang ingin cepat hamil atau berharap memiliki bayi yang cantik dan tampan. Legenda kesaktiannya dipercaya berasal dari kisah para istri yang dulu diberi parijoto, lalu anak-anak mereka lahir dengan wajah rupawan.

Dengan kombinasi wisata religi, kisah sejarah, hingga sensasi jalur ekstrem, pengalaman ke Makam Sunan Muria terasa lengkap. Tak heran, ojek Makam Sunan Muria kini bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bagian dari cerita perjalanan yang sulit dilupakan.

Baca Juga: Wisata Batang Terbaru dan Populer 2026: Kaila Hill Kota Mario Bros hingga Pantai Ujung Negoro, Ini Daftar Spot Healing Paling Dicari!

Editor : Natasha Eka Safrina
#makam sunan muria