JAKARTA - Wisata gunung di Cina belakangan ini makin menyita perhatian wisatawan dunia. Bukan hanya karena pemandangan alamnya yang luar biasa, tetapi juga karena keberanian negeri tersebut membangun infrastruktur modern di medan ekstrem, mulai dari tebing batu kars, jalur curam bersalju, hingga puncak pegunungan berketinggian ribuan meter.
Menariknya, deretan wisata gunung di Cina ini tidak sekadar menawarkan panorama “instagramable”, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi bisa dipadukan dengan alam secara harmonis. Banyak lokasi kini lebih mudah dijangkau, meski dulu terkenal nyaris mustahil didatangi tanpa fisik prima dan pengalaman pendakian.
Berbagai inovasi seperti lift outdoor menempel tebing, cable car terpanjang, hingga sistem jalur pejalan kaki berbahan baja membuat wisata gunung di Cina semakin ramah untuk turis umum. Namun, pembangunan itu tetap menghadapi tantangan besar, terutama karena kondisi geografis rawan longsor, cuaca ekstrem, serta aturan konservasi di kawasan lindung.
Baca Juga: 20 Kuliner Ekstrem Indonesia yang Mengejutkan, dari Darah Sapi hingga Telur Semut Rangrang
1. Gunung Fanjingshan, Guizhou: Kuil di Atas Awan
Gunung Fanjingshan dikenal sebagai situs suci Buddha dengan dua kuil yang berdiri di puncak batu kars raksasa. Lokasinya berada di ketinggian sekitar 2.500 meter, tampak seperti mengambang di atas awan. Dahulu kawasan ini sulit dijangkau, namun kini tersedia jalur pejalan kaki berbatu dan tangga berliku ribuan anak tangga.
Pembangunan akses di sini tidak mudah karena medan terjal membuat alat berat sulit masuk. Material harus diangkut manual memakai tali dan katrol. Karena termasuk kawasan UNESCO, pengerjaan dilakukan sangat hati-hati agar tidak merusak flora endemik serta keanekaragaman hayati.
2. Zhangjiajie, Hunan: Bailong Elevator 326 Meter
Taman Nasional Zhangjiajie terkenal dengan formasi batu vertikal yang disebut menginspirasi film Avatar. Ikon infrastrukturnya adalah Bailong Elevator, lift outdoor tertinggi di dunia setinggi 326 meter yang menempel langsung pada tebing batu kars.
Hanya dalam 88 detik, pengunjung bisa naik dari dasar lembah ke puncak. Tantangan teknisnya besar karena batu kars rentan longsor, sehingga pengeboran harus presisi. Proyek ini sempat menuai kritik karena risiko terhadap kawasan lindung, sehingga digunakan teknik modular dan sistem getaran rendah untuk meminimalkan dampak.
Baca Juga: Destinasi Wisata Luar Negeri Murah dan Ramah di Kantong Wisatawan Indonesia
3. Gunung Tianmen, Hunan: Cable Car 7,5 Km dan Skywalk Kaca
Gunung Tianmen populer dengan Skywalk kaca yang menempel di sisi tebing dan jalan langit spiral 99 tikungan. Namun yang paling mencengangkan adalah cable car terpanjang yang membentang dari kota Zhangjiajie menuju puncak sejauh 7,5 kilometer, melewati jurang dan lembah.
Pembangunannya menghadapi angin kencang dan kabut ekstrem. Tiang pancang didirikan di tebing curam menggunakan helikopter dan tali. Sistem rem dan pengaman juga diprogram agar tetap aman beroperasi saat cuaca buruk. Uniknya, di atas gunung terdapat 12 eskalator yang membantu wisatawan menjangkau area tangga menuju “gerbang surga”.
4. Gunung Hua, Shaanxi: Jalur Ekstrem yang Kini Lebih Aman
Gunung Hua sering disebut sebagai gunung paling berbahaya di Cina karena jalurnya ekstrem, dari anak tangga curam hingga jembatan kayu sempit yang menempel tebing. Kini aksesnya lebih ramah dengan pembangunan cable car serta jalur berpagar baja.
Proyek ini wajib memperhitungkan titik rawan retakan batu dan longsor. Tiang pancang tidak bisa dipasang biasa karena medan terlalu terjal, sehingga pemasangan dilakukan lewat udara menggunakan helikopter.
Baca Juga: Liburan ke Luar Negeri Tetap Murah, Ini Daftar Negara dengan Nilai Tukar Rupiah Tinggi
5. Gunung Emei, Sichuan: Patung Buddha Emas di Lautan Awan
Gunung Emei merupakan gunung suci umat Buddha dengan ketinggian lebih dari 3.000 meter. Jika dulu hanya peziarah ekstrem yang sanggup naik, kini tersedia kereta gantung, jalan berpagar baja, bahkan jalur kereta kecil di kaki gunung.
Kabut tebal menjadi tantangan utama. Sistem komunikasi radio dan GPS dipakai agar alat berat tetap akurat. Di atas 2.500 meter, oksigen menipis sehingga pembangunan dilakukan bergantian oleh pekerja yang terbiasa di dataran tinggi.
6. Jade Dragon Snow Mountain, Yunnan: Naik Cable Car hingga 4.500 Meter
Gunung Yulong atau Jade Dragon Snow Mountain menghadirkan pegunungan bersalju abadi di Lijiang. Pengunjung bisa naik cable car hingga lebih dari 4.500 meter. Jalur pejalan kaki dari baja dibangun agar wisatawan bisa berjalan di atas salju tanpa peralatan pendakian.
Tantangannya adalah suhu ekstrem di bawah nol derajat dan risiko altitude sickness. Sistem keamanan dilengkapi alat pemantau tekanan darah serta oksigen bagi wisatawan yang rentan.
Baca Juga: Cara Mendapatkan Tiket Pesawat Murah ke Luar Negeri ala Traveller Berpengalaman
7. Gunung Laojun, Yunnan: Jembatan Udara dan Kuil Emas
Gunung Laojun terkenal dengan kuil berlapis emas di dua puncak batu kars yang dihubungkan jembatan udara. Kini tersedia cable car dan jalur berpagar besi. Karena tebingnya vertikal dan licin, pembangunan hanya bisa dilakukan saat cuaca cerah agar pekerja aman dari terpaan angin kencang.
8. Gunung Wudang, Hubei: Warisan UNESCO dan Pusat Taoisme
Gunung Wudang adalah pusat Taoisme dan warisan dunia UNESCO. Di sini terdapat kuil kuno era Dinasti Ming, termasuk “istana emas” dari perunggu murni yang dibangun tahun 1416.
Untuk mendukung wisata tanpa merusak alam, kawasan ini kini memiliki bus listrik, kereta gantung, dan jalur setapak ramah lingkungan. Pemerintah juga memakai teknologi modern untuk memperkuat struktur kuno serta memantau kestabilan lereng.
9. Gunung Dazhai, Guangxi: Terasering Dramatis yang Dijaga
Gunung Dazhai terkenal dengan sawah terasering dramatis. Kini tersedia cable car dan jalan berundak dari kayu. Tantangan utamanya adalah menjaga pola irigasi tradisional agar tidak rusak. Bahan bangunan juga memakai kayu lokal supaya menyatu dengan lanskap.
10. Bandara Chongqing Wushan: Bandara di Ketinggian 1.700 Mdpl
Yang paling mengejutkan adalah Bandara Chongqing Wushan yang berdiri di ketinggian 1.700 meter. Landasan pacunya 2.600 meter dan dirancang melayani pesawat seperti Boeing 737 dan Airbus A320.
Pembangunannya menimbun enam lembah dan meratakan tujuh bukit. Stabilitas lereng diperkuat drainase dan penahan tanah untuk mencegah longsor. Kini bandara tersebut menjadi simbol ambisi Cina membangun infrastruktur di lokasi yang sebelumnya tampak mustahil.
Editor : Natasha Eka Safrina