TRENGGALEK NJENGGELEK – Berada di garis pantai selatan Jawa Timur, Kabupaten Pacitan memang dikenal memiliki deretan pantai indah. Nama Pantai Teleng Ria dan Pantai Klayar kerap menjadi ikon wisata daerah yang juga dikenal sebagai tanah kelahiran Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, di balik popularitas pantai-pantai tersebut, tersimpan sebuah destinasi yang belum banyak diketahui, yakni Pantai Pangasan Pacitan.
Pantai Pangasan terletak di Dusun Batu Lapak, Desa Kalipelus, Kecamatan Kebonagung. Meski tidak setenar pantai lain di Pacitan, keindahan yang ditawarkan justru membuat pantai ini layak disebut sebagai surga tersembunyi di pesisir selatan. Dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, hanya Rp5.000 per orang, wisatawan sudah bisa menikmati panorama alam yang berbeda dari pantai-pantai kebanyakan.
Akses menuju Pantai Pangasan Pacitan memang membutuhkan perjuangan ekstra. Dari pusat Kota Pacitan, waktu tempuh berkisar 30 hingga 40 menit. Tidak tersedia angkutan umum menuju lokasi, sehingga wisatawan wajib menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat.
Jalur Menantang Menuju Pantai Pangasan
Satu-satunya jalur menuju Pantai Pangasan adalah melalui Jalan Lintas Selatan (JLS). Jalan ini hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat. Jika dua kendaraan berpapasan, salah satunya harus mengalah. Meski sempit, jalur ini sudah dilapisi rabat beton sehingga relatif aman dilalui.
Tantangan utama justru berada di jalan masuk sepanjang sekitar 500 meter menuju area pantai. Jalur ini memiliki turunan cukup ekstrem dengan tikungan tajam. Namun, pengunjung tak perlu terlalu khawatir karena terdapat petugas khusus yang mengatur antrean kendaraan agar tidak terjadi papasan di jalur rawan tersebut.
Pemandangan Alam yang Menyegarkan Mata
Rasa tegang selama perjalanan akan langsung terbayar ketika memasuki kawasan pantai. Wisatawan akan disuguhi hamparan sawah milik warga yang berpadu dengan pepohonan rindang. Suasana hijau dan alami ini membuat perjalanan terasa lebih singkat dan menyegarkan mata.
Setibanya di lokasi, ciri khas Pantai Pangasan Pacitan langsung terlihat. Sebuah pulau karang berbentuk pilar menjulang di tengah laut dan menjadi ikon utama pantai ini. Di sekitarnya terdapat bongkahan batu karang besar yang membentuk lanskap alami yang unik dan fotogenik.
Salah satu spot favorit wisatawan adalah batu karang dengan tonjolan kecil di atasnya. Banyak pengunjung memanfaatkan lokasi ini untuk berfoto dengan latar belakang laut selatan yang eksotis.
Pantai Tanpa Pasir Putih, Justru Jadi Daya Tarik
Berbeda dengan pantai pada umumnya, Pantai Pangasan tidak memiliki hamparan pasir putih. Area pantainya didominasi oleh batu karang dengan berbagai ukuran. Justru keunikan inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari suasana berbeda.
Deretan pohon pandan dan kelapa dengan daun rindang di tepi pantai menciptakan suasana teduh. Duduk santai di bawah pepohonan sambil menikmati debur ombak yang pecah di antara batu karang menjadi pengalaman yang menenangkan. Waktu pun terasa berjalan lebih lambat di tempat ini.
Dua Sisi Pantai dan Gunung Lanang
Keunikan lain dari Pantai Pangasan Pacitan adalah wilayahnya yang terbagi menjadi dua sisi, yakni sisi barat dan sisi timur. Di sisi barat, berdiri tebing batu tinggi yang dikenal dengan sebutan Gunung Lanang. Tebing ini menjadi latar alami yang mempertegas karakter Pantai Pangasan sebagai pantai karang dengan kontur tegas.
Gunung Lanang juga menjadi penanda alami pantai sekaligus spot favorit untuk menikmati panorama laut dari ketinggian, meski pengunjung tetap diimbau berhati-hati karena medan yang cukup terjal.
Fasilitas Cukup Lengkap
Meski tergolong pantai yang belum terlalu ramai, fasilitas di Pantai Pangasan terbilang cukup lengkap. Terdapat warung-warung sederhana yang menyediakan camilan, makanan ringan, serta berbagai minuman. Fasilitas toilet juga sudah tersedia untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Dengan kombinasi keindahan alam, akses menantang, serta suasana yang masih alami, Pantai Pangasan Pacitan cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati pantai dengan nuansa berbeda, jauh dari keramaian, dan tetap ramah di kantong.
Editor : Findika Pratama