BANYUWANGI - Bukit Watu Dodol Banyuwangi kembali jadi magnet wisata dadakan, terutama saat pagi hari. Bukan cuma karena pemandangan laut dan Selat Bali yang terlihat jelas dari ketinggian, tetapi juga karena suasananya sedang cantik-cantiknya: bunga merah bermekaran di sepanjang jalur, disebut mirip vibe Jepang.
Konten terbaru dari kanal Warna-warni Banyuwangi memperlihatkan perjalanan singkat menuju bukit Watu Dodol. Kreator bernama Gilang mengajak penonton menikmati suasana “syahdu” sambil naik anak tangga menuju area atas, lengkap dengan spot foto yang makin ramai dikunjungi wisatawan lokal.
Bagi yang selama ini cuma tahu Watu Dodol sebagai pantai dan ikon batu besar di pinggir jalan, video ini membuka fakta lain: Bukit Watu Dodol Banyuwangi ternyata punya jalur naik yang rapi, view luas, dan beberapa titik baru yang sebelumnya belum ada.
Jalur ke Bukit Watu Dodol: Pagi Cerah, Udara Segar, Cocok Buat Jogging
Perjalanan dimulai saat cuaca cerah dengan suhu sekitar 29 derajat. Gilang menyebut suasana pagi di kawasan ini terasa segar dan nyaman, meski ia mengingatkan biasanya siang hari cenderung turun hujan.
Menuju lokasi, ia sempat melewati area resto Watu Dodol yang memiliki spot foto unik, termasuk properti helikopter yang jadi incaran pengunjung untuk berfoto. Saat sampai di parkiran, suasana sudah ramai. Ada rombongan yang melakukan sanmori (Sunday morning ride) dan wisatawan yang datang untuk menikmati pagi.
Setelah parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki naik tangga menuju bukit. Gilang menyebut aktivitas naik ke atas ini cocok juga untuk olahraga ringan karena jalurnya membuat tubuh “jogging pagi” tanpa terasa.
Bunga Merah Bermekaran, Disebut Mirip Sakura Jepang
Salah satu momen paling mencuri perhatian adalah saat kamera menyorot pepohonan dengan bunga merah yang sedang mekar. Gilang berkali-kali menyebut pemandangan ini “apik” dan membuat suasana terasa seperti di Jepang.
Ia mengaku tidak tahu nama tanaman tersebut, tetapi efek visualnya kuat: warna merah merona di antara pepohonan, menambah kesan romantis dan cocok untuk foto maupun video. Ia juga menyarankan pengunjung membawa air minum atau camilan karena kemungkinan tidak ada penjual di area atas—kebanyakan warung berada di bawah.
Buat wisatawan yang suka membuat konten, jalur bukit ini disebut punya banyak spot estetik. Bahkan Gilang mengingatkan agar jangan lupa dokumentasi karena sayang kalau sudah datang ke tempat bagus tapi pulang tanpa foto.
View Selat Bali dan Pulau Bali Terlihat Jelas dari Atas
Semakin naik, pemandangan makin terbuka. Dari bukit, pengunjung bisa melihat laut lepas, Selat Bali, bahkan Pulau Bali di kejauhan. Namun karena posisi menghadap timur, Gilang menyebut cahaya matahari pagi cukup “menantang” kamera, sehingga hasil video terlihat sedikit gelap.
Meski begitu, ia menegaskan kalau dilihat langsung dengan mata, view-nya terasa luar biasa. Bahkan dari titik tertentu, pengunjung bisa memantau lalu lintas kapal penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang hilir mudik di perairan.
Menurutnya, jika datang saat matahari sudah lebih tinggi, pencahayaan akan lebih pas untuk foto-foto. Tetapi suasana pagi tetap jadi favorit karena udaranya sejuk dan vibe-nya lebih tenang.
Ada Lutung, Bangunan Baru, hingga Pancuran Air
Dalam perjalanan, Gilang juga melihat banyak lutung di area bukit. Ia menggambarkan lutung berwarna coklat dengan wajah hitam dan ekor panjang. Selain itu, ia menemukan bangunan-bangunan yang menurutnya dulu belum ada saat ia terakhir kali berkunjung.
Ada juga pancuran air di salah satu titik. Ia sempat penasaran bangunan tersebut untuk apa, sampai akhirnya menemukan area yang ternyata berkaitan dengan situs budaya.
Situs Budaya Syekh Maulana Ishak dan Petunjuk ke Gua Jepang
Hal menarik lainnya, di kawasan bukit ini ternyata ada Situs Budaya Syekh Maulana Ishak. Gilang menyebut pengunjung bisa mengetahui sejarah singkatnya dengan memindai barcode yang tersedia di lokasi.
Selain itu, ada informasi tentang jalur menuju Gua Jepang. Namun karena datang sendirian, ia memilih tidak melanjutkan ke arah gua dan menyarankan mungkin lebih aman jika datang berdua atau bersama rombongan.
Di akhir video, ia menyimpulkan Bukit Watu Dodol kini jauh lebih tertata dan mengalami banyak perubahan dibanding beberapa tahun lalu. Dengan bunga merah yang sedang mekar, view Selat Bali yang jelas, serta tambahan spot baru, ia menyarankan wisatawan datang lagi untuk merasakan suasana terbaru.
Editor : Natasha Eka Safrina