Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tumpak Sewu Malang Lagi “Musim Turis”! Tiket Lokal Rp20 Ribu, Mancanegara Rp100 Ribu, Jalur Turun Macet dan Basah tapi View-nya Gila Banget

Natasha Eka Safrina • Jumat, 30 Januari 2026 | 17:40 WIB

Tumpak Sewu Malang ramai turis! Tiket lokal Rp20 ribu, asing Rp100 ribu, jalur turun macet & basah, tapi view-nya “Jurassic”.
Tumpak Sewu Malang ramai turis! Tiket lokal Rp20 ribu, asing Rp100 ribu, jalur turun macet & basah, tapi view-nya “Jurassic”.

MALANG - Tumpak Sewu Malang kembali jadi destinasi one day trip paling diburu wisatawan, terutama saat “musim turis” seperti sekarang. Air terjun ikonik di kawasan Jawa Timur ini ramai didatangi pelancong lokal hingga wisatawan mancanegara, bahkan disebut jadi favorit turis China yang biasanya juga memasukkan Bromo dalam itinerary liburan mereka.

Dalam video perjalanan terbaru, seorang kreator konten membagikan pengalaman trip singkat dari Malang menuju Tumpak Sewu Malang bersama lima temannya. Perjalanan ditempuh sekitar tiga jam dengan mobil sewaan lengkap sopir dan guide lokal. Mereka memilih fokus ke dua spot utama saja: panorama dari atas dan area air terjun di bawah, tanpa mengejar destinasi lain yang sebenarnya tersedia di kawasan tersebut.

Begitu tiba, suasana langsung terasa padat. Banyak wisatawan asing terlihat hilir-mudik, membuat antrean di jalur turun menjadi tantangan tersendiri. Meski begitu, daya tarik Tumpak Sewu Malang tetap sulit ditolak karena pemandangannya disebut “kayak Jurassic World”, lengkap dengan tebing tinggi, aliran air deras, dan suasana lembah yang masih terasa alami.

Tiket Masuk Tumpak Sewu: Lokal Rp20 Ribu, Turis Rp100 Ribu

Salah satu informasi yang paling disorot adalah perbedaan harga tiket masuk. Dalam video disebutkan, tiket masuk untuk wisatawan lokal dipatok Rp20.000. Sementara untuk wisatawan mancanegara, tiketnya mencapai Rp100.000.

Di sekitar area masuk, banyak papan informasi dengan tulisan China. Hal ini memperkuat kesan bahwa kawasan air terjun ini memang menjadi salah satu magnet utama wisatawan asing di Jawa Timur, selain Bromo dan Ijen.

Bagi pengunjung yang tidak membawa perlengkapan memadai, tersedia juga penyewaan sepatu di lokasi dengan tarif sekitar Rp20.000. Namun kreator tersebut memilih menggunakan sandal saja karena mengantisipasi jalur yang basah.

Baca Juga: Wisata Gunung Kelud Kediri Makin Nyaman! Naik Ojek Rp50 Ribu, Jalur Cor Baru, Spot Foto Kawah dan Tebing Bikin Takjub

One Day Trip, Tapi Wajib Siap Basah dan Capek

Meski disebut sebagai perjalanan santai setelah pendakian sebelumnya, aktivitas di Tumpak Sewu tetap menguras tenaga. Dari parkir hingga kembali lagi ke area parkir, durasi trip diperkirakan memakan waktu sekitar 2–3 jam. Waktu tersebut bisa lebih singkat atau lebih lama tergantung kebutuhan dan seberapa lama pengunjung mengeksplor spot foto.

Guide lokal juga mengingatkan bahwa jalur menuju bawah memang cukup menantang, namun fasilitasnya kini sudah jauh lebih baik. Banyak bagian jalur sudah disemen, meski tetap harus ekstra hati-hati karena licin, sempit, dan sering terjadi “macet” akibat pengunjung yang naik dan turun bergantian.

“Katanya turun 15 menit doang, tapi macet,” celetuk kreator dalam video, menggambarkan antrean panjang di jalur yang hanya muat satu arah dalam satu waktu.

Panorama Tumpak Sewu: View Ikonik dari Atas, Bisa Terbangkan Drone

Sebelum turun, rombongan menikmati panorama dari atas. Inilah spot utama yang jadi incaran banyak wisatawan karena memperlihatkan bentuk air terjun bercabang-cabang dari tebing tinggi. Dari titik ini, pengunjung bisa melihat beberapa aliran air yang jatuh bersamaan, membentuk tirai air raksasa yang menjadi ciri khas Tumpak Sewu.

Di area panorama, pengunjung juga disebut bisa menerbangkan drone. Namun drone hanya disarankan untuk mengambil gambar dari atas karena di bawah angin lebih kencang dan percikan air lebih deras.

Kreator tersebut mengaku ini kunjungan keduanya, sementara salah satu temannya sudah tiga kali datang. Artinya, Tumpak Sewu Malang bukan tipe destinasi “sekali datang cukup”, melainkan tempat yang bikin orang ingin balik lagi.

Baca Juga: 10 Wisata Gunung di Cina Paling Spektakuler: Ada Lift Tertinggi 326 Meter, Skywalk Kaca, hingga Bandara di Puncak Gunung!

Jalur Turun Sempit, Licin, dan Banyak yang Basah Total

Saat mulai turun, medan semakin terasa. Jalur sempit membuat pengunjung harus antre bergantian. Ada tali pegangan di beberapa titik, namun tetap perlu fokus penuh agar tidak terpeleset.

Makin dekat ke bawah, pengunjung mulai basah karena percikan air dan jalur yang lembap. Banyak wisatawan yang memakai sepatu terlihat kerepotan karena sepatu mereka ikut basah dan berat.

Di bagian bawah, terdapat warung yang jadi titik istirahat. Menu sederhana seperti Indomie menjadi favorit untuk mengisi tenaga sebelum lanjut menyusuri jalur menuju air terjun.

Di sekitar area ini juga muncul cerita lokal tentang “Gua Bidadari”, yang disebut berasal dari kisah lama tentang sosok perempuan cantik yang mandi di sekitar lokasi.

Baca Juga: Desa Adat Gelar Alam Kasepuhan Cipta Gelar di Kaki Gunung Halimun: Semua Tamu Disuguhi Makan Gratis, Cadangan Padi Disebut Tahan 95 Tahun!

Sampai di Bawah: Pelangi Muncul, View-nya “The Best”

Puncak perjalanan terjadi saat rombongan benar-benar tiba di bawah air terjun. Mereka menyebut pemandangannya “keren banget” dan terasa seperti berada di ngarai film petualangan. Bahkan, terlihat pelangi di dekat aliran air, membuat suasana semakin dramatis.

Namun tantangan belum selesai. Untuk mencapai spot terbaik, pengunjung harus menyeberangi sungai dengan batu-batu licin. Karena itu, kewaspadaan tetap penting agar perjalanan aman.

Setelah puas bermain air dan mengambil konten, rombongan kembali ke Malang dan menutup trip dengan wisata kuliner, mulai dari Bakso Bakar Pak Man hingga jalan-jalan malam di Kayutangan.

Dengan kombinasi wisata alam ekstrem dan city trip, Tumpak Sewu Malang terbukti cocok untuk agenda liburan singkat yang tetap berkesan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#tumpak sewu #air terjun tumpak sewu malang #wisata air terjun Jatim