Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tumpak Sewu Lumajang Viral Sampai Mancanegara! Tinggi 120 Meter, Jalur Turun Terjal 45 Derajat, Ada CCTV di Tiap Sudut

Natasha Eka Safrina • Jumat, 30 Januari 2026 | 17:45 WIB

Tumpak Sewu Lumajang viral sampai luar negeri! Tinggi 120 m, jalur turun terjal 45 derajat, ada tali & CCTV, spot drone kece.
Tumpak Sewu Lumajang viral sampai luar negeri! Tinggi 120 m, jalur turun terjal 45 derajat, ada tali & CCTV, spot drone kece.

LUMAJANG - Tumpak Sewu Lumajang kembali jadi destinasi wisata alam yang ramai diburu pelancong, bukan hanya wisatawan lokal, tetapi juga turis mancanegara. Air terjun ikonik di perbatasan Lumajang dan Malang ini disebut semakin populer karena keindahannya yang unik: aliran air membentuk tirai melingkar di lembah curam, dengan ketinggian mencapai 120 meter.

Dalam video perjalanan terbaru, kreator Hafizirpu melalui konten “Bolang-bolang Gaskan” membagikan pengalaman mengeksplor Tumpak Sewu Lumajang yang disebut viral hingga ke luar negeri. Ia menyoroti banyak turis, terutama dari Cina, yang berbondong-bondong datang untuk melihat langsung pesona air terjun yang kerap disebut sebagai salah satu yang tercantik di Jawa Timur.

Sejak awal perjalanan, Hafizirpu menegaskan bahwa Tumpak Sewu bukan hanya indah untuk dilihat dari atas, tetapi juga menantang untuk dijelajahi hingga ke bawah. Apalagi, rute yang ditempuh kali ini bukan jalur utama yang biasa dipakai wisatawan.

Lokasi Tumpak Sewu: Perbatasan Lumajang dan Malang

Secara administratif, Air Terjun Tumpak Sewu berada di dua wilayah desa sekaligus. Di sisi Lumajang, lokasinya berada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Sementara sisi lainnya berada di Desa Sidoenggo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam video, Hafizirpu memilih masuk lewat Desa Sidomulyo, Lumajang. Ia juga menyebut ada jalur yang terhubung antara kawasan Grojogan Sewu, Panorama Tumpak Sewu, hingga area bawah air terjun.

Artinya, wisatawan memiliki opsi rute yang lebih fleksibel, termasuk bagi yang ingin memilih titik parkir yang memungkinkan akses turun lebih cepat.

Jalur Alternatif via Grojogan Sewu, Nyambung ke Panorama

Berbeda dari wisatawan kebanyakan yang masuk lewat pintu utama Tumpak Sewu, Hafizirpu memulai perjalanan dengan turun melalui jalur Grojogan Sewu. Menurutnya, jalur ini bisa terkoneksi langsung ke Panorama Tumpak Sewu.

Ia sempat memperlihatkan area warung-warung yang berjajar di kanan-kiri jalur. Di lokasi tersebut, tersedia aneka makanan dan minuman, termasuk perlengkapan sederhana seperti jas hujan dan pelindung badan.

Tak hanya itu, di area ini juga ada ojek motor yang bisa dimanfaatkan wisatawan untuk mempermudah akses, terutama bagi yang tidak ingin berjalan jauh.

Harga Jas Hujan Murah, Spot Drone Jadi Andalan

Sebelum turun lebih jauh, Hafizirpu sempat membeli jas hujan yang harganya disebut hanya sekitar belasan ribu rupiah. Perlengkapan ini penting karena area Tumpak Sewu identik dengan percikan air, jalur lembap, serta potensi hujan yang bisa datang tiba-tiba.

Setelah itu, ia menerbangkan drone untuk mengambil footage panorama dari atas. Spot panorama memang menjadi salah satu daya tarik utama karena menampilkan bentuk air terjun yang lebar, berlapis, dan terlihat seperti tirai raksasa yang jatuh serentak.

Bagi wisatawan yang ingin konten maksimal, pengambilan gambar dari panorama menjadi momen wajib sebelum memulai trekking turun.

Tracking ke Bawah: Terjal, Antri, dan Ada Tali Pengaman

Perjalanan turun menuju bawah air terjun disebut sangat menantang. Hafizirpu menggambarkan jalurnya terjal dan membuat pengunjung harus antre bergantian, karena beberapa titik hanya muat satu jalur.

Di jalur tertentu, wisatawan harus berpegangan pada tali pengaman. Bahkan, ia menyebut kemiringan medan bisa mencapai sekitar 45 derajat, membuat pengunjung wajib ekstra hati-hati agar tidak terpeleset.

Menariknya, Hafizirpu juga menyoroti adanya CCTV di beberapa sudut jalur. Menurutnya, ini menjadi bagian dari upaya pengelola untuk meningkatkan keamanan dan memantau pergerakan wisatawan di medan yang rawan.

Di tengah jalur, terdapat fasilitas rest area dan toilet. Keberadaan titik istirahat ini cukup membantu, mengingat perjalanan turun dan naik di kawasan Tumpak Sewu membutuhkan stamina.

Tiket Online Coban Sewu Bisa Scan di Bawah

Saat sudah sampai di bawah, Hafizirpu juga menyebut adanya sistem tiket online, khususnya bagi wisatawan yang masuk lewat jalur Malang (Coban Sewu). Di area bawah, pengunjung bisa melakukan scan tiket yang sudah dibeli secara online.

Sistem ini dinilai memudahkan wisatawan sekaligus mempercepat alur masuk saat kawasan sedang ramai.

Meski kondisi saat itu disebut sempat hujan, Hafizirpu tetap melanjutkan eksplorasi untuk mencari spot foto terbaik. Ia bahkan menyebut ada titik yang bagus, namun pengunjung harus antre terlebih dahulu karena spot tersebut menjadi favorit.

Di akhir video, Hafizirpu menutup perjalanan dengan kesan puas setelah menjelajahi Tumpak Sewu dan Coban Sewu. Ia mengajak penonton untuk terus mengikuti konten eksplorasi wisata berikutnya, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Dengan kombinasi panorama luar biasa, jalur ekstrem, serta fasilitas yang makin diperhatikan, Tumpak Sewu Lumajang semakin layak masuk daftar destinasi wajib bagi pencinta wisata alam dan petualangan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Air Terjun Tumpak Sewu #tumpak sewu adalah #air terjun Jatim