JEMBER - Pantai Watuulo Jember kembali jadi incaran wisatawan pada momen libur Lebaran. Pantai legendaris di pesisir selatan Jawa Timur ini bukan hanya menawarkan panorama ombak besar dan deretan warung ikan bakar, tetapi juga menyimpan kisah unik tentang batu memanjang yang disebut menyerupai badan ular raksasa.
Bagi pelancong yang mencari destinasi wisata murah meriah, Pantai Watuulo Jember termasuk pilihan menarik. Lokasinya berada di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Akses menuju pantai ini juga relatif mudah, dengan kondisi jalan yang terbilang bagus dan bisa diandalkan lewat panduan Google Maps.
Suasana liburan di Pantai Watuulo Jember terasa berbeda dibanding pantai lain di kawasan selatan. Selain view laut lepas, area pantai ini punya spot muara yang lebih aman untuk bermain air. Banyak keluarga memilih datang pagi atau sore agar cuaca tidak terlalu panas dan air laut cenderung lebih bersahabat.
Akses Mudah dan Tiket Masuk Terjangkau
Dalam vlog perjalanan wisata yang diunggah kanal YouTube, pengunjung menceritakan pengalaman masuk ke kawasan Pantai Watuulo pada 1 April 2025 bertepatan dengan suasana Idul Fitri. Harga tiket masuk disebut Rp10.000 per orang.
Sementara itu, biaya parkir kendaraan dipisah. Tarif parkir motor disebut Rp5.000, sedangkan kendaraan roda empat Rp10.000. Area parkirnya cukup luas, bahkan dinilai aman untuk rombongan yang membawa kendaraan besar.
Setelah melewati loket, wisatawan masih perlu berkendara sekitar 5 menit menuju area parkir terdekat dengan bibir pantai. Sepanjang jalur menuju pantai, suasana terasa lebih adem karena kanan-kiri jalan ditumbuhi pepohonan.
Warung Ikan Bakar dan Fasilitas Wisata
Salah satu daya tarik Pantai Watuulo adalah banyaknya warung makan yang berjajar dekat bibir pantai. Wisatawan bisa duduk santai di area menghadap laut sambil menikmati hidangan, terutama menu ikan bakar.
Di kawasan ini juga tersedia fasilitas penunjang seperti toilet dan musala. Beberapa wisatawan menyebut kondisi toilet terlihat cukup bersih. Pengunjung pun bebas memilih area untuk berhenti, termasuk titik yang lebih privat dan tenang jika ingin membawa bekal sendiri.
Menariknya, di Pantai Watuulo tersedia tempat duduk santai yang bisa digunakan tanpa biaya sewa. Namun biasanya, pemilik warung di sekitar lokasi akan menghampiri untuk menawarkan makanan atau minuman.
Bisa Naik Kuda di Tepi Pantai
Tak hanya menikmati panorama laut, wisatawan juga bisa mencoba aktivitas berkuda di area pasir pantai. Dalam video, tarif naik kuda disebut Rp20.000 per orang, dengan rute menyusuri pantai hingga area tiang bendera.
Aktivitas ini dinilai lebih nyaman dilakukan sore hari saat matahari tidak terlalu terik. Selain itu, suasana pantai juga cenderung lebih ramai menjelang petang.
Ombak Besar, Muara Jadi Spot Favorit Main Air
Meski menarik, pengunjung diingatkan untuk tetap waspada. Karakter ombak pantai selatan yang besar membuat beberapa titik Pantai Watuulo tidak disarankan untuk berenang terlalu jauh.
Namun ada area muara yang menjadi favorit wisatawan karena lebih tenang, bahkan disebut seperti kolam alami. Di spot ini, anak-anak terlihat bermain air dengan pengawasan orang tua.
Selain muara, ada juga area tebing yang menambah keindahan lanskap pantai. Tebing tersebut kerap jadi latar foto karena terlihat dramatis dan ikonik, apalagi saat air laut mulai surut.
Baca Juga: 5 Pantai Viral Malang Selatan Pasir Putih, Teluk Asmara Dijuluki Raja Ampatnya Jawa Timur
Ikon Watu Ulo dan Legenda Ular Raksasa
Nama Pantai Watuulo berasal dari batu memanjang yang menjorok ke arah laut. Batu ini disebut memiliki tekstur menyerupai sisik ular jika dilihat dari dekat maupun dari atas.
Dalam cerita yang beredar, batu tersebut dipercaya sebagai bagian tubuh ular raksasa bernama Nokurojo. Konon, ular itu pernah menguasai wilayah pantai selatan dan akhirnya dikalahkan oleh sosok bernama Raden Joko Mursodo.
Tubuh ular dipercaya terbelah menjadi tiga bagian: kepala berada di Pantai Grajagan Banyuwangi, ekor di Pacitan, dan bagian badan berada di Pantai Watuulo Jember. Terlepas dari benar atau tidaknya kisah tersebut, legenda ini menjadi nilai tambah yang membuat wisatawan penasaran.
Ada pula mitos pantangan memakai baju berwarna hijau dan merah, yang kerap dikaitkan dengan cerita pantai selatan. Pengunjung disarankan tetap menghormati kepercayaan lokal dan fokus menjaga keselamatan saat berwisata.
Ada Petugas yang Mengawasi Area Berbahaya
Di area batu Watu Ulo, terdapat batas larangan yang tidak boleh dilewati karena ombak bisa tiba-tiba menghantam. Dalam video, petugas tampak berjaga dan menggunakan peluit untuk mengingatkan wisatawan agar tidak terlalu mendekat ke titik berbahaya.
Wisatawan pun diimbau tidak memaksakan diri demi foto atau konten. Bermain aman dan mengikuti aturan adalah kunci agar liburan tetap nyaman.
Editor : Natasha Eka Safrina