JEMBER - Pantai Papuma Jember kembali jadi magnet wisata pantai selatan Jawa Timur. Lokasinya berdekatan dengan Pantai Watu Ulo, bahkan jaraknya disebut hanya sekitar satu menit dari kawasan Watu Ulo menuju loket masuk Papuma. Tak heran, banyak wisatawan memilih “sekalian” mampir untuk menikmati dua pantai sekaligus dalam satu perjalanan.
Dalam ulasan perjalanan wisata, Pantai Papuma Jember digambarkan sebagai destinasi yang cocok untuk liburan keluarga, terutama menjelang sore. Selain karena cuaca tidak terlalu menyengat, suasana pantai juga lebih nyaman untuk duduk santai, berburu foto, hingga menjelajah spot-spot ikonik di sepanjang bibir pantai.
Bagi yang belum pernah datang, Pantai Papuma Jember menawarkan kombinasi pemandangan laut lepas, pasir putih, serta tebing-tebing yang membuat lanskapnya terlihat dramatis. Namun, wisatawan juga tetap diingatkan untuk berhati-hati karena beberapa jalur jelajah bisa licin, terutama di area batu karang.
Harga Tiket Masuk Pantai Papuma Jember dan Parkir
Informasi tarif menjadi salah satu hal yang paling sering dicari wisatawan sebelum berangkat. Dalam video perjalanan tersebut, disebutkan tiket masuk Pantai Papuma sebesar Rp25.000 per orang. Sementara untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya parkir Rp5.000.
Setelah melewati loket, wisatawan akan melanjutkan perjalanan menuju area pantai dengan trek yang sedikit naik turun. Pengunjung disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, terutama bagian rem, karena jalurnya meski terbilang bagus namun tidak terlalu lebar.
Perjalanan dari loket menuju bibir pantai disebut hanya sekitar 7 menit jika ditempuh sambil menikmati pemandangan. Di beberapa titik juga tersedia spot berhenti untuk melihat panorama Pantai Papuma dari atas.
Jalur Masuk Dihiasi Hutan Jati dan Monyet Liar
Salah satu hal unik yang jadi perhatian wisatawan adalah kondisi jalan menuju Pantai Papuma yang diapit pepohonan jati. Suasananya seperti melintasi kawasan hutan atau perkebunan jati yang membuat perjalanan terasa teduh.
Namun, ada “bonus” lain yang wajib diantisipasi: monyet liar. Pengunjung menyebut, di beberapa titik banyak monyet kecil berkeliaran di sisi jalan. Wisatawan diminta tetap waspada saat berkendara dan tidak disarankan turun untuk memberi makan karena berisiko berbahaya.
Warung Makan Melimpah, Cocok untuk Wisata Keluarga
Sesampainya di kawasan Pantai Papuma, wisatawan akan menemukan banyak warung makan. Bahkan disebut jumlahnya lebih banyak dibanding Pantai Watu Ulo. Pengunjung bisa memilih tempat makan yang sesuai, termasuk menikmati menu ikan bakar sambil menghadap pantai.
Area pantainya juga luas sehingga wisatawan tidak perlu khawatir kesulitan mencari tempat duduk. Banyak pengunjung menggelar tikar, duduk santai, dan menikmati suasana sore dengan angin pantai yang sejuk.
Di sejumlah titik tersedia gazebo serta fasilitas toilet, sehingga aktivitas wisata bisa lebih nyaman untuk rombongan keluarga besar.
Ada Vihara Sri Wulan dan Spot “Ketilasan” di Ujung Pantai
Pantai Papuma juga memiliki daya tarik tambahan berupa Vihara Sri Wulan yang lokasinya berada di ujung kawasan pantai. Sayangnya, dalam kunjungan tersebut vihara sedang tutup sehingga tidak bisa dieksplor lebih jauh.
Di sekitar area itu juga terdapat lokasi yang disebut seperti situs atau “ketilasan”. Terlihat ada bekas dupa dan beberapa benda lain yang menandakan area tersebut sering dikunjungi untuk aktivitas tertentu.
Siti Hinggil dan Panorama Papuma dari Atas Tebing
Bagi wisatawan pemburu pemandangan, salah satu spot yang wajib dikunjungi adalah Siti Hinggil atau Panorama Papuma. Spot ini berada di atas tebing dan menawarkan view 360 derajat menghadap Samudra Hindia.
Namun, untuk mencapai puncaknya, pengunjung perlu sedikit trekking. Jalurnya tidak terlalu jauh, tetapi cukup menguras tenaga jika cuaca sedang panas. Karena itu, wisatawan disarankan membawa minum dan datang saat sore agar lebih nyaman.
Dari atas Siti Hinggil, hamparan Pantai Papuma terlihat jelas, termasuk perahu-perahu nelayan yang berjajar di bibir pantai. Lanskap pepohonan di sekitar tebing juga disebut memberi kesan seperti “film petualangan”, membuat banyak wisatawan betah berfoto.
Pasir Putih, Batu Biru, hingga Bulu Babi Saat Air Surut
Hal paling mencolok dari Pantai Papuma adalah pasir putihnya. Bahkan disebut kontras dengan Pantai Watu Ulo yang berada satu deretan, namun memiliki warna pasir cenderung cokelat.
Menjelang sore, air laut mulai surut dan wisatawan bisa turun ke area bebatuan untuk melihat biota laut. Pengunjung menemukan ikan-ikan kecil, keong, rajungan kecil, hingga bulu babi. Karena itu, wisatawan yang berjalan tanpa alas kaki diimbau ekstra hati-hati agar tidak terluka.
Dengan kombinasi pasir putih, spot tebing ikonik, dan suasana sore yang lebih teduh, Pantai Papuma Jember dinilai sebagai destinasi yang layak dikunjungi saat akhir pekan maupun libur panjang.
Editor : Natasha Eka Safrina