Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jalan Tembus Ponorogo Pacitan Jurang Sempundayaan Viral, Jalur Ekstrem di Puncak Gunung Ini Tetap Jadi Nadi Hidup Warga

Axsha Zazhika • Minggu, 1 Februari 2026 | 13:50 WIB

 

Jalan Tembus Ponorogo Pacitan Jurang Sempundayaan Viral, Jalur Ekstrem di Puncak Gunung Ini Tetap Jadi Nadi Hidup Warga
Jalan Tembus Ponorogo Pacitan Jurang Sempundayaan Viral, Jalur Ekstrem di Puncak Gunung Ini Tetap Jadi Nadi Hidup Warga

TRENGGALEK NJENGGELEK - Jalan Tembus Ponorogo Pacitan Jurang Sempundayaan mendadak viral di media sosial setelah sebuah video memperlihatkan truk bak terbuka mengangkut rombongan warga melintasi jalur ekstrem dengan jurang menganga di sisi jalan. Jalur ini dikenal sempit, menanjak, berbatu, dan tanpa pengaman, namun tetap menjadi akses vital bagi warga di kawasan perbatasan Ponorogo dan Pacitan.

Meski tampak mengerikan, Jalan Tembus Ponorogo Pacitan Jurang Sempundayaan bukanlah jalur baru. Jalan ini berada di Desa Nglayang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, dan menjadi penghubung tercepat menuju Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan. Bagi warga setempat, jalur ini bukan sekadar jalan alternatif, melainkan urat nadi kehidupan.

Sejak puluhan tahun lalu, banyak warga Pacitan bagian utara menggantungkan hidupnya di Kabupaten Ponorogo. Mereka bekerja, berdagang, hingga menjual hasil pertanian, dan satu-satunya jalur paling efisien adalah melewati Jalan Tembus Ponorogo Pacitan Jurang Sempundayaan.

Kampung Jurang Sempundayaan, Permukiman Tertinggi Ponorogo Barat

Perjalanan menyusuri jalur ekstrem ini akan membawa pengunjung ke Kampung Jurang Sempundayaan, yang dikenal sebagai kampung tertinggi di Ponorogo sisi barat. Medan menuju kampung ini didominasi tanjakan curam, bebatuan lepas, dan jalur sempit yang hanya bisa dilalui kendaraan tertentu.

Di kawasan ini berdiri beberapa rumah warga, termasuk rumah keluarga Mbah Zain yang disebut sebagai rumah tertinggi di Ponorogo bagian barat. Saat tim menjelajah, suasana kampung tampak sepi karena sebagian besar warga sedang bekerja di ladang yang berada di lereng-lereng gunung.

Aktivitas Warga di Lereng Gunung yang Ekstrem

Kehidupan warga di sekitar Jalan Tembus Ponorogo Pacitan Jurang Sempundayaan tidak bisa dilepaskan dari kondisi alam. Mayoritas warga berprofesi sebagai petani ladang, menanam jagung, mentimun, dan tanaman musiman lainnya di pereng atau lereng gunung yang curam.

Akses menuju ladang pun tak kalah ekstrem. Jalur setapak licin dan miring menjadi keseharian para petani. Namun, kondisi ini sudah dianggap biasa oleh warga setempat. Mereka tetap beraktivitas, membawa pakan ternak, mencangkul, hingga memanen hasil kebun tanpa keluhan.

Menariknya, kebersamaan dan gotong royong masih sangat terasa. Saat waktu makan tiba, bekal diantar langsung ke ladang oleh anggota keluarga. Sarapan sederhana dengan lauk rumahan di tengah lereng gunung menjadi potret ketangguhan warga pedesaan.

Jalur Viral yang Minim Pengaman

Puncak perhatian publik tertuju pada bagian jalan yang benar-benar ekstrem. Di satu sisi terdapat dinding tebing, sementara di sisi lain jurang dalam tanpa pembatas. Jalur ini sempat terekam dilalui mobil pikap yang membawa rombongan warga, memicu reaksi warganet karena dinilai sangat berbahaya.

Meski demikian, warga setempat menegaskan bahwa jalur ini memang kerap dilalui, terutama oleh kendaraan roda empat berpenggerak kuat. Saat musim hujan, jalur ini menjadi jauh lebih berisiko karena kabut tebal, tanah licin, dan potensi longsor.

Kampung Gondanglegi, Desa Sunyi di Atas Jurang

Di atas Kampung Jurang Sempundayaan, masih terdapat Kampung Gondanglegi. Berdasarkan informasi warga, saat ini hanya tersisa dua rumah yang masih dihuni. Suasananya lebih sejuk, tanahnya subur, dan medannya relatif lebih landai dibandingkan jalur di bawahnya.

Meski terisolasi, warga Kampung Gondanglegi tetap bertahan dengan memanfaatkan sumber air alami, memasak menggunakan kayu bakar, dan hidup berdampingan dengan alam. Jalan menuju kampung ini baru bisa dilalui kendaraan dalam beberapa tahun terakhir, meski masih rawan longsor.

Jalur Berbahaya, Tapi Tak Tergantikan

Viralnya Jalan Tembus Ponorogo Pacitan Jurang Sempundayaan membuka mata publik tentang kerasnya perjuangan warga di kawasan pegunungan. Bagi mereka, jalur ekstrem ini bukan sekadar tantangan, melainkan kebutuhan yang belum tergantikan.

Selama belum ada akses yang lebih aman, jalan ini akan terus dilalui—menjadi saksi ketangguhan warga desa yang bertahan hidup di tengah keterbatasan, jurang, dan gunung.

 

Editor : Axsha Zazhika
#Jalur Ekstrem Ponorogo #Jalan Tembus Ponorogo Pacitan #Jurang Sempundayaan #Perbatasan Ponorogo Pacitan #Kampung Jurang Sempundayaan