Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kampung Burat Ngawi di Lereng Gunung Lawu, Desa Terpencil Berisi 4 KK yang Punya Panorama Bak Vila dan Air Sumber Alami

Axsha Zazhika • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:00 WIB

 

Kampung Burat Ngawi di Lereng Gunung Lawu, Desa Terpencil Berisi 4 KK yang Punya Panorama Bak Vila dan Air Sumber Alami
Kampung Burat Ngawi di Lereng Gunung Lawu, Desa Terpencil Berisi 4 KK yang Punya Panorama Bak Vila dan Air Sumber Alami

TRENGGALEK NJENGGELEK - Kampung Burat Ngawi menjadi sorotan setelah sebuah video perjalanan menyusuri desa terpencil di lereng Gunung Lawu viral di media sosial. Kampung kecil yang berada di wilayah Kabupaten Ngawi ini dikenal sebagai salah satu permukiman paling terisolasi, namun justru menyimpan keindahan alam yang jarang tersentuh.

Kampung Burat Ngawi secara administratif merupakan bagian dari Desa Candi Mulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Lokasinya berada di sisi utara Gunung Lawu. Dari pusat Kecamatan Jogorogo, jarak tempuh menuju kampung ini sekitar 7 kilometer, dengan kondisi jalan yang sebagian besar masih sempit dan belum beraspal.

Meski akses menuju Kampung Burat Ngawi cukup menantang, perjalanan akan terbayar lunas dengan panorama pegunungan yang menyejukkan mata. Jalur yang dilalui masih satu arah dengan rute menuju Air Terjun Srambang, destinasi wisata unggulan Kecamatan Jogorogo.

Akses Sempit di Pinggir Jurang

Memasuki wilayah Desa Candi Mulyo, petunjuk arah menuju Kampung Burat tidak terlalu jelas. Jalanan semakin menyempit saat mendekati lokasi, dengan parit di satu sisi dan jurang di sisi lainnya. Di beberapa titik, jalan hanya cukup dilalui satu kendaraan roda empat dengan kehati-hatian ekstra.

Deretan pohon bambu yang tumbuh rapat di sepanjang jalur menambah kesan sunyi dan sedikit mencekam, terutama jika dilewati pada malam hari. Namun kondisi inilah yang membuat kampung tersebut tetap terjaga keasriannya.

Panorama Alam di Luar Dugaan

Kesan terpencil dan tertinggal langsung sirna begitu memasuki kawasan Kampung Burat Ngawi. Hamparan dataran hijau, udara segar pegunungan, serta pemandangan alam yang terbuka lebar menjadi suguhan utama.

Kampung ini dialiri air jernih langsung dari mata air pegunungan. Warga memanfaatkan aliran tersebut untuk mencuci, mandi, hingga kebutuhan sehari-hari. Airnya yang bening dan mengalir sepanjang tahun menjadi salah satu keunggulan kampung ini.

Untuk air minum, warga telah memanfaatkan fasilitas Pamsimas, sementara aliran sungai tetap digunakan untuk aktivitas non-konsumsi. Keberadaan sumber air alami membuat kampung ini relatif mandiri meski berada jauh dari pusat kota.

Hanya Dihuni Empat Kepala Keluarga

Saat ini, Kampung Burat Ngawi hanya dihuni oleh empat kepala keluarga yang masih memiliki hubungan kekerabatan. Seluruh warga merupakan keturunan dari satu leluhur yang dikenal sebagai Mbah Darmo.

Sebagian warga sempat meninggalkan kampung ini pada masa lalu karena akses yang sulit. Namun, beberapa keluarga memilih bertahan dan kembali menata kehidupan di kampung tersebut. Mereka hidup dari sektor pertanian dan perkebunan dengan menanam jagung, ketela, durian, jeruk, hingga berbagai tanaman buah lainnya.

Rumah Warga Rasa Vila Pegunungan

Hal lain yang cukup mencuri perhatian adalah kondisi rumah-rumah warga. Meski berada di desa terpencil, bangunan rumah di Kampung Burat tergolong bagus, bersih, dan tertata rapi. Beberapa rumah bahkan memiliki pemandangan langsung ke arah pegunungan, menyerupai vila-vila di kawasan wisata alam.

Dari salah satu titik rumah warga, pemandangan Gunung Wilis dan kawasan Ponorogo dapat terlihat jelas saat cuaca cerah. Pada pagi hari, matahari terbit menyinari lereng-lereng gunung, sementara sore hari menghadirkan suasana senja yang tenang dan damai.

Potensi Slow Living dan Wisata Alam

Dengan suasana yang sunyi, udara bersih, serta lingkungan alami yang terjaga, Kampung Burat Ngawi dinilai sangat cocok bagi mereka yang mendambakan konsep slow living. Meski belum dikembangkan sebagai destinasi wisata resmi, potensi alamnya cukup besar jika suatu saat mendapat perhatian pemerintah daerah.

Namun bagi warga, keterbatasan akses bukanlah penghalang untuk hidup nyaman. Kampung ini menjadi bukti bahwa ketenangan dan kualitas hidup tidak selalu bergantung pada kemewahan, melainkan pada harmoni dengan alam.

 

Editor : Axsha Zazhika
#Kampung Burat Ngawi #Gunung Lawu #Desa Terpencil Ngawi #Desa Candi Mulyo #Kecamatan Jogorogo