Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dusun Rekutan Wonosobo Viral, Kampung Alami dengan Jalan Licin Beralas Sekam dan Air Pegunungan yang Disebut Tak Ada di Kota

Axsha Zazhika • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:20 WIB

 

Dusun Rekutan Wonosobo Viral, Kampung Alami dengan Jalan Licin Beralas Sekam dan Air Pegunungan yang Disebut Tak Ada di Kota
Dusun Rekutan Wonosobo Viral, Kampung Alami dengan Jalan Licin Beralas Sekam dan Air Pegunungan yang Disebut Tak Ada di Kota

TRENGGALEK NJENGGELEK - Dusun Rekutan Wonosobo kembali menjadi sorotan warganet setelah tayangan video YouTube memperlihatkan kehidupan kampung yang masih sangat alami di wilayah pegunungan. Dusun yang berada di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo ini menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari akses jalan ekstrem hingga aktivitas warga yang lekat dengan alam.

Dalam video tersebut, Dusun Rekutan Wonosobo digambarkan sebagai kampung dengan akses terbatas. Kendaraan roda empat tidak bisa masuk hingga permukiman warga. Pengunjung harus berjalan kaki melewati jalan tanah yang licin, sebagian ditaburi sekam padi oleh warga agar tidak membahayakan saat hujan.

Kondisi ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Dusun Rekutan Wonosobo dinilai masih mempertahankan pola hidup tradisional, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Suasana sunyi, udara bersih, dan pemandangan hijau mendominasi sepanjang perjalanan menuju kampung.

Akses Sulit, Warga Akali dengan Sekam Padi

Jalan menuju Dusun Rekutan sebagian sudah dicor, namun masih banyak ruas berupa tanah licin. Saat hujan turun, jalur tersebut menjadi sangat menantang. Warga menyiasati kondisi ini dengan menaburkan sekam padi di permukaan jalan agar tidak terlalu licin.

Perjuangan keluar-masuk kampung menjadi rutinitas warga setiap hari. Aktivitas seperti mengangkut gabah, hasil kebun, hingga kebutuhan rumah tangga dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalur menanjak dan berlumpur.

Air Pegunungan yang Disebut Tak Ada di Kota

Salah satu momen yang mencuri perhatian adalah ketika warga memperlihatkan sumber air pegunungan yang langsung bisa diminum. Air tersebut berasal dari aliran alami di sekitar dusun dan disebut memiliki rasa segar khas pegunungan.

Warga menyebut air ini berbeda dengan air di perkotaan. Kesegarannya bahkan digambarkan seperti memiliki sensasi “sprit” alami. Air tersebut menjadi sumber utama kebutuhan harian, mulai dari minum, memasak, hingga mencuci.

Aktivitas Dapur Masih Gunakan Kayu Bakar

Kehidupan tradisional di Dusun Rekutan Wonosobo juga tampak dari aktivitas dapur warga. Mayoritas masih memasak menggunakan kayu bakar. Menurut warga, memasak nasi dan lauk dengan tungku kayu menghasilkan rasa yang lebih nikmat dibandingkan kompor gas atau penanak nasi listrik.

Kayu bakar diperoleh dari kebun sendiri atau sisa pohon yang sudah tidak terpakai. Persediaannya melimpah karena lingkungan sekitar masih berupa hutan dan kebun produktif.

Sawah Terasering dan Hasil Bumi Melimpah

Dusun Rekutan memiliki sawah dengan kontur terasering yang berada di pinggiran kampung. Sawah ini menjadi sumber pangan utama warga. Selain padi, warga juga menanam berbagai komoditas seperti singkong, pisang, nanas, kapulaga, hingga kayu albasia.

Kebun warga tampak subur. Tanaman buah seperti duku, cokelat, sirsak, nangka, dan durian tumbuh di sekitar rumah. Hampir setiap keluarga memiliki kebun yang mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Hutan, Sungai, dan Suasana Tenang

Lingkungan Dusun Rekutan dikelilingi pepohonan rindang. Suara alam seperti tonggeret dan gemericik air menjadi latar keseharian warga. Sungai dan sumber mata air berada tidak jauh dari permukiman, meski harus ditempuh dengan jalur trekking licin.

Saat hujan turun, suasana kampung semakin terasa alami. Kabut tipis, rintik hujan, dan aroma tanah basah menciptakan nuansa yang jarang ditemukan di perkotaan.

Daya Tarik Kampung Alami Wonosobo

Kehidupan sederhana di Dusun Rekutan Wonosobo membuat banyak pengunjung merasa seperti kembali ke masa lalu. Kampung ini menjadi bukti bahwa masih ada wilayah di Wonosobo yang mempertahankan kearifan lokal dan ketergantungan pada alam.

Meski akses terbatas, warga tetap bertahan dan menjaga lingkungannya. Potret Dusun Rekutan kini menjadi inspirasi tentang kehidupan desa yang mandiri, alami, dan penuh kebersamaan.

 

Editor : Axsha Zazhika
#Dusun Rekutan Wonosobo #desa tanjung anom #kehidupan desa #Kaliwiro Wonosobo #Kampung Alami