SURABAYA - Nama Taman Harmoni Surabaya belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial. Destinasi wisata baru di kawasan Keputih, Sukolilo, Surabaya Timur itu viral karena menawarkan konsep unik: pengunjung bisa merasakan sensasi “keliling dunia” tanpa perlu keluar kota, bahkan tanpa bayar tiket masuk.
Dalam video terbaru di channel traveling Dewi Novala, Taman Harmoni Surabaya disebut sebagai salah satu wisata gratis yang wajib dikunjungi saat liburan. Lokasinya pun mudah ditemukan karena berada tepat di samping Terminal Keputih. Bagi yang naik transportasi umum, cukup berjalan kaki dari terminal untuk sampai ke pintu masuk taman.
Menariknya, Taman Harmoni Surabaya mengusung tema “Harmony of the World” dengan berbagai spot foto landmark ikonik dari berbagai negara. Area wisata ini buka setiap hari mulai pagi hingga sore, dan tidak ada tiket masuk alias gratis. Pengunjung hanya perlu menyiapkan biaya parkir, yakni Rp3.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Lokasi dan Fasilitas di Taman Harmoni Surabaya
Taman ini berada di Jalan Keputih Tegal Timur 2 Nomor 249, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Area parkirnya cukup luas dengan dua titik parkir, satu di sisi depan taman dan satu lagi berada di seberang area wisata.
Di depan taman, pengunjung juga bisa menemukan banyak pedagang kaki lima yang menjual jajanan dan minuman dengan harga ramah di kantong. Ini menjadi nilai tambah bagi wisata keluarga yang ingin sekadar santai tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.
Begitu melewati gerbang utama, pengunjung akan menemukan dua jalur menarik. Di kiri ada area kuliner “Serawung Sorpring”, sementara di kanan terdapat gerbang Tori ala Jepang yang menjadi pintu masuk menuju lorong hutan bambu yang instagramable.
Dari Gerbang Tori Jepang ke Spot Korea, India, hingga Dubai Frame
Salah satu spot yang paling menarik perhatian adalah gerbang Tori khas Jepang. Setelah melewati gerbang ini, pengunjung akan menyusuri koridor hutan bambu yang dibuat menyerupai hutan bambu Jepang terkenal di dunia. Spot ini menjadi favorit untuk berfoto karena nuansanya terasa seperti sedang wisata luar negeri.
Taman seluas sekitar 40 hektare ini dulunya merupakan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) yang direvitalisasi menjadi ruang terbuka hijau. Kawasan wisata ini dibagi ke dalam enam zona besar, mulai Asia, Eropa, Amerika, Australia, Afrika, hingga Antartika. Namun, tidak ada rute khusus sehingga pengunjung bisa bebas menentukan jalur sendiri dengan bantuan peta wisata yang disediakan.
Di zona Asia, pengunjung bisa menemukan berbagai ikon dari Jepang, Korea, India, Cina, Turki, hingga Uni Emirat Arab. Ada patung gajah warna-warni sebagai ikon India, balon udara ala Kapadokia Turki, hingga spot payung warna-warni yang identik dengan tema Cina.
Tak hanya itu, terdapat replika Dubai Frame yang menjadi salah satu spot favorit. Di area ini juga ada replika burung merak dari tanaman warna-warni yang menyerupai konsep Dubai Miracle Garden. Untuk melihat bentuk burung merak lebih jelas, pengunjung bisa naik ke panggung pandang yang disediakan.
Zona Australia, Eropa, hingga Antartika: Banyak Spot Foto Unik
Perjalanan berlanjut ke zona Australia yang menghadirkan patung kanguru dan koala. Meski beberapa spot masih dalam proses penyelesaian, suasana taman tetap terasa asri dan cocok untuk bersantai maupun jogging, terutama pada pagi atau sore hari karena cuaca siang cukup terik.
Masuk ke zona Eropa, pengunjung disambut patung-patung pemusik jalanan khas Inggris hingga figur Nutcracker yang dikenal dalam cerita rakyat Jerman sebagai simbol keberuntungan dan perlindungan keluarga. Ada pula area yang sedang dibangun untuk outbound lengkap dengan rencana wahana flying fox.
Di area ini juga tersedia wahana tunggang kuda poni gratis untuk anak-anak, yang dibagi menjadi sesi pagi dan sore. Tak jauh dari sana, pengunjung bisa menemukan spot tulip warna-warni ala Belanda, lengkap dengan bilik telepon dan sepeda ontel, meski bunga tulip yang ditampilkan merupakan replika.
Sementara di zona Antartika, ada rumah iglo berbahan bambu serta patung pinguin yang cocok dijadikan latar foto keluarga.
Playground Gratis, Kandang Satwa, sampai Kuliner Jadul Serawung Sorpring
Zona yang paling disukai anak-anak adalah playground. Area bermain ini dibagi untuk anak usia di atas 5 tahun dan di bawah 5 tahun. Permainannya beragam mulai papan titian hingga seluncuran, dan semuanya gratis. Pengunjung hanya diwajibkan melepas alas kaki sebelum masuk area.
Selain playground, ada kandang kelinci dan kandang ayam yang memungkinkan anak-anak berinteraksi langsung dengan satwa. Di area lain, terdapat kandang rusa, di mana pengunjung bisa membeli pakan seharga Rp5.000 per cup untuk memberi makan.
Setelah puas berkeliling, wisatawan bisa mampir ke Serawung Sorpring, area kuliner tradisional yang konsepnya seperti pasar zaman dulu. Uniknya, transaksi di sini menggunakan uang kepeng kayu yang ditukar terlebih dahulu. Pecahannya mulai Rp2.000 hingga Rp20.000 dan bisa direfund jika masih tersisa.
Pilihan kuliner pun beragam, dari makanan tradisional seperti gado-gado, nasi pecel, rujak cingur, hingga jajanan jadul seperti nagasari dan kue lumpur. Harganya mulai Rp2.000-an, membuat wisata ini semakin ramah untuk semua kalangan.
Editor : Natasha Eka Safrina