KARANGANYAR - Air Terjun Kedung Sriti Tawangmangu Karanganyar mulai ramai diperbincangkan setelah muncul di konten perjalanan kanal YouTube Jejak Ricard. Air terjun yang berada di sisi barat Gunung Lawu ini disebut masih alami, suasananya sepi, airnya jernih, dan cocok untuk wisatawan yang ingin “healing” tanpa keramaian.
Dalam video tersebut, kreator memulai perjalanan dari kawasan wisata Tawangmangu. Ia menyusuri desa-desa di lereng Gunung Lawu yang terkenal subur dan makmur. Dari awal perjalanan, penonton sudah diajak melihat suasana pedesaan yang rapi, asri, serta rumah-rumah warga yang terlihat tertata dan sebagian besar sudah bertingkat.
Menariknya, perjalanan menuju Air Terjun Kedung Sriti Tawangmangu Karanganyar bukan hanya soal destinasi akhir, tetapi juga pengalaman menyusuri kampung yang disebut cukup maju. Kampung itu dikenal sebagai Kampung Pancot, yang masuk wilayah Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.
Kampung Pancot Kalisoro, Desa Asri di Lereng Gunung Lawu
Kreator menyebut Kampung Pancot sebagai perkampungan yang indah, asri, dan terasa nyaman untuk ditinggali. Ia juga menyoroti lingkungan yang bersih serta aktivitas warga yang berjalan normal, apalagi saat musim libur sekolah sehingga banyak anak-anak terlihat bermain di sekitar kampung.
Di kampung tersebut, ia juga menemukan sebuah punden yang dikeramatkan warga. Dalam obrolan dengan warga setempat, punden itu dikenal sebagai “Punden Pancot”. Warga menyebut di lokasi tersebut biasanya ada kegiatan ritual dan kesenian, termasuk reog, terutama saat momen tertentu seperti bulan Sura.
Percakapan itu memperlihatkan sisi budaya lokal yang masih hidup berdampingan dengan kehidupan desa yang modern. Warga juga menyampaikan bahwa mata pencaharian masyarakat beragam, mulai dari bertani, merantau, hingga bekerja di sektor pariwisata yang berkembang di kawasan Tawangmangu.
Kisah Mbah Sainem, Tinggal Sendiri dan Tetap Bekerja di Ladang
Meski kampung terlihat makmur, kreator juga menampilkan realitas lain. Ia menyebut masih ada warga yang hidup sederhana, salah satunya Mbah Sainem.
Dalam video, Mbah Sainem diceritakan tinggal seorang diri di rumah yang sederhana. Saat didatangi, rumahnya sedang tutup karena beliau bekerja di ladang warga. Menurut informasi yang diterima, Mbah Sainem setiap hari pergi ke ladang meski tidak memiliki ladang sendiri.
Kreator kemudian mencari keberadaan Mbah Sainem hingga ke area ladang sayuran yang luas dan indah. Pemandangan ladang di lereng Gunung Lawu memang menjadi daya tarik tersendiri: hijau, rapi, dan terasa sejuk. Di sana juga terlihat komoditas sayur yang ditanam, seperti bawang dan loncang.
Kawasan Gunung Lawu memang dikenal sebagai sentra sayuran. Tanahnya subur dan sumber air melimpah, membuat berbagai tanaman seperti wortel, seledri, loncang, hingga komoditas lainnya tumbuh baik. Kondisi ini pula yang membuat kehidupan pertanian di desa-desa Tawangmangu terus bertahan hingga sekarang.
Trekking ke Air Terjun Kedung Sriti: Curam, Rimbun, Tapi Menantang
Setelah menyusuri ladang, kreator mengungkap fakta menarik: di ujung area ladang sayur terdapat air terjun yang tersembunyi. Nama tempatnya adalah Air Terjun Kedung Sriti.
Untuk menuju lokasi, kendaraan hanya bisa sampai titik tertentu. Setelah itu, wisatawan harus melanjutkan dengan berjalan kaki menuruni jalan setapak yang cukup curam. Jalurnya disebut rimbun dan lebat, sehingga pengunjung diminta ekstra hati-hati, apalagi jika kondisi tanah licin.
Kreator memperkirakan waktu trekking menuju air terjun sekitar setengah jam. Sepanjang perjalanan, suasana alam terasa tenang dengan suara aliran sungai yang menemani. Meski cukup melelahkan, rasa capek disebut langsung terbayar saat air terjun mulai terlihat dari kejauhan.
Pesona Air Terjun Kedung Sriti yang Masih Alami dan Sepi
Sesampainya di lokasi, kreator menyebut air terjun ini “amazing”. Meski tidak terlalu tinggi, aliran airnya deras dan terlihat jernih. Suasana di sekitar air terjun juga sepi, membuat tempat ini terasa cocok untuk wisata alam yang lebih privat.
Area sekitar air terjun disebut cukup luas dan bersih. Bahkan, menurut kreator, tempat ini memungkinkan untuk camping sederhana. Pengunjung bisa menggelar tikar, duduk santai, hingga menikmati suasana alam sambil ngopi atau sekadar melepas penat.
Bagi wisatawan yang ingin alternatif wisata alam di Karanganyar selain lokasi yang sudah ramai, Air Terjun Kedung Sriti bisa menjadi pilihan. Namun karena jalurnya cukup menantang, pengunjung disarankan memakai alas kaki yang aman dan tetap menjaga kebersihan area wisata.
Editor : Natasha Eka Safrina