LUMAJANG – Panorama Tumpak Sewu kembali mencuri perhatian wisatawan setelah ramai dibahas dalam video perjalanan terbaru. Air terjun yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang ini disebut punya kelas “internasional” karena banyak dikunjungi wisatawan mancanegara dari berbagai negara.
Dalam video tersebut, kreator menyapa penonton dengan sapaan khas, lalu memperkenalkan lokasi yang kerap bikin bingung wisatawan. Di Malang, destinasi ini sering disebut Coban Sewu. Sementara di Lumajang lebih populer dengan nama Tumpak Sewu. Meski beda penyebutan, tempatnya sama: air terjun megah di perbatasan dua daerah.
Yang membuat pengalaman wisata makin menarik, kreator menegaskan perbedaan harga tiket masuk di dua jalur tersebut. Jika lewat Panorama Tumpak Sewu, tiket masuk disebut Rp20.000 per orang. Sementara jalur Coban Sewu disebut lebih murah, sekitar Rp15.000. Perbedaannya bukan hanya harga, tetapi juga trek atau jalur yang ditempuh.
Tiket Panorama Tumpak Sewu Rp20 Ribu, Jalur Disebut Lebih Mudah
Menurut penuturan kreator, jalur masuk Panorama Tumpak Sewu dinilai lebih mudah dibanding rute lainnya. Wisatawan pun disarankan memilih jalur sesuai kondisi fisik dan tujuan kunjungan.
Setelah melewati pintu masuk, pengunjung disuguhi pemandangan perkebunan salak di sepanjang jalan. Buah salak yang dijual petani setempat disebut punya kualitas bagus dan harga lebih murah jika membeli langsung dari petani.
Namun, karena kawasan wisata ini sudah terkenal hingga mancanegara, harga di area wisata disebut cenderung lebih mahal. Kreator menyebut tarif di lokasi wisata terasa “internasional” karena banyak turis asing yang datang, sehingga aktivitas ekonomi di sekitar ikut bergerak.
Ramai Wisatawan Mancanegara, dari Korea hingga United Kingdom
Salah satu sorotan utama dalam video tersebut adalah banyaknya bule atau wisatawan asing yang berkunjung. Kreator bahkan menyebut beberapa negara asal turis yang ditemuinya, mulai dari Korea, Cina, Belgia, Spanyol, hingga United Kingdom.
Kondisi ini membuat Panorama Tumpak Sewu semakin dikenal sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya diminati wisatawan lokal, tetapi juga pelancong mancanegara.
Di sekitar area wisata juga tersedia fasilitas penunjang. Mulai dari penjual cinderamata, makanan, hingga layanan ojek. Ojek ini bisa dimanfaatkan wisatawan yang kelelahan saat pulang dari jalur turun naik menuju air terjun.
“Kalau nanti pulangnya capek bisa langsung naik ojek,” ujar kreator dalam video.
Baca Juga: Akibat Laka Bus di Kediri, Terminal Trenggalek Perketat Keamanan Armada
Ada Pemandu Wisata dan Fasilitas Lengkap di Jalur Bawah
Kreator juga menyebut tersedia pemandu wisata, baik untuk bule maupun pengunjung lokal. Kehadiran pemandu dinilai membantu wisatawan agar lebih aman dan tidak bingung, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali datang.
Tak hanya itu, fasilitas seperti toilet juga disebut tersedia di area bawah. Ini menjadi poin penting karena banyak wisatawan yang perlu berganti baju setelah basah terkena cipratan air atau sekadar ingin beristirahat.
Warung-warung kecil pun ada di bawah, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir jika lapar atau butuh minuman setelah menempuh jalur menantang.
Turun ke Bawah Tumpak Sewu: Licin, Tajam, dan Butuh Fisik Prima
Meski jalur masuk disebut lebih mudah, tantangan sebenarnya ada saat wisatawan memutuskan turun menuju area bawah air terjun. Kreator mengingatkan medannya cukup menantang, licin, dan turunannya tajam.
Karena itu, wisatawan diminta benar-benar mempersiapkan fisik. Apalagi saat akhir pekan, kawasan ini disebut bisa sangat ramai. Jika tidak kuat, pengunjung disarankan untuk berhenti sejenak dan istirahat, bukan memaksakan diri.
“Kalau capek itu istirahat dulu,” pesan kreator.
Di sepanjang jalur turun, pengunjung juga akan melewati beberapa titik air terjun kecil dan aliran sungai yang deras. Kondisi ini membuat jalan semakin licin, sehingga kewaspadaan menjadi hal wajib.
Pertigaan Menuju Coban Sewu dan Gua Tetes, Jangan Sampai Salah Arah
Dalam video, kreator juga menjelaskan adanya pertigaan jalur yang mengarah ke Coban Sewu dan Gua Tetes. Ini menjadi informasi penting, terutama bagi wisatawan yang ingin menjelajah lebih jauh.
Kreator memilih belok kanan menuju Tumpak Sewu dan berusaha membuat video sedetail mungkin agar penonton tidak bingung saat berkunjung langsung.
Ia juga menyoroti peran relawan yang membuat aliran sungai agar lebih lancar. Arus air disebut cukup deras, dan angin di sekitar air terjun juga kencang. Kondisi ini membuat aktivitas foto maupun video menjadi sedikit lebih sulit, meski panorama yang ditawarkan tetap memukau.
Pada akhirnya, kreator menyimpulkan bahwa pemandangan dari bawah Tumpak Sewu memang sangat indah dan layak diperjuangkan. Air terjun yang megah, suasana alam, hingga ramainya wisatawan asing menjadi kombinasi yang membuat Panorama Tumpak Sewu terus jadi destinasi favorit di Jawa Timur.
Editor : Natasha Eka Safrina