MALANG - Liburan ke Malang tak selalu harus naik kendaraan dan berpindah kota. Buat wisatawan yang datang naik kereta, area sekitar Stasiun Malang Kota Baru ternyata menyimpan banyak spot menarik yang bisa dijangkau dengan mudah, bahkan cukup jalan kaki.
Dalam video terbaru dari kanal perjalanan “Loyal Trip Jalan-Jalan”, sang kreator membagikan rekomendasi 8 spot wisata dekat Stasiun Malang Kota Baru yang bisa dieksplor seharian. Menariknya, jarak terjauh dari stasiun disebut hanya sekitar 1 kilometer, sehingga cocok untuk wisata santai tanpa ribet.
Bukan cuma destinasi foto-foto, rute ini juga pas untuk kamu yang ingin sekalian kulineran, belanja, sampai menikmati suasana Malang yang klasik dan ikonik.
Kulineran Dulu di Sekitar Stasiun Malang Kota Baru
Sebelum memulai perjalanan, wisatawan bisa mampir kulineran di sekitar stasiun. Salah satu yang disarankan adalah Sentra Kuliner Sriwijaya yang berada tepat di depan stasiun. Bagi yang ingin lebih fleksibel, tersedia juga opsi sewa motor di sekitar area stasiun.
Setelah energi terisi, barulah perjalanan wisata jalan kaki dimulai.
1. Alun-alun Tugu Malang, Landmark Ikonik Kota Bunga
Spot pertama dan yang paling dekat adalah Alun-alun Tugu Malang. Jaraknya sekitar 350 meter atau hanya 5 menit jalan kaki dari Stasiun Malang Kota Baru.
Lokasinya berada di Jalan Tugu, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Tempat ini dikenal sebagai salah satu landmark kota sejak era kolonial Belanda. Cocok untuk foto-foto, santai sore, hingga nongkrong di kafe sekitaran. Bagi wisatawan yang ingin menginap, area ini juga dikelilingi banyak penginapan.
2. Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi
Spot kedua adalah destinasi paling ikonik untuk pencinta foto estetik: Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi. Jaraknya sekitar 500 meter ke arah selatan dari stasiun.
Keduanya bersebelahan, dengan lokasi Kampung Tridi di Jalan Temenggungan Ledok, Kesatrian, Blimbing, sedangkan Kampung Warna-Warni berada di Jalan Ir H Juanda, Jodipan, Blimbing.
Jam operasionalnya setiap hari, sekitar pukul 08.00–17.00. Tiket masuknya Rp5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp10.000 untuk turis asing. Warna-warni cat rumah, mural keren, hingga gang-gang sempit membuat kawasan ini disebut mirip “mini Santorini versi colorful” jika dilihat dari kejauhan.
3. Pasar Klojen, Surga Kuliner Dekat Stasiun
Buat yang doyan jajan, Pasar Klojen wajib masuk list. Jaraknya sekitar 500 meter ke arah utara dari stasiun, bisa ditempuh 7 menit jalan kaki.
Alamatnya di Jalan Cokroaminoto, Klojen, Kota Malang, buka setiap hari pukul 06.00–16.00. Di sini, wisatawan bisa menemukan jajanan jadul, makanan berat, sampai kuliner kekinian. Disarankan datang pagi karena banyak menu yang sudah habis setelah jam 10.00, apalagi saat weekend.
4. Pasar Splendid, Ramai Hewan Peliharaan dan Bunga
Spot berikutnya adalah Pasar Splendid di Jalan Brawijaya, Kauman, Klojen. Jaraknya sekitar 700 meter dari stasiun.
Berbeda dengan Pasar Klojen yang fokus kuliner, Pasar Splendid dikenal sebagai pasar hewan dan bunga. Pengunjung bisa melihat beragam hewan peliharaan seperti burung, kelinci, hamster, sugar glider, ikan, hingga reptil, lengkap dengan perlengkapannya. Pasar ini buka setiap hari sekitar pukul 07.00–17.00.
5. Rombengan Malam (Roma) alias Pasar Maling
Kalau ingin suasana malam Malang yang lebih “hidup”, cobalah datang ke Rombengan Malam (Roma) yang juga dikenal sebagai pasar loak atau pasar maling.
Lokasinya membentang di Jalan Gatot Subroto, Jodipan, Blimbing. Pasar ini buka setiap hari dari pukul 18.00–00.00. Waktu terbaik datang adalah sekitar pukul 20.00–21.00, saat pedagang sudah ramai buka lapak dan suasana makin seru untuk hunting barang murah.
Baca Juga: Atasi Banjir Perlu Koordinasi Berbagai Pihak
6. Kayutangan Heritage, Jalan-Jalan di Malang Tempo Dulu
Kayutangan Heritage menjadi spot ikonik untuk menikmati nuansa lawas Kota Malang. Lokasinya membentang di Jalan Basuki Rahmat, Kauman, Klojen, sekitar 1,1 km dari stasiun.
Area ini bisa dinikmati 24 jam, cocok untuk jalan santai sore hingga malam. Jika ingin masuk kampung heritage dan melihat bangunan tua, tiketnya sekitar Rp5.000. Ada puluhan bangunan bersejarah, mural, hingga kafe vintage yang jadi favorit wisatawan.
7. Alun-alun Merdeka Malang, Gratis dan Selalu Ramai
Belum ke Malang kalau belum foto di Alun-alun Merdeka. Lokasinya di Jalan Merdeka Selatan, Kiduldalem, Klojen, sekitar 1,1 km dari stasiun.
Tempat ini buka 24 jam dan gratis. Setelah lelah keliling kota, wisatawan bisa rebahan di rumput hijau atau sekadar menikmati suasana pusat kota yang ramai.
8. Klenteng Eng An Kiong, Bangunan Tertua dengan Arsitektur Memikat
Spot terakhir adalah Klenteng Eng An Kiong, klenteng tertua sekaligus salah satu bangunan ibadah tertua di Kota Malang. Lokasinya di Jalan RE Martadinata, Kota Lama, Kedungkandang, sekitar 1,2 km dari stasiun.
Masuknya gratis, buka setiap hari dari pagi hingga pukul 21.00, meski disebut kadang tutup saat Minggu. Klenteng ini didominasi warna merah dengan detail arsitektur Tionghoa yang kuat, cocok untuk wisata budaya sekaligus foto-foto. Di area parkiran juga ada kuliner legendaris yang bisa dicoba.
Dengan rute ini, wisatawan bisa menikmati Malang tanpa ribet transportasi. Cukup turun di Stasiun Malang Kota Baru, jalan kaki, dan seharian penuh sudah bisa merasakan wisata, kuliner, hingga suasana kota tempo dulu.
Editor : Natasha Eka Safrina