NGAWI - Viral Kampung Jojo Ngawi belakangan ini kembali mencuri perhatian warganet setelah diulas dalam vlog perjalanan yang menyorot kehidupan pedesaan terpencil di lereng Gunung Lawu. Kampung yang memiliki nama resmi Kampung Ngadirejo atau Kampung Adirejo ini disebut sebagai kampung paling terpencil sekaligus tertinggi di wilayah Desa Umbulrejo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.
Dalam video tersebut, suasana Kampung Jojo digambarkan begitu sejuk, berkabut, dan terasa sunyi. Begitu memasuki kawasan kampung, pengunjung langsung disambut hamparan persawahan yang menguning serta hawa dingin khas pegunungan. Kondisi ini membuat Kampung Jojo Ngawi cocok menjadi destinasi “healing” alternatif bagi warga yang ingin menikmati suasana desa tanpa keramaian kota.
Tak hanya menawarkan pemandangan alam, vlog itu juga menampilkan cerita warga tentang bagaimana kampung ini dulu benar-benar terisolasi. Akses menuju kampung sempat hanya berupa jalan setapak. Kini, jalannya sudah jauh lebih baik karena telah dilebarkan dan sebagian dicor maupun diaspal, meski tetap menantang karena menanjak ekstrem, terutama sekitar 1,5 kilometer menjelang lokasi.
Kampung Jojo Ngawi, Desa Terpencil di Tengah Hutan
Perjalanan menuju Kampung Jojo tidak mudah. Rute menuju kampung melewati area hutan pinus dan jalur menanjak yang cukup ekstrem. Meski begitu, kondisi jalan saat ini disebut sudah “lumayan bagus”, walaupun di beberapa titik masih licin, terutama saat cuaca berkabut atau musim hujan.
Sesampainya di lokasi, suasana pedesaan terasa sangat kuat. Aktivitas warga terlihat sederhana namun hangat. Ada warga yang mencari pakan ternak di hutan, ada yang berkumpul mengobrol, hingga ada yang sedang membantu persiapan acara tradisi kampung. Kehidupan berjalan tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Dalam perbincangan dengan warga, terungkap bahwa Kampung Jojo dihuni tidak terlalu banyak keluarga. Banyak anak muda memilih merantau ke luar daerah, bahkan hingga Kalimantan, karena keterbatasan lapangan pekerjaan di kampung.
Baca Juga: 8 Wisata Malang Terbaru dan Paling Populer 2026, Ada Waterpark hingga Spot Jepang yang Instagramable
Tantangan Utama: Air Masih Jadi Kendala
Hal menarik yang disorot dari Kampung Adirejo adalah persoalan air bersih. Berbeda dengan kampung terpencil lain yang memiliki aliran sungai jernih sepanjang tahun, Kampung Jojo disebut masih minim sumber air. Warga mengandalkan air hujan dan pasokan yang tidak selalu stabil.
Karena keterbatasan air, pola pertanian pun sangat bergantung pada musim penghujan. Warga setempat banyak menanam komoditas seperti singkong, jagung, sayuran, hingga cabai (lombok) saat musim hujan tiba. Namun ketika musim kemarau panjang, aktivitas bercocok tanam tidak bisa maksimal.
Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa kehidupan di desa terpencil bukan hanya soal pemandangan indah, tetapi juga perjuangan bertahan dengan fasilitas yang terbatas.
Tradisi Genduri Bulan Ruah, Warga Kompak Kirim Doa
Selain soal alam dan akses, vlog itu juga menyorot sisi budaya yang masih kuat di Kampung Jojo. Kebetulan saat tim vlogger datang, warga sedang menggelar acara “genduri” yang dilakukan pada bulan Ruah.
Menurut penuturan warga, tradisi ini sudah menjadi kebiasaan turun-temurun. Intinya adalah selametan dan mengirim doa bagi leluhur atau keluarga yang telah meninggal dunia. Tradisi ini dilakukan secara kekeluargaan, bukan sekadar acara makan bersama, tetapi juga bentuk penghormatan dan kebersamaan warga kampung.
Momen tersebut memperlihatkan bagaimana budaya gotong royong masih hidup. Warga saling membantu, saling hadir, dan menjaga tradisi agar tetap berjalan meski kampung berada jauh dari pusat keramaian.
Kehangatan Warga Kampung Jojo Bikin Betah
Salah satu momen yang membuat vlog ini terasa dekat dengan penonton adalah ketika sang vlogger mampir ke rumah warga bernama Ibu Surati. Rumahnya tampak sederhana, namun suasana kekeluargaan terasa kuat. Bahkan, tamu yang datang diajak makan siang sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
Di akhir perjalanan, vlog juga menampilkan pertemuan singkat dengan sesepuh kampung. Percakapan ringan itu menegaskan bahwa Kampung Jojo bukan sekadar lokasi terpencil, tetapi kampung yang menyimpan cerita, perjuangan, dan nilai sosial yang masih kuat hingga hari ini.
Bagi pencinta wisata alam, Kampung Jojo Ngawi bisa menjadi pilihan menarik untuk melihat sisi lain lereng Gunung Lawu. Namun, pengunjung tetap perlu menjaga etika, menghormati warga, serta tidak merusak ketenangan kampung yang menjadi daya tarik utamanya.
Editor : Natasha Eka Safrina