BANTUL – Proyek pembangunan Jalan Kelok 18 sebagai salah satu ruas paling ikonik dalam jalur Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Daerah Istimewa Yogyakarta kini memasuki tahap akhir. Jalan ini menghubungkan Kabupaten Bantul, tepatnya Kelurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, dengan Kabupaten Gunungkidul di wilayah Kelurahan Girijati, Kapanewon Purwosari.
Jalan Kelok 18 membentang sepanjang kurang lebih 5,6 kilometer dan dirancang menembus kawasan perbukitan karst dengan karakter jalan berkelok, tikungan tajam, serta panorama Samudra Hindia yang memanjakan mata. Keberadaannya tak hanya penting sebagai jalur penghubung antarwilayah selatan DIY, tetapi juga digadang-gadang menjadi destinasi wisata jalanan baru.
Progres Pengaspalan Makin Terlihat
Dari pantauan terbaru, progres pembangunan Jalan Kelok 18 semakin menunjukkan perkembangan signifikan. Sejumlah segmen jalur utama telah memasuki tahap pengaspalan lanjutan. Permukaan jalan terlihat mulus, bahkan di beberapa titik guardrail atau pagar pengaman sudah terpasang.
Di sisi Gunungkidul, tepatnya wilayah Girijati, akses jalan mulai tersambung meski masih terdapat beberapa titik yang dalam proses penyempurnaan. Jalur baru juga disiapkan sebagai akses warga setempat selama pembangunan berlangsung. Hal ini dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa mengganggu pekerjaan proyek.
Menembus Perbukitan Karst Selatan
Jalan Kelok 18 dirancang menembus kontur perbukitan karst selatan Yogyakarta yang terkenal ekstrem. Tikungan-tikungan tajam menjadi ciri khas jalur ini, sekaligus tantangan teknis bagi pelaksana proyek. Namun di balik itu, pengendara nantinya akan disuguhi pemandangan laut lepas selatan Jawa dari ketinggian.
Beberapa titik strategis bahkan disiapkan sebagai gardu pandang atau rest area. Dari lokasi ini, pengguna jalan dapat berhenti sejenak untuk menikmati panorama Samudra Hindia, menjadikan Jalan Kelok 18 bukan sekadar jalur transportasi, tetapi juga pengalaman wisata.
Pembangunan Jembatan Akibat Longsor
Salah satu tantangan utama dalam pembangunan Jalan Kelok 18 adalah kondisi medan yang rawan longsor. Di salah satu titik, jalur yang sebelumnya sempat tersambung harus diperbaiki kembali akibat pergerakan tanah. Untuk mengatasi hal tersebut, direncanakan pembangunan jembatan sebagai solusi permanen.
Saat ini, di lokasi tersebut terlihat aktivitas pembersihan lahan dan alat berat yang bekerja meratakan area. Pembangunan jembatan ini menjadi bagian penting dalam menyempurnakan konektivitas Jalan Kelok 18 di tengah medan yang menantang.
Ditargetkan Fungsional Lebaran 2026
Meski masih ada beberapa pekerjaan lanjutan, pembangunan Jalan Kelok 18 terus dikebut. Harapannya, jalur ini dapat difungsionalkan saat momen libur Lebaran 2026. Jika target ini tercapai, waktu tempuh antara Bantul dan Gunungkidul melalui jalur selatan akan menjadi lebih cepat dan efisien.
Selain memperlancar arus lalu lintas, kehadiran Jalan Kelok 18 juga diharapkan mampu membuka akses ekonomi baru, khususnya sektor pariwisata di kawasan selatan Yogyakarta. Pantai-pantai di Gunungkidul dan Parangtritis diprediksi akan semakin mudah dijangkau wisatawan.
Jalur Ikonik JJLS Yogyakarta
Sebagai bagian dari JJLS, Jalan Kelok 18 menjadi salah satu ruas yang paling dinanti. Kombinasi antara fungsi infrastruktur dan keindahan alam menjadikannya ikon baru jalur selatan DIY. Meski menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan medan sulit, progres pembangunan menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Jika seluruh segmen tersambung sempurna, Jalan Kelok 18 tidak hanya menjadi solusi transportasi, tetapi juga simbol kemajuan pembangunan infrastruktur di kawasan selatan Yogyakarta yang selama ini relatif tertinggal.
Editor : Natasha Eka Safrina