BLITAR – Jalur Lintas Selatan (JLS) Puncak Pantai Gayasan Blitar mendadak menjadi magnet baru wisatawan akhir tahun 2025. Titik ini bahkan disebut-sebut sebagai kawasan paling ramai di sepanjang rute JLS Blitar–Tulungagung, mengalahkan popularitas Tebing Sine hingga Perempatan Mekah di JLS Tulungagung.
Pantauan di lapangan menunjukkan, JLS Puncak Pantai Gayasan Blitar mengalami lonjakan kunjungan signifikan, terutama sejak tembusnya jalur GLS Blitar–Tulungagung secara 100 persen. Akses dari Perempatan JLS Tambakrejo kini tersambung langsung ke Pantai Nlodo, Pantai Sine, hingga Cemoro Sewu, membuat arus kendaraan mengalir tanpa hambatan.
Titik Paling Ramai di Sepanjang JLS Blitar–Tulungagung
Berbeda dengan kawasan pesisir Pantai Gayasan, pusat keramaian justru berada di area puncak bukit sebelah barat. Lokasi ini menawarkan panorama laut lepas dari ketinggian, sekaligus menjadi spot favorit warga untuk nongkrong, bersantai, hingga sekadar menikmati suasana sore dan malam hari.
Pada siang hingga sore hari, arus kendaraan menuju JLS Puncak Pantai Gayasan Blitar disebut luar biasa padat. Bahkan menjelang magrib, pengunjung yang datang dengan mobil roda empat sering kali kesulitan mendapatkan tempat parkir. Kondisi tersebut masih berlanjut hingga malam, dengan antrean kendaraan yang berjejer di sepanjang JLS.
Menariknya, meski ramai, kawasan ini belum mengalami kemacetan parah. Lebarnya badan jalan JLS membuat arus lalu lintas tetap lancar meski volume kendaraan tinggi. Area parkir pun masih memanfaatkan sisi luar marka jalan.
Ramai Tanpa Event, Murni Daya Tarik Alam
Tidak ada konser, festival, atau agenda khusus di kawasan ini. Keramaian murni terjadi karena daya tarik alam dan rasa penasaran masyarakat terhadap jalur baru. Pengunjung datang berkelompok, mulai dari keluarga, pasangan muda, hingga rombongan teman yang menikmati malam dengan membawa tikar atau sekadar duduk santai di atas bukit.
Tak sedikit pula wisatawan dari luar daerah. Pelat kendaraan dari berbagai wilayah terlihat mendominasi area parkir, menandakan JLS Puncak Pantai Gayasan Blitar telah menjadi destinasi lintas kota.
Baca Juga: 8 Wisata Malang Terbaru dan Paling Populer 2026, Ada Waterpark hingga Spot Jepang yang Instagramable
Ancaman Warung Permanen dan Parkir Liar
Meski potensial, muncul kekhawatiran terkait masa depan kawasan ini. Pengalaman di sejumlah titik wisata JLS menunjukkan, keberadaan warung permanen dan parkir yang dikelola serampangan kerap menjadi pemicu turunnya minat pengunjung.
Secara kontur, puncak Gayasan merupakan hasil urukan tanah dari proses pembukaan jalan JLS. Jika dibangun bangunan permanen, risiko longsor saat hujan cukup tinggi. Karena itu, warga berharap kawasan ini tetap dijaga alami, cukup dengan tanaman penahan tanah seperti ketapang kencana yang telah ditanam sebelumnya.
Model warung bongkar-pasang dinilai lebih ideal, agar wisatawan tetap leluasa menikmati pemandangan tanpa tekanan harus berbelanja saat singgah.
Waktu Terbaik Berkunjung ke JLS Gayasan
Keramaian tertinggi terjadi pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu. Mulai siang hingga malam pukul 21.00, kawasan ini masih dipadati pengunjung. Sebaliknya, pada hari kerja, terutama malam hari, lokasi ini bisa sangat sepi.
Wisatawan diimbau tidak datang di luar akhir pekan jika ingin merasakan suasana ramai. Pada hari biasa, area ini nyaris kosong dan minim aktivitas warga.
Potensi Jadi Ikon Wisata Baru Blitar
Jika dikelola dengan baik tanpa pembangunan berlebihan, JLS Puncak Pantai Gayasan Blitar berpotensi menjadi ikon wisata baru di selatan Blitar. Stabilitas keramaian sangat bergantung pada kebijakan pengelolaan, kebersihan, harga makanan yang wajar, serta ketiadaan pungutan parkir liar.
Dengan akses yang sudah tembus penuh dan panorama yang memikat, tak berlebihan jika titik ini kini disebut sebagai lokasi paling ramai di sepanjang Jalur Lintas Selatan Blitar–Tulungagung.
Editor : Natasha Eka Safrina