BLITAR – Perkembangan Jalur Lintas Selatan (JLS) Blitar kembali mencuri perhatian publik. Ruas JLS Blitar Pasur Bulawang–Pantai Tambakrejo kini dipastikan rampung 100 persen dan sudah dapat dilalui kendaraan tanpa hambatan. Kondisi tersebut membuat kawasan selatan Blitar semakin hidup, terutama pada akhir pekan.
Perjalanan menyusuri JLS dimulai dari pertigaan Pasur Bulawang menuju arah timur ke Pantai Tambakrejo. Pada Minggu sore, arus lalu lintas terpantau cukup ramai, menandakan jalur ini mulai menjadi pilihan utama masyarakat, baik untuk mobilitas maupun wisata.
Jalur Sudah Rampung, Pengaman Longsor Terpasang
Di beberapa titik rawan, terlihat pemasangan bronjong batu sebagai penahan longsor. Salah satu titik krusial berada di kawasan dengan sumber mata air besar yang berpotensi menyebabkan pergerakan tanah. Upaya ini menunjukkan keseriusan dalam menjaga keamanan pengguna JLS Blitar Pasur Bulawang–Pantai Tambakrejo.
Baca Juga: 8 Wisata Malang Terbaru dan Paling Populer 2026, Ada Waterpark hingga Spot Jepang yang Instagramable
Cuaca cerah turut mendukung aktivitas pengguna jalan. Meski sebelumnya kawasan ini kerap diguyur hujan, pada sore hari kondisi jalan relatif kering dan aman dilalui. Marka jalan, pagar pembatas, serta lampu penerangan juga telah terpasang dengan baik.
Rowo Ngembak, Spot Mancing Favorit di Sepanjang JLS
Salah satu daya tarik utama di jalur ini adalah Danau Rowo Ngembak, yang berada tepat di sisi selatan JLS. Lokasi ini dikenal sebagai spot memancing paling favorit di sepanjang JLS Blitar. Pada akhir pekan, kawasan ini dipenuhi pemancing dari berbagai daerah.
Aktivitas memancing tampak berlangsung hingga sore hari. Meski angin cukup kencang, minat warga untuk menikmati suasana alam terbuka tidak surut. Banyak kendaraan roda dua dan roda empat berhenti di bahu jalan untuk sekadar menikmati panorama danau dan laut lepas dari kejauhan.
Panorama Samudra Lepas dan Potensi Wisata
Memasuki kawasan dataran tinggi, pemandangan langsung mengarah ke Samudra Hindia. Kontur tanah berbatu kapur di wilayah JLS Blitar dinilai lebih padat dan stabil dibandingkan jalur lain seperti Kelok 9 Malang yang didominasi tanah gembur.
Sejumlah titik di jalur ini bahkan disebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata, kafe alam, atau rest area dengan konsep terbuka. Namun, warga berharap pengembangan dilakukan secara bijak tanpa bangunan permanen yang berisiko merusak kontur alam.
Pantai Pangi hingga Gayasan Mulai Dipadati Pengunjung
Setelah melewati Pantai Pangi dan kawasan Tumpak Kepuh, arus kendaraan mengarah ke Pantai Gayasan. Pada Minggu sore, kawasan ini terpantau luar biasa ramai. Banyak pengunjung memancing, bersantai, hingga menikmati senja di sepanjang jalur JLS.
Keramaian di Pantai Gayasan kembali menegaskan kawasan ini sebagai salah satu titik favorit baru di JLS Blitar. Tenda-tenda bongkar pasang milik pedagang dinilai masih ideal untuk menjaga kenyamanan pengunjung tanpa mengurangi keindahan alam.
Akses Tambakrejo Kini Bebas Dilalui
Menjelang kawasan Tambakrejo, jalur semakin padat oleh kendaraan wisatawan. Pertigaan menuju Ringinrejo dan Kali Grenjeng sudah tersambung mulus. JLS Blitar Pasur Bulawang–Pantai Tambakrejo kini benar-benar bebas dilalui dari berbagai arah.
Meski sudah rampung, peresmian resmi masih menunggu penyelesaian akhir pada bagian drainase. Namun secara fungsional, jalur ini telah menjadi urat nadi baru penghubung antar kawasan pesisir selatan Blitar.
Keberadaan JLS tidak hanya memperlancar akses, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga, mulai dari pemancing, pedagang ikan, hingga pelaku UMKM di Pantai Tambakrejo.
Editor : Natasha Eka Safrina