TRENGGALEK – Destinasi wisata pantai Trenggalek masih menjadi andalan utama sektor pariwisata daerah sepanjang tahun 2025. Meski secara total jumlah pergerakan wisatawan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, pantai-pantai di kawasan pesisir selatan Trenggalek tetap mendominasi pilihan kunjungan wisatawan.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek mencatat, total kunjungan wisatawan ke seluruh destinasi wisata sepanjang 2025 mencapai sekitar 9,4 juta orang. Sementara itu, jumlah wisatawan yang menginap di hotel tercatat sebanyak 55.292 orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata masih bergerak aktif, meski tidak sekuat tahun 2024.
Dari seluruh destinasi yang ada, wisata pantai Trenggalek kembali menjadi tulang punggung utama. Dua pantai tercatat sebagai destinasi paling favorit, yakni Pantai Mutiara dan Pantai Pasir Putih Karanggongso yang sama-sama berada di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo.
Baca Juga: 8 Wisata Malang Terbaru dan Paling Populer 2026, Ada Waterpark hingga Spot Jepang yang Instagramable
Pantai Mutiara Jadi Destinasi Paling Ramai
Sepanjang tahun 2025, Pantai Mutiara mencatat kunjungan tertinggi dengan total 360.084 wisatawan. Meski masih menempati posisi teratas, angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 445.743 kunjungan.
Sementara itu, Pantai Pasir Putih Karanggongso berada di peringkat kedua dengan jumlah kunjungan 310.273 wisatawan sepanjang 2025. Angka tersebut juga turun dibandingkan tahun 2024 yang sebelumnya mencapai 387.139 kunjungan.
Dominasi dua pantai tersebut menegaskan bahwa daya tarik wisata bahari di Trenggalek masih sangat kuat, terutama karena karakter pantai yang landai, panorama laut selatan, serta akses yang relatif mudah dari pusat kota.
Puncak Kunjungan Terjadi Saat Libur Lebaran dan Nataru
Berdasarkan data Disparbud Trenggalek, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada dua momentum besar, yakni Hari Raya Idul Fitri dan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pada bulan April 2025 yang bertepatan dengan Lebaran, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 113.767 orang. Sedangkan pada bulan Desember 2025, saat libur Nataru, kunjungan melonjak hingga 126.770 orang.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa wisata pantai masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menghabiskan waktu libur panjang, terutama wisatawan domestik dari Jawa Timur dan sekitarnya.
Kunjungan Turun 14 Persen, Ini Penyebabnya
Meski tetap mendominasi, total kunjungan wisatawan ke Kabupaten Trenggalek pada 2025 tercatat turun sekitar 14 persen dibandingkan tahun 2024. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal.
Salah satu faktor utama adalah terbukanya akses Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menghubungkan kawasan pantai di Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Blitar. Kehadiran JLS membuka banyak destinasi pantai baru di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur, sehingga perhatian wisatawan terbagi ke daerah-daerah lain.
Selain itu, munculnya destinasi wisata baru yang dikelola investor swasta di kabupaten dan kota tetangga juga turut memengaruhi penurunan kunjungan. Destinasi baru tersebut menawarkan konsep wisata modern yang menarik minat wisatawan, khususnya generasi muda.
Optimisme Disparbud: Pantai Trenggalek Tetap Unggul
Meski menghadapi persaingan ketat, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek tetap optimistis. Menurut mereka, fenomena wisata baru di daerah lain masih bersifat euforia sementara.
Pantai-pantai unggulan seperti Pantai Mutiara dan Pantai Karanggongso dinilai memiliki daya tarik alami yang kuat dan berkelanjutan. Keindahan alam, karakter ombak, serta kekhasan pantai selatan Trenggalek diyakini tetap mampu bersaing di sepanjang koridor JLS.
Dengan penguatan promosi, peningkatan fasilitas, serta pengelolaan destinasi yang berkelanjutan, wisata pantai Trenggalek diyakini tetap menjadi magnet utama wisata Jawa Timur bagian selatan.
Editor : Natasha Eka Safrina