Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jalan-jalan Pinggir Laut Tamsui di Tengah Hujan dan Dingin, Pelarian Gabut yang Berubah Jadi Wisata Kuliner Hangat

Ichaa Melinda Putri • Jumat, 6 Februari 2026 | 12:30 WIB

Jalan-jalan Pinggir Laut Tamsui di Tengah Hujan dan Dingin, Pelarian Gabut yang Berubah Jadi Wisata Kuliner Hangat
Jalan-jalan Pinggir Laut Tamsui di Tengah Hujan dan Dingin, Pelarian Gabut yang Berubah Jadi Wisata Kuliner Hangat

TRENGGALEK NJENGGELEK-Menghabiskan waktu untuk menenangkan diri tak selalu harus dengan perjalanan jauh atau rencana besar. Hal itu tergambar dalam video YouTube milik Bunda Audri yang menampilkan momen jalan-jalan pinggir laut Tamsui bersama seorang teman di tengah hujan gerimis dan suhu dingin.

Dalam video tersebut, Bunda Audri membuka cerita dengan kondisi pribadi yang sedang tidak mudah. Setelah kehilangan nenek tercinta dan belum kembali bekerja, ia memilih mengisi waktu dengan berjalan santai di kawasan pinggir laut Tamsui. Meski cuaca tidak bersahabat, suasana justru terasa hangat karena dijalani bersama teman.

Sejak awal, jalan-jalan pinggir laut Tamsui digambarkan sebagai aktivitas yang sudah sering dilakukan. Namun justru karena sering itulah tempat ini terasa nyaman. Tanpa tujuan yang pasti, mereka hanya berjalan menyusuri tepi laut, menikmati pemandangan, dan membiarkan waktu berjalan pelan.

Hujan Gerimis dan Suhu 12 Derajat

Cuaca menjadi latar utama perjalanan kali ini. Hujan turun rintik-rintik disertai angin dingin dengan suhu sekitar 12 derajat Celsius. Meski membawa payung, keduanya memilih tetap berjalan tanpa membukanya, membiarkan tubuh terkena gerimis ringan.

Di sepanjang jalan, terlihat burung-burung merpati beterbangan di sekitar area pinggir laut. Beberapa pengunjung lain tampak memancing dan berfoto dengan latar belakang laut. Aktivitas sederhana ini menciptakan suasana yang tenang dan menenangkan, cocok untuk melepas penat.

Bunda Audri juga sempat menunjukkan latar laut di belakangnya, menegaskan bahwa meski hujan, kawasan Tamsui tetap menawarkan pemandangan yang indah dan bersih.

Nongkrong Santai dan Toko Indonesia

Dalam perjalanan, mereka sempat membicarakan rencana untuk mampir ke toko Indonesia yang ada di sekitar kawasan tersebut. Namun karena masih pagi, rencana itu ditunda. Mereka memilih nongkrong sebentar sambil melanjutkan jalan kaki menyusuri pinggir laut.

Percakapan ringan dan spontan mendominasi video. Tidak ada naskah atau alur yang dibuat-buat, membuat konten terasa jujur dan dekat dengan keseharian banyak orang, khususnya pekerja migran Indonesia di Taiwan.

Dari Es Krim hingga Bakso di Cuaca Dingin

Meski suhu dingin, pilihan kuliner justru unik. Mereka sempat membeli es krim, keputusan yang terdengar “error” di tengah hujan dan udara dingin. Namun momen ini justru mengundang tawa dan menambah warna dalam perjalanan.

Tak lama kemudian, rasa lapar membuat mereka memutuskan mencari makanan hangat. Pilihan jatuh pada bakso, menu yang dianggap paling pas untuk menghangatkan tubuh. Proses memesan hingga menyantap bakso ditampilkan sederhana, dengan keluhan tangan dingin yang sulit memegang makanan.

Selain bakso, video juga menampilkan jajanan gorengan seperti kepiting kecil, cumi, kentang, dan kembang gula atau arum manis. Ragam kuliner ini menunjukkan bahwa kawasan Tamsui bukan hanya tempat menikmati pemandangan laut, tetapi juga surga jajanan kaki lima.

Liburan Kecil yang Menyembuhkan

Pengalaman jalan-jalan pinggir laut Tamsui ini bukan sekadar konten jalan-jalan. Ada nuansa penyembuhan di baliknya. Berjalan tanpa tujuan, berbagi cerita, menikmati makanan hangat, dan membiarkan diri larut dalam suasana menjadi cara sederhana untuk berdamai dengan keadaan.

Menjelang akhir video, Bunda Audri menyebut rencana untuk melanjutkan perjalanan ke tempat lain, termasuk menonton pesawat dan ngopi di kawasan dekat bandara Songshan. Video pun ditutup dengan ajakan untuk mengikuti kelanjutan cerita di konten berikutnya.

Bagi penonton, video ini memberi pesan bahwa liburan tidak selalu harus jauh dan mahal. Terkadang, berjalan di pinggir laut, ditemani hujan dan makanan sederhana, justru menjadi pelarian paling jujur dari rasa lelah.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#tki taiwan #wisata Tamsui #healing sederhana #kuliner Tamsui #jalan jalan pinggir laut Tamsui