TRENGGALEK NJENGGELEK-Kawasan wisata Tamsui Taiwan kembali mencuri perhatian lewat sebuah video YouTube yang diunggah Jess Boy. Dalam video tersebut, ia mengajak penonton menyusuri salah satu destinasi paling populer di Kabupaten Taipei yang dikenal dengan pemandangan alamnya yang indah, area wisata yang luas, serta ragam kuliner yang menggoda.
Tamsui disebut sebagai salah satu tujuan favorit wisatawan, termasuk pekerja migran Indonesia (BMI) di Taiwan. Lokasinya yang mudah dijangkau dan menawarkan kombinasi laut, pegunungan, serta fasilitas wisata lengkap menjadikan Tamsui selalu ramai pengunjung, terutama saat sore hari dan akhir pekan.
Dalam video itu, Jess Boy sengaja datang lebih awal untuk menikmati suasana yang masih lengang. Ia ingin puas berjalan-jalan sebelum kawasan wisata Tamsui Taiwan dipadati pengunjung. Keputusan ini membuatnya bisa lebih leluasa menikmati pemandangan dan berbagai spot menarik tanpa harus berdesakan.
Pemandangan Laut dan Pegunungan yang Memanjakan Mata
Sejak awal perjalanan, penonton disuguhi panorama laut biru berpadu dengan latar pegunungan yang menjulang. Jalur pejalan kaki yang luas membuat pengunjung nyaman untuk berjalan santai, bersepeda, atau sekadar duduk menikmati angin sepoi-sepoi.
Di beberapa titik terdapat spot selfie ikonik, salah satunya jangkar besar dengan tulisan “Tamsui” yang banyak diburu wisatawan. Area ini menjadi salah satu penanda khas Tamsui dan sering dijadikan latar foto, terutama saat cuaca cerah.
Jess Boy juga menyebutkan bahwa udara di Tamsui terasa semakin sejuk saat sore hari. Aroma kuliner yang mulai bermunculan menambah daya tarik, membuat wisatawan betah berlama-lama di kawasan tersebut.
Menyebrang dengan Kapal, Tiket Hanya 80 NT
Salah satu aktivitas menarik di wisata Tamsui Taiwan adalah menyeberang ke area seberang menggunakan kapal. Jess Boy memperlihatkan loket penjualan tiket kapal yang berada tak jauh dari jalur utama wisata.
Menurut informasi yang disampaikan, harga tiket penyeberangan tergolong sangat terjangkau, hanya 80 dolar Taiwan (NT) per orang. Setelah membeli tiket, pengunjung diminta antre sebelum naik kapal dan memilih tempat duduk masing-masing.
Perjalanan singkat dengan kapal ini memberikan sudut pandang berbeda untuk menikmati kawasan Tamsui dari laut. Setelah tiba di seberang, suasana tampak lebih ramai dengan berbagai wahana dan aktivitas wisata.
Area Bermain Anak dan Kuliner Khas
Di kawasan seberang, tersedia banyak permainan anak-anak yang membuat tempat ini cocok dikunjungi bersama keluarga. Selain itu, pengunjung juga bisa menemukan pedagang es krim Turki yang menjadi daya tarik tersendiri.
Cuaca cerah saat itu semakin mendukung aktivitas wisata. Jess Boy melanjutkan perjalanan menyusuri area yang dipenuhi kapal-kapal, jalur pedestrian, dan aneka spot foto menarik. Salah satunya lantai dengan motif warna-warni seperti pelangi yang mencuri perhatian wisatawan.
Tak ketinggalan, terdapat tulisan “Bali” yang kerap menjadi spot favorit BMI untuk berfoto. Spot ini sering dianggap sebagai simbol kedekatan emosional para pekerja migran dengan kampung halaman di Indonesia.
Menyusuri Tamsui dengan Kereta Wisata
Setelah puas berjalan kaki, Jess Boy memilih menyewa kereta wisata untuk melanjutkan eksplorasi. Tersedia dua pilihan, yakni kereta manual seharga 350 NT per jam dan kereta listrik seharga 450 NT per jam.
Ia memilih kereta listrik karena dinilai lebih nyaman. Menyusuri wisata Tamsui Taiwan dengan kereta memberikan sensasi berbeda, dengan angin laut yang sejuk dan pemandangan terbuka di sepanjang jalur.
Kereta bisa dibawa hingga ke ujung kawasan wisata, membuat pengalaman berkeliling terasa lebih santai dan menyenangkan. Jess Boy bahkan mengaku tak henti tersenyum menikmati perjalanan tersebut.
Destinasi Favorit untuk Liburan Santai
Di akhir video, Jess Boy menyebut Tamsui sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat berada di Taiwan. Keindahan alam, fasilitas lengkap, akses mudah, dan biaya yang relatif terjangkau menjadikan Tamsui cocok untuk liburan singkat maupun menghabiskan akhir pekan.
Bagi wisatawan maupun BMI, wisata Tamsui Taiwan bukan sekadar tempat jalan-jalan, melainkan ruang untuk melepas penat dan menikmati keindahan alam yang menenangkan.
Editor : Ichaa Melinda Putri