TRENGGALEK - Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan–Trenggalek melalui Sudimoro hingga Panggul menjadi salah satu rute berkendara favorit di pesisir selatan Jawa Timur. Selain berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, jalur ini dikenal memiliki panorama alam yang kuat, mulai dari hutan, perbukitan karst, hingga pemandangan laut selatan yang muncul di beberapa titik tikungan.
Dalam tayangan perjalanan riding dari Sudimoro, Pacitan menuju Panggul, Trenggalek, terlihat kondisi jalan yang relatif baik dengan karakter naik turun dan banyak tikungan. Rute ini kerap dipilih rider dan wisatawan yang ingin menikmati sensasi berkendara santai dengan suguhan alam terbuka.
Start dari Kawasan PLTU Sudimoro Pacitan
Perjalanan biasanya dimulai dari kawasan PLTU Sudimoro yang menjadi salah satu landmark penting di Pacitan. PLTU Sudimoro dikenal sebagai pembangkit listrik tenaga uap berkapasitas besar yang memasok kebutuhan listrik sistem Jawa–Bali. Lokasinya berada dekat pesisir, dengan akses logistik batu bara melalui jalur laut.
Dari area Sudimoro, pengendara masuk ke koridor Jalur Lintas Selatan. Jalur ini merupakan bagian proyek konektivitas jalan selatan Jawa yang menghubungkan wilayah pesisir dari Jawa Barat hingga Jawa Timur sebagai alternatif jalur utama utara.
Karakter Jalan JLS Pacitan ke Panggul
Rute Sudimoro menuju Panggul didominasi kontur perbukitan kapur khas kawasan Gunung Sewu. Secara geografi, zona ini memang dikenal sebagai bentang alam karst yang membentang dari Pacitan hingga Gunungkidul. Karena itu, struktur jalannya cenderung berliku, naik turun, dan memotong bukit.
Aspal di sebagian besar segmen sudah tergolong mulus, meski terdapat beberapa titik bergelombang akibat lalu lintas kendaraan angkut hasil bumi. Pengendara tetap perlu waspada, terutama saat musim hujan karena beberapa tebing rawan longsor ringan.
Penerangan jalan tidak merata di semua titik, sehingga riding pagi atau siang hari lebih disarankan bagi yang belum familiar dengan jalur ini.
Panorama Laut dan Desa di Jalur Selatan
Keunggulan utama jalur selatan Pacitan–Trenggalek adalah variasi lanskapnya. Dalam satu perjalanan, pengendara bisa melewati area persawahan, desa kecil, hutan jati dan mahoni, hingga spot yang memperlihatkan Samudra Hindia dari kejauhan.
Beberapa pantai di sekitar koridor ini juga dikenal masih relatif sepi dan alami, seperti Pantai di wilayah Sudimoro dan pesisir Panggul. Akses ke pantai memang tidak semuanya berada di tepi jalan utama, namun cukup dekat untuk dijangkau dengan sedikit memutar.
Suasana pagi di jalur ini terasa sejuk dengan lalu lintas yang belum padat, membuatnya cocok untuk perjalanan touring dan riding santai.
Baca Juga: JLS Blitar–Tulungagung Macet Total di Puncak Gayasan, Hujan Deras Tak Surutkan Wisatawan Minggu Sore
Panggul Trenggalek Jadi Simpul Selatan
Perjalanan berakhir di Kecamatan Panggul, salah satu wilayah penting di selatan Trenggalek. Kawasan ini berfungsi sebagai pusat layanan masyarakat dengan pasar, fasilitas kesehatan, dan jalur distribusi hasil laut serta pertanian.
Panggul juga dikenal memiliki destinasi pesisir seperti Pantai Konang dan kawasan mangrove Cengkrong di wilayah Trenggalek selatan. Tak heran jika koridor JLS Pacitan–Panggul sering disebut sebagai jalur transportasi sekaligus jalur wisata.
Dengan kombinasi infrastruktur yang terus membaik dan panorama alam yang kuat, Jalur Lintas Selatan Pacitan–Trenggalek semakin diminati sebagai rute alternatif sekaligus jalur perjalanan bernuansa wisata alam
Editor : Dara Shauqy Hadiwijaya