TRENGGALEK NJENGGELEK- Kawah Sikidang Dieng kembali menjadi magnet wisatawan saat musim libur panjang dan libur sekolah. Destinasi vulkanik aktif yang berada di Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah ini tampak dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Kawah Sikidang Dieng dikenal sebagai salah satu ikon wisata paling populer di Dataran Tinggi Dieng karena keunikan fenomena alamnya yang masih aktif hingga kini.
Berdasarkan pantauan dari video perjalanan wisata yang diunggah ke YouTube, arus wisatawan mulai terlihat sejak area parkir. Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular, menandakan tingginya minat masyarakat untuk menikmati keindahan Kawah Sikidang Dieng. Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 2,6 kilometer dari titik nol Dieng, atau dapat ditempuh sekitar tujuh menit perjalanan, membuat destinasi ini mudah diakses wisatawan.
Akses Mudah dan Tiket Terusan
Akses menuju Kawah Sikidang Dieng relatif aman dan nyaman. Jalan beraspal memungkinkan wisatawan datang menggunakan kendaraan pribadi maupun rombongan wisata. Setibanya di lokasi, pengunjung diarahkan menuju loket tiket yang berada di pintu masuk utama kawasan wisata.
Harga tiket masuk Kawah Sikidang Dieng dibanderol Rp30.000 per orang untuk wisatawan domestik. Menariknya, tiket ini sudah termasuk tiket terusan menuju kawasan Candi Arjuna, salah satu kompleks candi Hindu tertua di Jawa. Sementara itu, wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp50.000 per orang. Anak-anak di bawah usia lima tahun belum dikenakan tarif penuh.
Pengelola juga mengimbau wisatawan untuk mengenakan jaket dan masker. Suhu udara di kawasan Dieng yang sejuk cenderung dingin, ditambah dengan bau belerang dari kawah aktif yang cukup menyengat di beberapa titik.
Fenomena Alam Kawah Aktif
Kawah Sikidang Dieng merupakan kawah vulkanik aktif yang terbentuk akibat aktivitas gunung berapi ribuan tahun lalu. Berbeda dengan kawah pada umumnya yang berada di lereng gunung, Kawah Sikidang terletak di area datar. Hal ini memungkinkan pengunjung menyaksikan langsung lumpur panas yang meletup-letup serta asap belerang berwarna putih pekat yang mengepul ke udara.
Nama “Sikidang” sendiri berasal dari bahasa Jawa, yang berarti kijang. Penamaan ini merujuk pada karakter letupan kawah yang sering berpindah-pindah lokasi, menyerupai lompatan seekor kijang. Fenomena inilah yang menjadikan Kawah Sikidang Dieng sebagai objek wisata geologi yang unik dan edukatif.
Di dalam kawasan, pengunjung berjalan menyusuri jembatan kayu berkelok yang dikenal dengan sebutan “jembatan kahyangan”. Jalur ini dirancang agar wisatawan tetap aman saat mendekati area kawah, sekaligus menjadi spot favorit untuk berfoto.
Ramai Saat Libur Panjang
Saat libur panjang dan long weekend, Kawah Sikidang Dieng dipenuhi wisatawan keluarga. Banyak pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berwisata sekaligus memberikan edukasi alam kepada anak-anak. Kawasan ini dinilai cocok sebagai wisata pembelajaran karena memperkenalkan secara langsung fenomena kawah dan aktivitas vulkanik.
Beberapa titik di sekitar kawah utama menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto, meski petugas tetap mengingatkan agar wisatawan menjaga jarak aman dari sumber gas belerang. Asap tebal dan suara letupan lumpur panas menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan.
Pasar Oleh-Oleh dan UMKM Lokal
Usai mengelilingi kawasan kawah, wisatawan diarahkan melewati pasar oleh-oleh sebelum menuju pintu keluar. Pasar ini sengaja ditempatkan sebagai jalur keluar untuk mendukung perputaran ekonomi UMKM lokal Dieng.
Beragam produk khas ditawarkan, mulai dari makanan, aksesoris, hingga hasil bumi. Salah satu yang paling diminati wisatawan adalah kentang khas Dieng yang dikenal memiliki rasa lebih manis dibanding kentang dari daerah lain.
Keberadaan pasar oleh-oleh ini menjadi nilai tambah Kawah Sikidang Dieng, tidak hanya sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai ruang promosi produk lokal masyarakat sekitar.
Dengan akses mudah, fenomena alam unik, serta dukungan fasilitas wisata dan UMKM, Kawah Sikidang Dieng terus mempertahankan posisinya sebagai destinasi unggulan di Jawa Tengah, khususnya saat musim liburan tiba.
Editor : Ichaa Melinda Putri