TRENGGALEK NJENGGELEK-Wisata Dieng kembali mencuri perhatian publik sebagai salah satu kawasan dataran tinggi paling unik di Indonesia. Dijuluki sebagai “negeri di atas awan”, kawasan Dieng di Jawa Tengah menawarkan kombinasi lanskap alam, situs sejarah, hingga fenomena geologi yang nyaris tak ditemukan di daerah lain. Mulai dari golden sunrise, telaga warna-warni, kawah aktif, candi kuno, hingga kuliner khas yang menggugah selera.
Dalam sebuah video perjalanan yang diunggah kanal YouTube Mumu Jalan-jalan, wisata Dieng dieksplorasi melalui sejumlah destinasi ikonik yang selama ini menjadi magnet wisatawan lokal maupun luar daerah. Perjalanan dimulai sejak dini hari demi menyaksikan salah satu fenomena paling terkenal di Dieng, yakni matahari terbit dari Puncak Sikunir.
Golden Sunrise dari Puncak Sikunir
Puncak Sikunir dikenal sebagai salah satu spot sunrise terbaik di Indonesia. Perjalanan menuju puncak dimulai sekitar pukul 03.00 WIB, dengan suhu udara yang bisa turun hingga 10 derajat Celsius. Meski dingin menusuk, rasa lelah terbayar lunas ketika matahari mulai muncul perlahan di balik awan.
Dari puncak, wisatawan disuguhi panorama awan putih yang membentang luas di bawah kaki, berpadu dengan cahaya keemasan di langit. Inilah yang membuat Dieng dijuluki negeri di atas awan. Dari titik ini pula terlihat siluet Gunung Sindoro yang berdiri gagah, menambah kesan magis kawasan wisata Dieng.
Jejak Sejarah di Kompleks Candi Arjuna
Usai dari Sikunir, perjalanan wisata Dieng berlanjut ke Kompleks Candi Arjuna. Situs ini merupakan salah satu kompleks candi Hindu tertua di Pulau Jawa. Bangunan candi yang berdiri di tengah hamparan rumput hijau, berpadu dengan udara dingin dan kabut tipis, menciptakan suasana yang kerap disebut mistis dan menenangkan.
Kompleks Candi Arjuna menjadi bukti bahwa Dieng bukan hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan budaya yang kuat. Tak heran jika lokasi ini selalu menjadi tujuan wajib wisatawan.
Kawah Sikidang dan Fenomena Vulkanik
Tak jauh dari kawasan candi, wisata Dieng juga menawarkan pengalaman melihat kawah aktif dari dekat, yakni Kawah Sikidang. Bau belerang yang menyengat menjadi ciri khas kawasan ini. Kawah Sikidang dikenal unik karena lubang kawahnya sering berpindah-pindah, akibat aktivitas vulkanik di bawah permukaan tanah.
Pengunjung diimbau mengenakan masker demi kenyamanan dan keamanan. Di sekitar kawah, wisatawan juga bisa mencoba telur rebus kawah, telur yang dimasak langsung menggunakan panas bumi alami, menjadi pengalaman kuliner khas Dieng yang banyak diburu pengunjung.
Telaga Warna dan Batu Pandang Ratapan Angin
Destinasi berikutnya adalah Telaga Warna, salah satu ikon wisata Dieng yang paling fotogenik. Dari Batu Pandang Ratapan Angin, wisatawan dapat menyaksikan dua telaga yang berdampingan, Telaga Warna dan Telaga Pengilon, namun memiliki karakter air yang berbeda.
Telaga Warna memiliki kandungan belerang yang menyebabkan airnya berubah warna menjadi hijau kebiruan saat terkena sinar matahari. Sementara Telaga Pengilon tampak jernih seperti cermin. Jalur menuju titik pandang ini cukup menanjak dan licin, sehingga pengunjung disarankan berhati-hati.
Kuliner Khas dan Oleh-oleh Dieng
Setelah seharian menikmati udara dingin, wisata Dieng juga menawarkan kehangatan lewat kuliner khasnya. Mie ongklok menjadi menu andalan, dengan kuah kental yang gurih, disajikan bersama sate sapi dan tempe kemul. Tak lengkap rasanya berkunjung ke Dieng tanpa membawa carica sebagai oleh-oleh, buah khas dataran tinggi Dieng yang memiliki tekstur kenyal dan rasa segar.
Sebagai tips, waktu terbaik untuk menikmati wisata Dieng adalah bulan Juli hingga Agustus. Pada periode ini, wisatawan berkesempatan menyaksikan fenomena embun upas atau embun es yang menyelimuti rumput dan tanaman. Namun, pengunjung diingatkan memastikan kondisi kendaraan prima, mengingat jalur menuju Dieng memiliki tanjakan yang cukup ekstrem.
Editor : Ichaa Melinda Putri