Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kondisi Puncak Bogor Januari Diselimuti Kabut Tebal, Jarak Pandang Cuma 5 Meter, PKL Mulai Ramai Lagi

Ichaa Melinda Putri • Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:50 WIB
Kondisi Puncak Bogor Januari Diselimuti Kabut Tebal, Jarak Pandang Cuma 5 Meter, PKL Mulai Ramai Lagi
Kondisi Puncak Bogor Januari Diselimuti Kabut Tebal, Jarak Pandang Cuma 5 Meter, PKL Mulai Ramai Lagi

TRENGGALEK NJENGGELEK-Kondisi Puncak Bogor Januari kembali menjadi perhatian wisatawan setelah kawasan tersebut beberapa kali diguyur hujan dan diselimuti kabut tebal. Situasi ini terekam dalam perjalanan kanal YouTube Lukis Lubianto yang memantau langsung kondisi jalur Puncak pada Selasa, 20 Januari, mulai sore hingga menjelang malam.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 16.37 WIB dari Indomaret depan Taman Safari Indonesia. Sejak awal memasuki kawasan Puncak, suhu udara sudah terasa dingin dengan cuaca mendung yang mengindikasikan potensi kabut tebal.

Pantauan Awal dari Taman Safari hingga Gunung Mas

Saat melintasi area sekitar Taman Safari Indonesia, kondisi lalu lintas terpantau relatif lancar meski mulai ramai. Salah satu titik yang disinggahi adalah kawasan Batu Layang atau Kampung Arab. Beberapa lokasi kuliner seperti kedai roti kari terlihat sepi karena belum ada aktivitas penjual.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Rest Area Gunung Mas, yang dikenal sebagai titik finish paralayang. Area ini tampak ramai oleh aktivitas warga, bahkan sebagian lapangan digunakan anak-anak untuk bermain bola. Meski demikian, kawasan hijau yang sebelumnya sempat rusak terlihat sudah kembali ditanami dan mulai menghijau.

Aktivitas Wisata ATV Masih Berjalan

Di area finish paralayang, wisata ATV masih beroperasi. Pengelola Adventure Star Hars menawarkan penyewaan ATV dengan tarif sekitar Rp400 ribu hingga Rp500 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp600 ribu untuk wisatawan asing, dengan durasi satu jam dan lintasan sekitar empat kilometer.

Wisata ATV ini menjadi salah satu alternatif aktivitas di tengah kondisi Puncak Bogor Januari yang cenderung basah dan berkabut, karena tetap bisa dinikmati dengan pendamping pemandu.

Kabut Mulai Turun, Jarak Pandang Menurun Drastis

Memasuki pukul 17.00 WIB, kabut mulai turun cukup tebal di beberapa titik. Di sekitar tikungan dekat hutan pinus dan Riung Gunung, jarak pandang berkurang drastis hingga sekitar 5–10 meter. Kabut putih pekat menyelimuti jalan, menciptakan suasana yang terlihat dramatis sekaligus menantang bagi pengendara.

Di beberapa tikungan gelap, pengemudi diimbau untuk ekstra waspada. Lampu kendaraan menjadi satu-satunya penuntun arah di tengah kabut tebal yang datang bergelombang.

Puncak Pass Tertutup Kabut, Aktivitas Tetap Ramai

Saat tiba di kawasan Puncak Pass, kabut semakin tebal hingga bangunan dan ikon sekitar nyaris tak terlihat. Bahkan beberapa lokasi terkenal seperti Asep Stroberi hanya tampak samar dari kejauhan. Angin dingin dan gerimis ringan menambah kesan mencekam namun sekaligus menghadirkan suasana khas Puncak di musim hujan.

Meski demikian, aktivitas masyarakat tetap berjalan. Pedagang kaki lima (PKL) mulai bermunculan kembali di sepanjang jalur Puncak. Banyak di antaranya berjualan secara semi permanen menggunakan motor atau mobil, menawarkan bakso, mi instan, kopi, hingga teh hangat.

PKL Jadi Penyelamat Wisatawan

Kehadiran PKL menjadi penyelamat bagi wisatawan yang melintas di tengah cuaca dingin dan kabut. Wisatawan tidak perlu masuk ke kafe atau restoran besar, karena bisa langsung menikmati makanan hangat di pinggir jalan.

Menurut pantauan, PKL biasanya mulai ramai dari siang hingga sore hari, terutama saat akhir pekan. Pada malam hari, sebagian besar pedagang memilih menutup lapak dan kembali turun karena kondisi cuaca dan visibilitas yang terbatas.

Ditutup dengan Kuliner Khas Sunda

Perjalanan diakhiri dengan singgah di Rumah Makan Sunda Karomah. Dengan harga sekitar Rp37 ribu, pengunjung bisa menikmati satu paket makanan lengkap berisi nasi, ayam goreng, tahu, tempe, dan sayur asem. Menu sederhana namun terasa pas dinikmati di tengah udara dingin Puncak Bogor Januari.

Secara keseluruhan, kondisi Puncak Bogor Januari didominasi kabut tebal, suhu dingin, dan aktivitas wisata yang mulai kembali hidup. Meski menawarkan suasana yang unik dan syahdu, wisatawan tetap disarankan untuk berhati-hati saat melintas, terutama pada sore hingga malam hari ketika jarak pandang menurun drastis.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#wisata puncak bogor #kondisi Puncak Bogor Januari #cuaca Puncak Bogor #kabut tebal Puncak #Puncak Pass berkabut