TRENGGALEK NJENGGELEK-Aktivitas kawah Gunung Slamet terekam jelas melalui penerbangan drone dari kawasan Guci, Kabupaten Tegal. Dalam kondisi cuaca cerah dengan tutupan awan tipis, kepulan asap tebal terlihat keluar dari kawah hingga area di sekitar bibir gunung tertinggi di Jawa Tengah tersebut.
Perekaman dilakukan dari kawasan wisata Guci, yang juga menjadi salah satu jalur pendakian Gunung Slamet via Guci–Permadi. Dari titik lepas landas di sekitar vila-vila wisata, drone diterbangkan menyusuri lereng barat laut Gunung Slamet menuju bibir kawah dengan jarak tempuh hampir tujuh kilometer.
Gunung Slamet yang memiliki ketinggian 3.428 meter di atas permukaan laut (MDPL) tampak jelas sejak pagi hari. Kondisi cuaca yang relatif cerah memungkinkan visual kawah terekam detail, termasuk struktur batuan vulkanik, cekungan lava, serta kepulan asap belerang yang terus keluar dari beberapa titik.
Lereng Asri hingga Batas Vegetasi
Dalam penerbangan awal, drone menyusuri kawasan hutan lebat di lereng Gunung Slamet. Vegetasi tampak masih sangat rapat dan hijau, menandakan kondisi hutan yang relatif terjaga. Aliran sungai, jeram, serta tebing-tebing curam terlihat membelah hutan, memperlihatkan karakter alami kawasan pegunungan vulkanik aktif.
Memasuki jarak sekitar empat hingga lima kilometer dari titik awal, vegetasi mulai berubah. Hutan lebat berganti dengan semak dan perdu, menandai batas vegetasi Gunung Slamet. Di beberapa titik tampak pohon-pohon mengering, serta permukaan tanah berbatu berwarna kecokelatan.
Lereng Gunung Slamet di sisi barat laut ini dikenal sebagai jalur alami aliran air hujan dan material vulkanik. Drone merekam cekungan-cekungan yang menjadi cikal bakal aliran sungai yang bermuara ke wilayah bawah, termasuk kawasan wisata Guci.
Kawah Aktif dan Asap Belerang
Setelah menempuh jarak sekitar 6,9 kilometer, drone akhirnya mencapai bibir kawah Gunung Slamet. Dari udara, kawah tampak mengeluarkan asap cukup tebal. Tidak hanya dari bagian dalam kawah, kepulan asap juga terlihat keluar dari area di luar bibir kawah, menandakan aktivitas fumarola yang masih berlangsung.
Permukaan kawah terlihat didominasi batuan lava dan pasir vulkanik, dengan beberapa area berwarna kekuningan akibat endapan belerang. Asap yang keluar tampak terbawa angin, menciptakan visual dramatis namun juga menjadi pengingat bahwa Gunung Slamet merupakan gunung berapi aktif.
Di sekitar bibir kawah, drone juga merekam jalur pendakian yang dilengkapi tali pengaman. Jalur tersebut diketahui menjadi bagian dari akses pendaki menuju puncak. Namun, dalam perekaman yang dilakukan pada hari kerja, tidak terlihat aktivitas pendaki di area kawah.
Selain jalur pendakian, terlihat pula tugu dan bendera di salah satu titik puncak. Lokasi ini kerap menjadi penanda bagi pendaki yang berhasil mencapai kawasan atas Gunung Slamet, meski nama puncak spesifiknya kerap menjadi perbincangan di kalangan pendaki.
Guci, Wisata Alam di Kaki Slamet
Kawasan Guci sendiri dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Tegal. Selain menjadi jalur pendakian Gunung Slamet via Permadi, Guci juga populer dengan pemandian air panas alami yang bersumber dari aktivitas geotermal Gunung Slamet.
Di sekitar lokasi lepas landas drone, tampak vila-vila wisata, jalan menuju basecamp pendakian, serta area terbuka yang diduga merupakan kawasan perkebunan dan wisata alam. Keberadaan Gunung Slamet menjadi latar utama yang memperkuat daya tarik wisata Guci.
Rekaman udara ini memberikan gambaran visual kondisi terkini Gunung Slamet, khususnya di area kawah dan jalur pendakian. Meski aktivitas vulkanik masih tergolong normal, kepulan asap belerang yang terekam menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan pendakian yang berlaku.
Gunung Slamet bukan hanya destinasi pendakian dan wisata, tetapi juga sistem alam aktif yang terus bergerak. Dari udara, keindahannya tampak megah—namun tetap menyimpan potensi bahaya yang harus dihormati.
Editor : Ichaa Melinda Putri