Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Wisata Gunung Bromo: Sunrise Legendaris, Lautan Pasir, hingga Ritual Suci yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Dyah Wulandari • Sabtu, 7 Februari 2026 | 12:30 WIB

Wisata Gunung Bromo menawarkan sunrise terbaik, lautan pasir luas, dan nilai spiritual suku Tengger yang memikat wisatawan.
Wisata Gunung Bromo menawarkan sunrise terbaik, lautan pasir luas, dan nilai spiritual suku Tengger yang memikat wisatawan.

JAKARTA – Wisata Gunung Bromo selalu punya cara membuat siapa pun jatuh cinta. Dari panorama matahari terbit yang disebut-sebut sebagai salah satu terbaik di Indonesia, hingga nilai spiritual yang hidup di tengah lanskap vulkanik, Bromo tak sekadar destinasi wisata, melainkan pengalaman batin yang membekas.

Terletak di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Meski bukan gunung tertinggi di Indonesia, wisata Gunung Bromo justru menjadi yang paling ikonik. Hamparan lautan pasir, kawah aktif, hingga latar Gunung Semeru menciptakan pemandangan yang nyaris surealis.

Keunikan wisata Gunung Bromo tidak hanya terletak pada visual alamnya. Di lereng gunung berdiri Pura Luhur Poten, pusat ibadah suku Tengger yang masih melestarikan tradisi Hindu turun-temurun. Kehadiran pura ini menegaskan bahwa Bromo adalah kawasan suci yang dihormati, bukan sekadar objek foto atau konten media sosial.

Baca Juga: Shanaya Resort Malang: Glamping dan Villa Unik untuk Liburan Keluarga di Batu

Jalur Menuju Bromo yang Paling Favorit

Ada beberapa pintu masuk menuju kawasan Bromo. Namun, jalur Cemoro Lawang, Probolinggo, menjadi yang paling populer di kalangan wisatawan. Dari titik ini, perjalanan dilanjutkan menggunakan jeep 4x4 yang melintasi jalan berpasir dan tanjakan terjal.

Bagi pencinta adrenalin, sebagian wisatawan memilih menggunakan motor trail. Menyusuri lautan pasir dengan debu mengepul justru menjadi bagian dari sensasi wisata Gunung Bromo yang tak terlupakan.

Baca Juga: Penginapan Asmaraloka Mojokerto: Staycation Keluarga dengan Wahana Viral “Keranjang Sultan”

Spot Sunrise yang Mendunia

Destinasi pertama yang hampir selalu diburu wisatawan adalah Penanjakan 1. Dari titik ini, matahari perlahan muncul dari balik cakrawala, memandikan Gunung Bromo, Batok, dan Semeru dengan cahaya keemasan. Kabut tipis yang menggantung membuat lanskap tampak seperti negeri di atas awan.

Tak berlebihan jika banyak pelancong menyebut momen sunrise di Bromo sebagai salah satu yang terbaik di Asia Tenggara. Inilah alasan mengapa wisatawan rela berangkat sejak dini hari demi mendapatkan spot terbaik.

Baca Juga: Review Kanana Retreat Coban Rondo Batu: Staycation Alam, View Pinus, dan BBQ Seru

Menantang Diri ke Kawah Bromo

Perjalanan berlanjut ke Kawah Bromo. Wisatawan harus menaiki sekitar 250 anak tangga untuk mencapai bibir kawah. Meski menguras tenaga, semua terbayar lunas saat sampai di atas.

Suara kawah yang bergemuruh, aroma belerang yang khas, serta pemandangan kawah aktif dari jarak dekat menjadi pengalaman yang sulit dilupakan. Di sinilah pengunjung benar-benar merasakan kekuatan alam Gunung Bromo.

Baca Juga: JLS Pacitan–Trenggalek Jadi Sorotan, Rute Jalur Lintas Selatan Lewat Pantai Soge hingga Munjungan

Lautan Pasir dan Bukit Teletubbies

Salah satu ikon wisata Gunung Bromo adalah lautan pasir seluas ribuan hektare. Hamparan pasir hitam ini bisa dijelajahi dengan berjalan kaki, menunggang kuda, atau menggunakan jeep. Lanskapnya yang luas dan sunyi sering disebut sebagai “padang pasir ala Indonesia”.

Tak jauh dari sana, terdapat Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik. Bukit-bukit hijau bergelombang ini menjadi spot favorit untuk healing dan fotografi. Saat angin bertiup, pasir di kawasan Pasir Berbisik menghasilkan suara lembut yang unik.

Baca Juga: JLS Pacitan–Trenggalek Jadi Jalur Favorit Mudik Lebaran, Sajikan Panorama Pantai Soge yang Memikat

Waktu Terbaik dan Tips Berkunjung

Waktu terbaik untuk menikmati wisata Gunung Bromo adalah antara Mei hingga September. Pada periode ini, cuaca cenderung cerah, curah hujan minim, dan peluang menikmati sunrise terbuka lebar.

Wisatawan disarankan datang lebih pagi, mengenakan jaket tebal karena suhu bisa turun hingga 5 derajat Celsius, serta selalu mematuhi aturan kawasan TNBTS. Menjaga kebersihan dan menghormati adat suku Tengger menjadi hal mutlak, mengingat Bromo adalah kawasan sakral.

Baca Juga: Jalur Trenggalek–Pacitan via Jalur Selatan, Rute Berkelok dengan View Hutan dan Pantai Genting

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Gunung Bromo adalah simbol keindahan, ketenangan, dan kekuatan alam. Bagi siapa pun yang ingin merasakan sensasi menjelajah negeri di atas awan, wisata Gunung Bromo selalu layak masuk daftar teratas.

Editor : Dyah Wulandari
#wisata alam indonesia #wisata gunung bromo #Sunrise Bromo #gunung bromo jawa timur #Taman Nasional Bromo Tengger Semeru