JAKARTA – Banyak destinasi wisata di Indonesia yang dulunya populer dan menjadi favorit keluarga kini hanya menyisakan kenangan. Faktor kecelakaan, pandemi, hingga pengelolaan yang buruk membuat sejumlah tempat hiburan besar harus tutup dan terbengkalai. Berikut ulasan lengkapnya dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur dan Jawa Barat.
Wanderia, Semarang: Taman Hiburan yang Pernah Megah
Wanderia di Semarang dulunya menjadi taman hiburan keluarga terbesar dan termegah di Jawa Tengah. Berdiri sejak 2004 di Jalan Sriwijaya nomor 29, Tegalsari, Candisari, Semarang, taman ini baru diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2007. Proyek pembangunan senilai Rp30 miliar ini menawarkan tiket murah, hanya Rp9.000 untuk hari biasa dan Rp10.000 saat akhir pekan.
Namun, kecelakaan beruntun pada wahana Plain Tower pada 15 November 2007 menelan 16 korban luka-luka, dan tercatat sebelumnya juga pernah menimbulkan 10 korban luka. Akibat insiden tersebut, Wanderia resmi ditutup sejak 17 November 2007. Ditambah masalah tunggakan pajak dan royalti sebesar Rp1 miliar, hingga kini tidak ada investor yang berani menyalakan kembali taman ini. Kini, Wanderia dikenal sebagai wisata horor di Semarang.
Suroboyo Carnival Park: Kemegahan yang Tinggal Kenangan
Dari Jawa Tengah, kita beralih ke Surabaya dengan Suroboyo Carnival Park. Berdiri pada 2014, taman ini menawarkan lebih dari 50 wahana, termasuk lampion dan permainan untuk anak, remaja, serta keluarga. Lokasinya strategis di Jalan Ahmad Yani nomor 333, Dukuh Menanggal, Surabaya, buka pukul 15.00–23.00 WIB dengan tiket masuk Rp25.000.
Baca Juga: Wisata Dieng Banjarnegara Padat Saat Libur Panjang, Negeri di Atas Awan Bikin Wisatawan Putar Balik
Sayangnya, popularitasnya menurun drastis, diperparah pandemi COVID-19, hingga akhirnya tutup permanen pertengahan 2020. Kini, puing-puing Suroboyo Night Carnival menjadi saksi bisu kemeriahan yang pernah ada.
Kampung Gajah Wonderland, Bandung: Kota Mati di Tengah Alam
Di Jawa Barat, Kampung Gajah Wonderland dulunya menjadi destinasi wisata unggulan. Dibangun di lahan 60 hektar sejak 2010, taman ini menawarkan 30 wahana, mulai kolam ombak buatan, ATV, flying fox, hingga outbond. Harga tiket yang mahal, Rp150.000–200.000 per orang saat akhir pekan, membuat pengunjung menurun.
Baca Juga: Wisata Dieng Wonosobo dari Air Panas hingga Bukit Skoter, Itinerary Lengkap Hemat ala Backpacker
Operasionalnya terganggu pada 2017 dan akhirnya tutup pada Mei 2018. Kini, sisa bangunannya terbengkalai, kolam dipenuhi lumut, dan suasananya menyerupai kota mati yang angker.
Aladin Water Park, Depok: Negeri 1001 Malam yang Hilang
Depok Fantasy Water Park, yang dikenal sebagai Aladin Water Park, berada di Grand Depok City, Jalan Kota Kembang Raya, Sukmajaya. Taman ini menawarkan aneka atraksi mulai Giant Slide, Water Play, hingga fasilitas food court. Strategisnya lokasi membuatnya dulu ramai dikunjungi warga Jakarta, Depok, dan Bogor.
Baca Juga: Warung The Palem Malang, Kuliner Masakan Rumahan Rasa Jawa dengan Konsep Makan Sekaligus Berenang
Namun, seiring pandemi COVID-19, taman ini mulai sepi dan akhirnya tutup. Kini, gedung utama sudah rata dengan tanah, tersisa hanya satu unit bangunan mini di bagian depan. Lahan bekas Aladin Water Park rencananya akan dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan.
Taman Remaja Surabaya: Dari Kebanggaan Menjadi Horor
Taman Remaja Surabaya, berdiri sejak 20 Februari 1971, adalah taman hiburan ikonik yang selalu ramai hingga 90-an. Menyediakan wahana permainan dan pertunjukan, taman ini menjadi kebanggaan warga Surabaya. Namun, pengelolaan yang buruk, IMB tidak sesuai, BPJS karyawan belum dibayar, dan pajak menunggak membuat taman ini harus tutup sejak 31 Agustus 2008.
Kini, Taman Remaja Surabaya menyimpan cerita mistis. Beberapa warga mengaku mendengar suara keramaian seolah taman ini masih aktif, bahkan ada yang melihat penampakan raksasa berbulu hijau dan sosok orang tua misterius. Kabar baiknya, Walikota Surabaya pada awal 2023 memastikan taman ini akan dibuka kembali setelah renovasi, dengan tiket masuk dipatok sekitar Rp25.000.
Fenomena tempat wisata terbengkalai di Indonesia menunjukkan pentingnya manajemen, keamanan, dan adaptasi terhadap kondisi sosial. Dari Wanderia hingga Taman Remaja Surabaya, setiap lokasi menyimpan kenangan sekaligus pelajaran berharga bagi pengelola wisata di masa depan