TRENGGALEK NJENGGELEK- Wisata Es Godan Magetan yang berada di kawasan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, langsung menyita perhatian publik. Meski baru dibuka pada awal bulan ini, pemandian alami di kaki Gunung Lawu tersebut sudah ramai dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Wisata Es Godan Magetan menawarkan konsep kolam renang alami dengan air yang mengalir langsung dari sumber mata air pegunungan. Keunikan utama destinasi ini terletak pada asal airnya yang keluar dari sela-sela bebatuan dan akar pohon beringin tua yang diperkirakan berusia ratusan tahun.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejak pagi hari kawasan Wisata Es Godan Magetan sudah dipenuhi kendaraan pengunjung. Sekitar pukul 09.00 WIB, area parkir tampak penuh, bahkan tidak mampu menampung seluruh mobil yang datang secara bersamaan.
Parkir Murah dan Tiket Terjangkau
Pengelola wisata menyediakan area parkir dengan tarif terjangkau. Untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya Rp2.000, sementara mobil Rp5.000. Harga tiket masuk pun tergolong ramah di kantong, yakni Rp5.000 pada hari biasa dan Rp10.000 saat akhir pekan.
Jam operasional Wisata Es Godan Magetan dimulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari. Sebelum memasuki area kolam, pengunjung diwajibkan membaca dan menaati peraturan yang telah disediakan demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Meski berada di kawasan desa, fasilitas yang disediakan cukup memadai. Area duduk dibuat dari balok kayu jati dengan lantai batu alam yang dirancang tidak licin, sehingga aman meski terkena air.
Kolam Alami Tanpa Kaporit
Wisata Es Godan Magetan memiliki dua kolam utama, yakni kolam untuk anak-anak dan kolam dewasa. Kedalaman kolam anak dirancang aman sehingga cocok untuk keluarga yang membawa buah hati.
Air kolam terasa sangat dingin dan segar karena berasal langsung dari mata air alami. Tidak ada campuran kaporit maupun bahan kimia penjernih air. Sirkulasi air berlangsung terus-menerus, sehingga air kolam selalu diperbarui setiap harinya.
Saat kolam ditutup, air dialirkan ke area persawahan di sekitar lokasi, kemudian kolam akan kembali diisi air baru dari sumber mata air pegunungan. Sistem ini membuat kualitas air tetap jernih dan bersih.
Baca Juga: Menyusuri Kampung Gajah Bandung yang Terbengkalai, Wisata Angker Penuh Cerita Horor dan Misteri
Bersumber dari Akar Pohon Beringin Tua
Salah satu daya tarik utama Wisata Es Godan Magetan adalah sumber mata airnya yang mengalir di sela akar pohon beringin raksasa. Akar-akar pohon tersebut sudah mengeras seperti kayu, menandakan usia pohon yang sangat tua.
Air mengalir deras dari bebatuan besar dan langsung masuk ke kolam renang. Selain aliran permukaan, terdapat pula saluran pipa di bawah kolam yang mengalirkan air langsung dari sumber, memastikan kolam selalu terisi air pegunungan murni.
Tak sedikit pengunjung yang meminum air dari sumber ini karena kejernihannya menyerupai air mineral kemasan. Rasa airnya segar dan tidak berbau.
Suasana Hutan yang Asri dan Sejuk
Wisata Es Godan Magetan dikelilingi pepohonan lebat yang menciptakan suasana sejuk dan asri. Kolam renang tidak membutuhkan atap buatan karena rindangnya pepohonan sudah cukup memberikan perlindungan dari panas matahari.
Di beberapa titik tersedia pancuran air alami untuk bermain air. Lantai di sekitar kolam dibuat kasar agar tidak licin dan minim pertumbuhan lumut.
Kabarnya, pembangunan wisata ini menelan anggaran sekitar Rp350 juta dengan dukungan investor dari Kota Solo. Pengelolaan yang rapi membuat kawasan ini tampak tertata meski berada di wilayah pedesaan.
Kafe Lantai Dua dengan Panorama Sawah
Setelah berenang, pengunjung dapat bersantai di kafe yang berada di lantai dua. Dari sisi kiri, pengunjung disuguhi pemandangan hamparan sawah hijau, sementara sisi kanan langsung menghadap kolam renang.
Menu yang ditawarkan pun terjangkau dengan harga warung. Salah satu yang menjadi favorit adalah Kopi Lawu berbahan kopi Arabika Gayo dari lereng Gunung Lawu, yang dibanderol sekitar Rp5.000 per cangkir.
Dengan konsep alami, harga terjangkau, serta suasana sejuk pegunungan, Wisata Es Godan Magetan kini menjadi alternatif destinasi liburan akhir tahun yang patut diperhitungkan di Jawa Timur.
Editor : Ichaa Melinda Putri