Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pesona Desa Gerlang hingga Telaga Dringo, Jalur Indah Perbatasan Batang–Banjarnegara di Lereng Dieng

Natasha Eka Safrina • Senin, 9 Februari 2026 | 12:40 WIB

Jalur Desa Gerlang Batang hingga Telaga Dringo di perbatasan Banjarnegara menyuguhkan panorama Dieng, telaga tertinggi, dan kisah Dukuh Lage
Jalur Desa Gerlang Batang hingga Telaga Dringo di perbatasan Banjarnegara menyuguhkan panorama Dieng, telaga tertinggi, dan kisah Dukuh Lage

BATANG – Udara dingin pegunungan dan panorama alam yang memanjakan mata menyambut siapa pun yang melintasi jalur Desa Gerlang, Kabupaten Batang. Desa yang berada di kawasan perbatasan antara Kabupaten Batang dan Banjarnegara ini menyuguhkan pemandangan hijau khas dataran tinggi Dieng, dengan hamparan ladang sayur dan pegunungan yang menjulang megah.

Desa Gerlang terletak di wilayah Kabupaten Batang dan berbatasan langsung dengan Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Jalur ini dikenal sebagai salah satu jalan alternatif menuju kawasan Dieng dari arah Batang, sekaligus menjadi rute favorit bagi para penikmat perjalanan alam.

Baca Juga: Jalur Trenggalek–Pacitan via Jalur Selatan, Rute Berkelok dengan View Hutan dan Pantai Genting

Jalur Pegunungan dengan View Memukau

Perjalanan dimulai dari Desa Gerlang dengan kondisi jalan cor beton yang cukup sempit. Pengendara dituntut untuk ekstra hati-hati, terutama saat melintasi tanjakan dan turunan tajam. Namun, rasa waswas itu terbayar lunas oleh panorama alam yang terbentang di kanan kiri jalan.

Mayoritas penduduk Desa Gerlang bermata pencaharian sebagai petani sayur. Kentang, kubis, dan daun bawang tumbuh subur di ladang-ladang yang menghijau. Aktivitas petani tampak sejak pagi hari, termasuk deretan pikap dan sepeda motor yang mengangkut hasil panen menuju pasar.

Udara dingin khas pegunungan terasa menyegarkan, apalagi saat pagi hari. Jalur ini terus menanjak hingga mendekati kawasan Telaga Dringo, salah satu telaga tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut.

Baca Juga: Panduan Lengkap Wisata Bali: Destinasi Ikonik, Tempat Tersembunyi, Dan Pengalaman Wajib Dicoba

Telaga Dringo, Telaga Tertinggi di Jawa Tengah

Memasuki wilayah Banjarnegara, tepatnya Kecamatan Batur, pengendara akan melewati kawasan Telaga Dringo. Telaga ini sering dijuluki sebagai “Telaga di Atas Awan” karena lokasinya yang berada di dataran tinggi Dieng.

Dari tepi jalan, telaga memang sebagian tertutup rimbunnya pepohonan. Namun, dari celah tertentu, air telaga tampak tenang dengan latar perbukitan yang memesona. Lokasi wisata Telaga Dringo dilengkapi loket masuk dan area parkir, serta dapat digunakan untuk aktivitas berkemah.

Tak jauh dari telaga, panorama pegunungan semakin terbuka. Gunung Perahu, Gunung Sindoro, dan Gunung Kembang terlihat jelas saat cuaca cerah. Burung-burung beterbangan bebas, menambah kesan alami dan tenang di kawasan ini.

Kawah dan Aroma Belerang Dieng

Perjalanan dilanjutkan menuruni jalur berkelok dengan pemandangan kawah-kawah aktif dan tidak aktif khas Dieng. Asap belerang tampak mengepul dari beberapa titik, disertai aroma menyengat yang menjadi ciri kawasan vulkanik.

Baca Juga: Bali Pulau Dewata: Sejarah, Budaya, Ritual, Dan Pesona Wisata Yang Mendunia

Salah satu kawah yang dilewati adalah Kawah Candradimuka, yang dikenal dalam cerita pewayangan sebagai tempat Gatotkaca ditempa. Jalur menurun ini cukup ekstrem, sehingga kondisi kendaraan, terutama rem, harus benar-benar prima demi keselamatan.

Di sepanjang perjalanan, aktivitas pertanian tetap mendominasi. Para petani terlihat bekerja di ladang, memanfaatkan tanah vulkanik Dieng yang terkenal subur.

Desa Pekasiran dan Kisah Dukuh Lagetang

Memasuki Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, suasana berubah menjadi lebih sunyi dan reflektif. Desa ini menyimpan sejarah kelam yang hingga kini masih dikenang warga setempat, yakni tragedi longsor Dukuh Lagetang.

Pada masa lalu, ratusan warga Dukuh Lagetang dikabarkan tertimbun longsor besar akibat runtuhnya lereng Gunung Alang. Seluruh dukuh terkubur tanah, dan lokasi tersebut kini menjadi ladang pertanian. Sebuah tugu peringatan didirikan sebagai penanda bahwa di bawah hamparan ladang sayur tersebut terdapat kuburan massal korban bencana alam.

Kisah Dukuh Lagetang menjadi pengingat akan dahsyatnya alam Dieng dan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah pegunungan.

Baca Juga: 10 Destinasi Wisata Di Bali Yang Wajib Anda Kunjungi, Dari Pantai Hingga Pura Ikonik

Jalur Wisata Alam yang Menenangkan

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Desa Kepakisan, masih di Kecamatan Batur, Banjarnegara. Jalur ini kerap dilalui wisatawan yang melakukan tracking, camping, maupun sekadar menikmati keindahan alam Dieng dari sisi yang lebih tenang.

Rute Desa Gerlang–Telaga Dringo–Desa Pekasiran menawarkan pengalaman perjalanan yang lengkap: keindahan alam, aktivitas pertanian, wisata telaga, hingga kisah sejarah yang menyentuh. Sebuah jalur yang bukan sekadar perjalanan, tetapi juga ruang refleksi di tengah alam pegunungan Jawa Tengah.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Desa Gerlang #Wisata Dieng #Telaga Dringo